meringankan bacaan berat

Thursday, 23 May 2013

Seorang Tentara Inggris Dipenggal di Jalanan London

Salah seorang pelaku pemenggalan (foto: BBC)
Seorang pria tewas dipenggal di jalanan London timur, Inggris oleh dua tersangka. Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan ada indikasi kuat bahwa pembunuhan brutal di luar barak militer di kawasan Woolwich pada Rabu (14/5) itu terkait dengan terorisme.

Cameron mengatakan pembunuhan tersebut mengerikan namun menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada serangan seperti itu. "Rakyat di seluruh Inggris, rakyat di setiap komunitas, saya yakin, akan mengecam keras serangan ini," ujarnya, seperti dilansir BBC.

Laporan-laporan menyebutkan korban yang diserang merupakan tentara namun belum ada pengukuhan dari aparat kemanan. Korban mengenakan kaus yang bertuliskan nama sebuah yayasan untuk para tentara dan veteran perang, Help for Heroes.

Salah seorang pembunuh sempat mengungkapkan pernyataan politik setelah melaksanakan serangan, seperti ditayangkan dalam situs internet stasiun ITV. "Kami harus melawan mereka karena mereka melawan kami. Mata dibayar mata, gigi dibayar gigi."

Seorang perempuan sempat berhadapan dengan salah seorang tersangka. "Saya minta maaf kepada perempuan yang menyaksikannya hari ini namun di tanah kami, perempuan kami juga melihat hal yang sama. Rakyat kalian tidak akan pernah aman. Ganti pemerintahan kalian, mereka tidak peduli kepada kami," serunya.

Kedua penyerang sama sekali tidak berniat melarikan diri dari tempat kejadian walau tangan mereka bergelimang darah dan tetap memegang golok yang digunakan untuk membunuh.

Dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 02.20 siang waktu London itu, seorang perempuan sempat mengkonfrontir salah seorang penyerang sebelum kedua tersangka dilumpuhkan polisi. Kedua tersangka pembunuh itu yang menderita cedera akibat ditembak polisi, kini ditahan dan mendapat perawatan di rumah sakit. Salah seorang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Kepolisian menegaskan bahwa mereka memberlakukan Perintah 60 untuk kawasan di pusat Woolwich yang memberikan wewenang kepada polisi untuk menghentikan dan menggeledah setiap orang.

Keamanan di sekitar barak militer di kawasan Woolwich sudah ditingkatkan dan Perdana Menteri Cameron memimpin pertemuan komite krisis, Kamis (32/5) pagi.

Yayasan Help for Heroes mengatakan mereka amat sedih mendengar seorang pria, yang diyakini sebagai tentara yang masih berdinas, dibunuh secara brutal di Woolwich.

Sementara Dewan Muslim Inggris dalam pernyataannya mengecam serangan tersebut, yang ditegaskan tak berkaitan dengan ajara Islam. "Ini merupakan tindakan barbar yang tidak punya dasar dalam Islam dan kami mengutuknya tanpa kondisi. Perhatian kami untuk korban dan keluarganya."

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons