meringankan bacaan berat

Tuesday, 27 January 2015

Berkunjung ke Gedung Sate di Bandung


Sebagai salah satu ikon kota Bandung, gedung sate memiliki sejarah yang panjang. Dibangun pada tahun 1920, gedung yang tadinya merupakan pusat kegiatan jawatan umum Pemerintah Hindia Belanda ini merupakan situs budaya kebanggaan warga kota Paris van Java.

Awalnya gedung yang indah ini bernama gedung Gouvernements Bedrijven. Baru pada 1960, gedung yang berada di jalan Diponegoro No 22 Cihaurgeulis wilayah kecamatan Coblong ini mulai dikenal sebagai gedung Sate. Alasannya, tak lain karena di puncak menara gedung terdapat tusuk sate dengan enam ornamen berbentuk jambu air. Konon, keenam ornamen tersebut melambangkan modal awal pembangunan pusat pemerintahan sebesar enam juta gulden. Tusuk sate yang tertancap di puncak bangunan ini semakin menguatkan ciri khasnya.

Setelah sekian lama menjadi pusat kegiatan Jawatan Pekerjaan Umum, pada 1982 Gedung Sate beralih fungsi menjadi pusat pemerintahan Jawa Barat. Semenjak itu pula Gedung Sate memiliki sebutan baru, yakni kantor gubernur. Ruang kerja Gubernur dan wakilnya terletak di lantai dua. Ruangan ini dibangun pada tahun 1989 dan hingga kini lebih dikenal dengan sebutan Gedung Baru.

Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah salah satu tempat wisata Bandung yang memiliki bangunan monumental yang anggun mempesona dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa, (Indo Europeeschen architectuur stijl), sehingga tidak mustahil bila keanggunan tempat wisata Candi Borobudur ikut mewarnai Gedung ini.


0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons