meringankan bacaan berat

Friday, 3 August 2012

Tradisi Emas Olimpiade Itu Berakhir Setelah 20 Tahun


Medali emas terakhir Indonesia di Olimpiade 2008 (foto: doobybrain.com)

 LONDON--Pengembalian bola yang gagal dari Tontowi Ahmad pada semifinal ganda campuran bulu tangkis Olimpiade London 2012 seketika membuat kubu Indonesia muram. Kekalahan ganda campuran juara All England, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari pasangan Cina Xu Chen-Ma Jin pada semifinal itu memupus harapan kontingen Indonesia untuk meraih medali emas dari bulu tangkis.

Pasalnya, merekalah yang sejak awal diharapkan dapat melanjutkan tradisi medali emas Olimpiade karena dianggap paling berpeluang menyusul keberhasilan mereka menjadi juara All England pertama dalam sembilan tahun terakhir.

Bahkan ketika mereka bertanding di semifinal, Kamis (2/8), mereka lah satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa setelah ganda putra Bona Septano/Mohammad Ahsan menjadi wakil terakhir yang tersingkir di perempat final.

Tekanan yang besar akibat beban berat untuk menjadi juara yang mereka pikul sendirian itu membuat mereka tidak tampil lepas. "Mau nggak mau tetap kepikiran karena tinggal kami satu-satunya harapan (dari bulu tangkis)," kata Liliyana usai pertandingan, seperti dilansir Antaranews.com.

Ketegangan juga tampak di wajah Tontowi Ahmad yang baru pertama kali berlaga di Olimpiade. "Pada awal game ketiga, kelihatan sekali Tontowi tegang, ia tidak bisa melepaskan ketegangan," ujar pelatih ganda campuran Pelatnas Richard Mainaky.

Dan tontowi mengakui itu. "Saya pribadi tegang, tekanan itu semakin besar, terlalu mikir menang-kalah," kata Tontowi mengakui.

Kegagalan tim bulu tangkis mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade yang terpelihara sejak 20 tahun lalu, ketika Susi Susanti dan Alan Budikusuma meraih emas pada Olimpiade Barcelona 1992, menunjukkan sudah semakin terpuruknya prestasi bulu tangkis Indonesia.

Apalagi pada Mei lalu, untuk pertama kalinya Indonesia tersisih di babak perempat final Piala Thomas. Citra buruk semakin tak terelakkan ketika pasangan putri Merah Putih terlibat dalam kasus "tidak berusaha keras untuk menang" karena memilih lawan untuk pertandingan berikutnya, yang juga melibatkan pasangan Korea Selatan dan Cina.

Skandal "sengaja mengalah" yang sempat menghebohkan di Olimpiade London itu berakhir dengan dikeluarkannya keempat pasangan tersebut dari Olimpiade. Bahkan pemain Cina Yu Yang, juara Olimpiade Beijing saat berpasangan dengan Du Jing, menyatakan berhenti dari bulu tangkis tidak lama setelah dicoret dari Olimpiade.

Sadar akan semakin terpuruknya prestasi bulu tangkis Indonesia membuat Menpora Andi Mallarangeng menyatakan sudah saatnya Indonesia tidak lagi menggantungkan diri pada bulu tangkis di Olimpiade. "Kita tidak bisa hanya menggantungkan diri pada satu cabang karena terlalu berat bagi bulu tangkis," kata Menpora.

Dengan hanya mengandalkan bulu tangkis, prestasi Indonesia di ajang Olimpiade menjadi sangat tergantung pada naik turunnya prestasi bulu tangkis. "Seharusnya paling tidak ada lima cabang yang menjadi andalan untuk meraih emas Olimpiade," tegas Menpora.

(antaranews.com)

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons