meringankan bacaan berat

Wednesday, 17 September 2014

Wawancara Anggota DPR

DPR tertidur (ilustrasi)

Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu serta serba kagok saat berada di ruang kerjanya di gedung DPR. Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya. Setelah dibuka, berdiri di hadapannya Bedu dan temennya dengan kopor besar dan segulungan kabel.

"Wah..., ini pasti reporter TV yang mau wawancara aku...", pikir anggota dewan itu.

Agar tampak berwibawa dan berkesan pembela rakyat, sambil sesekali melirik jam, sang anggota dewan itu meraih gagang telepon di mejanya dan berkata: "Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini..."

Bedu dan temennya pun menunggu.

Selama sekian puluh menit melalui telepon mejanya anggota dewan itu tampak terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut 'demi rakyat' atau 'kepentingan rakyat' secara keras-keras.

Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada Bedu dan temennya tersebut. "Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai..."

Bedu tampak bingung dan berpandangan dengan temennya. Akhirnya Bedul berkata: "Maaf Pak..., kami datang ke sini mau memasang saluran telepon bapak..."

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons