meringankan bacaan berat

Saturday, 24 March 2012

Tujuh Penyebab Indonesia tak Maju-Maju Sebagai Negara

Bendera Merah Putih Koyak (foto: dinaryuliati.blogspot.com)

Kita tentu harus bangga dengan negara sendiri, Indonesia. Apalagi kita lahir dan tinggal di negeri yang indah dan terkenal ramah ini.

Tapi, sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 silam, kita belum beranjak, tak maju-maju. Bahkan tertinggal jauh oleh negeri tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

Lantas apa yang salah sehingga Indonesia sulit sekali berkembang dan menjelma sebagai negara maju dan besar? Ini kira-kira alasan yang bisa saya rangkum mengapa Indonesia tak maju-maju.

1. Penegakan hukum yang lemah. Ini sudah menjadi rahasia umum bahwa hukum di Indonesia tajam ke bawah dan tumpul di atas. Yang berduit bisa membeli hukum, liat saja para koruptor yang masih tetap hidup enak dan mewah di sel penjara.

2. Terlalu banyak calo dan pungutan. Apa saja bisa jadi pungutan, sejak anak Indonesia lahir hingga dewasa, sampai meninggal dunia, selalu ada pungutan. Sampai-sampai ada iklan di televisi yang memarodikan kondisi Indonesia, ''Wani Piro?''

3. Mungkin karena terlalu lama dijajah bangsa asing, mental kaum terjajah sebagian besar warga Indonesia masih begitu kental. Seolah apa-apa yang berbau asing atau impor adalah bagus. Sebut saja buah impor, pemain sepak bola impor, baju dan sepatu impor, dan lain sebagainya.

4. Terlalu mengkultuskan sosok pemimpin, bukan memilih pemimpin berdasarkan kapabilitas, kapasitas, dan kualitas.

5. Sebagian besar anak muda bahkan orang tua masih lebih memilih budaya instan dalam segala hal. Tak menghargai proses, yang penting hasil. Ini misalnya membuat mereka malas antre. Sampai-sampai makanan instan, seperti mie instan begitu digandrungi.

6. Dulu katanya Indonesia dikenal sebagai negara yang penduduknya ramah-ramah dan saling gotong-royong. Tapi itu agaknya sulit ditemukan sekarang. Budaya kekerasan dan anarkis lebih sering terlihat selama ini. Tawuran pelajar atau mahasiswa, demo anarkis, kerusuhan massal di sejumlah daerah, perang antarkampung, masih sering menghiasi. Warga Indonesia mudah tersulut amarahnya. Sampai-sampai ada istilah, ''Senggol, Bacok!''

7.  Kepekaan dan kepedulian sosial yang rendah. Contohnya banyak sekali. Sudah kasat mata. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin kian menganga. Korban kecelakaan lebih sering jadi tontonan di pinggir jalan. Bahkan tak jarang barang-barang berharga si korban jadi incaran pencurian. Saat warga miskin pusing kenaikan harga BBM, ratusan warga lainnya rela mengantre untuk mendapatkan tiket konser artis luar negeri yang harga per tiketnya bisa jutaan rupiah per lembar. Apa kata si kaya? ''Masa Bodo''




Tentu daftarnya masih bisa panjang, silakan menambahkan di bawahnya ya gan, sis, bro, terima kasih, salam.

( e yuwanto)

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons