meringankan bacaan berat

Wednesday, 11 April 2012

Ada Jeda Waktu Antara Gempa dan Tsunami

Tsunami (foto: bbc.co.uk)
JAKARTA--Gempa besar berkekuatan 8,5 skala richter (SR) dirasakan di wilayah utara Pulau Sumatera. Informasi dari BMKG, Rabu (11/4), gempa ini telah memicu alarm tsunami.

Pusat gempa berada di Samudera Hindia 432 km barat Sinabang, 527 km barat daya Banda Aceh. Kedalaman pusat gempa 10 km di bawah permukaan laut.

Tsunami akan melanda Aceh dan sekitarnya lagi seperti pada 2004 lalu? Bisa saja. Proses terjadi gelombang tsunami biasanya diawali dengan gempa yang dahsyat atau berkekuatan lebih dari 6 SR. Saat ini gempa berkekuatan 8,5 SR.

Jika gempa besar mengguncang lantai samudera akan membuat pergeseran di dasar laut. Air yang terdapat di samudera pun ikut bergerak menjadi sebuah gelombang raksasa yang bisa merusak apa saja yang ada di sekitar air hingga ke daratan.

Ketika tsunami mendekati daratan, dasar laut yang semakin dangkal mulai berperan sebagai rem terhadap bagian bawah gelombang. Tepat di lepas pantai, bagian bawah gelombang melambat, tetapi puncaknya mengumpul makin lama makin tinggi sampai akhirnya menerjang daratan.

Semakin cepat bagian bawah gelombang air melambat, semakin dahsyat pula kekuatan tsunami. Tinggi gelombang tsunami bisa mencapai puluhan meter dan wabah airnya bisa meluap hingga beberapa kilometer. Karena itu banyak korban jiwa yang tidak terselamatkan akibat tersapu gelombang dahsyat ini.

Tapi tunggu dulu, masih ada jeda waktu untuk menyelamatkan diri. Karena saat gempa tak langsung terjadi tsunami. Semua ada jeda waktunya.

Tsunami jarak dekat (lokal), terjadi 0-30 menit setelah gempa. Jarak pusat gempa ke lokasi ini sejauh 200km. Tanda-tanda sebelum terjadi tsunami adalah getaran kuat dan sering diikuti oleh pasang surut air laut.

Adapula tsunami jarak menengah; terjadi 30 menit -2 jam setelah gempa. Jarak pusat gempa ke lokasi ini sejauh 200 km sampai 1000 km. Sistem peralatan mungkin lebih banyak berperan karena getaran tidak terlalu keras.

Kemudian, tsunami jarak jauh; terjadi lebih dari 2 jam setelah gempa. Jarak lokasi daerah ini dari pusat gempa lebih dari 1000 km, karena itu kecil kemungkinan daerah ini merasakan gempa. Namun masih mungkin terjadi pasang surut sebelum gelombang tsunami datang.

Tapi jangan lantas panik, tak semua gempa-gempa itu selalu memicu tsunami. Berjaga-jaga, berlindung, dan menunggu pengumuman dari otoritas terkait adalah langkah awal yang bisa dilakukan.

(d kencana d/berbagai sumber)

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons