meringankan bacaan berat

Thursday, 5 February 2015

Berkunjung ke Museum Pos di Bandung

    Foto: detik.com

Pada awalnya, Museum Pos Indonesia ini bernama Pos Telegrap dan Telepon (PTT). Museum bersejarah ini sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda. Namun kondisinya dalam keadaan tidak terawat dengan baik. Baru pada tahun 1980, Perum Pos dan Giro mengambil inisiatif membentuk  panitia guna memperbaiki dan merawat benda-benda koleksi museum yang  bernilai tinggi.

Tepat di Hari Bhakti Postel ke-38, yakni 27 September 1983, Museum PTT akhirnya resmi berubah nama menjadi Museum Pos dan Giro. Peresmian museum ini dilakukan oleh Achmad Tahir, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) pada masa itu.

Koleksi museum ini terdiri atas perangko-perangko dari Indonesia dan berbagai negara yang sangat bersejarah, dengan jumlah mencapai 131.000.000 keping perangko dan 200 koleksi peralatannya, yakni berupa timbangan paket, alat cetak perangko, surat-surat berharga, armada pengantar surat, dan lain sebagainya. Selain menyimpan peninggalan pos tersebut dalam ruang pamer, museum ini juga memiliki ruang social center yang dapat diperuntukan bagi aneka kegiatan.

Pada bagian lain dari museum ini, terdapat ruang yang memamerkan surat emas, surat dari berbagai raja-raja Nusantara kepada para komandan dan  jenderal Belanda. Surat emas menjadi catatan sejarah perkembangan surat di tanah air. Melalui surat-surat ini, pengunjung bisa melihat cara komunikasi raja-raja di Nusantara  dengan para penjajah.

Museum Pos Indonesia terletak di Jalan Cilaki No. 73 Bandung , Jawa Barat. Tepatnya di sayap kiri Gedung Sate. Istimewanya, bila ingin berkunjung pengunjung tidak ditarik biaya apapun alias gratis.

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons