meringankan bacaan berat

Monday, 16 February 2015

Liburan Asyik, Makam Embah Jayaperkasa di Sumedang



Satu hal menarik dari Sumedang adalah tokoh bernama Embah Jayaperkasa, yang merupakan seorang patih dari Prabu Geusan Ulun. Beliau adalah tokoh yang cukup penting dalam masa peralihan kekuasaan Kerajaan Sunda-Padjadjaran ke Kerajaan Sumedanglarang, selain juga sebagai salah satu dari keempat kandaga lante yang mendukung sepenuhnya kekuasaan Prabu Geusan Ulun. 

Sebagai panglima perang, beliau berjasa sekali dalam menghadapi konflik Kerajaan Sumedanglarang dan Kesultanan Cirebon. Dalam riwayat, beliau ngahiang (menjadi dewa) dan makamnya terdapat di puncak Gunung Rengganis, yang banyak didatangi oleh para peziarah, bahkan di antara peziarah banyak yang menginap di makam beliau.

Kunjungi makam Embah Jayaperkasa yang terdapat di sebelah selatan Desa Dayeuh Luhur dengan berjalan kaki melewati perkampungan warga dan melalui jalan menanjak berteras yang terbuat dari semen.  Makamnya yang terletak di puncak sebuah bukit dapat dicapai melalui pintu gerbang yang dilengkapi dengan saung. Makam tersebut dikelilingi dengan pagar kawat dengan pintu terdapat di sisi utara. Makam berupa batu tegak setinggi sekitar 180 cm yang dibungkus kain putih dan bagian bawah berupa bangunan segi empat dari semen dengan permukaan dilapisi keramik putih. Pada bagian luar makam terdapat bangunan yang difungsikan sebagai tempat ibadah dan menginap para peziarah. 

Lingkungan sekeliling makam dipenuhi pohon bambu yang cukup lebat yang menjadikan tempat ini semakin sejuk dan tenang. Bila Anda berdiri di tempat ini, Anda akan dapat melihat panorama berupa bentang alam dan daerah-daeah pemukiman di bawahnya, terutama di bagian utara dan timur gunung.

Makam Embah Jayaperkasa bukan merupakan tempat pemakamannya, tetapi sebagai tempat ngahyang-nya tokoh tersebut. Selain itu, tempat didirikannya menhir tersebut konon merupakan tempat jatuhnya sinar gaib berwarna kekuningan pada waktu Prabu Tajimalela, pendiri kerajaan Tembong Agung yang berpusat di Leuwi Hideung,  sedang menguji kesaktiannya berupa ilmu kasumedangan. Kerajaan tersebut adalah cikal bakal Kerajaan Sumedanglarang yang berdiri pada abad ke-14-15 M. Di makam ini pula terdapat larangan yang harus dipatuhi oleh para peziarah, yaitu larangan memakai pakaian bermotif batik.

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons