meringankan bacaan berat

Thursday, 25 June 2015

Saat Ramadhan Pengemis di Dubai Berpenghasilan Rp 47 Juta Per Bulan

Foto: el-balad.com
Di negara manapun profesi pengemis akan selalu ada, seperti pada umumnya kota kota besar di dunia. Tak terkecuali kota megah seperti Dubai, Uni Emirat Arab. Membanjirnya pengemis di kota kota besar pada bulan Ramadhan juga dirasakan oleh kota Dubai, bedanya pemerintah Dubai tegas, setiap saat selalu ada polisi yang mengadakan patroli di tempat tempat umum yang biasanya di jadikan lokasi mengemis. Sebenarnya profesi pengemis adalah kegiatan yang di larang di Dubai. Tapi terkadang karena rasa kasihan ada saja yang memberi pengemis itu uang.

Sama dengan Jakarta, walau pun sering ada razia masih ada pengemis pengemis yang berhasil lolos dari sergapan petugas, jika petugas sudah tidak ada mereka kembali melakukan kerjanya. Cara mereka mengemis termasuk nekat, misalnya ada pengemis yang mengaku tidak punya ongkos untuk kembali ke Sharjah tetapi setelah di periksa sama polisi ternyata dia punya 19 ribu Dirham ( 1 Dirham = 2400) berarti sang pengemis punya 45,6 juta rupiah. 

Kalau di Indonesia ada sebuah desa dimana mayoritas warganya berprofesi sebagai pengemis di kota kota besar seperti Jakarta. Mereka hidup makmur dan berkecukupan di desa tersebut bahkan tingkat ekonominya melebihi orang kota. Di Dubai juga begitu, apalagi orang orang ini sangat pintar memanfaatkan datangnya bulan suci Ramadhan. Tapi menjadi pengemis di Dubai sangat beresiko karena jika ketahuan polisi mereka bisa di tangkap dan di jebloskan ke dalam penjara.

Kepolisian Dubai, Uni Emirat Arab, pekan ini sedang sibuk memburu pengemis internasional yang sanggup meraup banyak uang, lalu hidup mewah di negara itu. Operasi pekan lalu berhasil menangkap 70 pengemis, seluruhnya warga asing.

Tak tanggung-tanggung, beberapa peminta-minta dicokok saat tinggal di hotel kelas bintang lima. Dilansir emirates247, Ahad  (21/6), Kolonel Mohammaed Rashid Al Muhairi, selaku kepala divisi satuan pengamanan pariwisata Dubai, mengatakan salah satu tersangka paling bikin geger adalah pengemis perempuan asal Arab.

Berkat hasil mengemis saban hari saja, dia bisa menginap di kamar hotel mewah di pusat kota Dubai, bersama empat anaknya yang sebagian masih balita. "Para pengemis itu masuk ke Dubai menggunakan visa bisnis. Sewa kamar hotel ini diperpanjang setiap hari," kata Muhairi.

Dari si pengemis perempuan yang paling kaya itu, polisi Dubai menyita hasil meminta-meminta senilai 13 ribu Dirham (setara Rp 47 juta). Diyakini mereka memperoleh pendapatan sangat besar bila sudah tinggal di UEA selama berbulan-bulan.

Gerombolan pengemis ini beberapa saling bagi tugas, sehingga tidak minta uang di tempat yang sama. Sebagian lagi punya stok pakaian yang berbeda, sesuai situasi maupun kondisi. "Ada yang di masjid, di mal, atau di jalanan memakai pakaian compang-camping," kata Muhairi.

Seluruh pengemis yang tertangkap segera disidang. Selain denda, mereka akan secepatnya dideportasi. Wajar bila pengemis pun dapat penghasilan besar di Dubai, kota bisnis paling maju di seantero Uni Emirat Arab. Negara itu, secara umum, memiliki pendapatan per kapita tahunan sebesar USD 47 ribu (senilai Rp 433 juta) untuk setiap penduduk. 

Referensi dari islampos & gulf news & merdeka

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons