meringankan bacaan berat

Saturday, 19 May 2012

Ssstt...Orang Jawa dan Sunda Hadir Saat Peresmian Menara Eiffel

Menara Eiffell (foto: eiffel-tower.us)

AMSTERDAM--Ini mungkin bisa jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Ternyata, orang Jawa dan Sunda dikabarkan ikut hadir di Paris pada 1889, untuk memperingkati 100 tahun revolusi Prancis. Dilaporkan situs Radio Belanda, NRW, Jumat (18/5) peringatan itu ditandai dengan peresmian Menara Eiffel.

Mereka didatangkan oleh penguasa Prancis ke Paris untuk mengisi le village Javanais (Desa Jawa)—sebutan pavilyun Belanda—dalam l’exhibition universelle atau pameran semesta yang waktu itu digelar selama enam bulan.

Pada pameran tersebut gamelan menjadi ikon yang mampu menarik perhatian masyarakat Eropa. Sejak saat itu keberadaan alat musik gamelan mampu menancapkan pengaruhnya pada musik Barat. Dengan pengaruhnya itu, komponis Prancis Claude Debussy (1862-1918) sukses mendobrakkan pembaruan pada musik klasik Barat.

Debussy dikenal sebagai komponis pelopor aliran impresionisme dalam dunia musik. Dalam menyebut gamelan seseorang memang harus kritis. Apalagi orang Indonesia, negeri asal gamelan itu. Di Barat orang memang sering menyebut Debussy terpengaruh gamelan Jawa. Kemudian diuraikan bahwa gamelan Jawa punya tangga nada pélog dan sléndro, mungkin setara dengan minor dan mayor dalam musik Barat.

(ali)

1 comments :

Ipad Mini said...

Mantap ya? Orang Kalimantan ada gak tuh?hehe

berkunjung balik ya gan

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons