meringankan bacaan berat

Thursday, 4 February 2016

Orang Indonesia yang Kini Mulai Gemar Berutang



Berdasarkan survei yang dilakukan ZAP Finance pada 2013, terdapat tiga sumber masalah keuangan. Sumber itu adalah 50 persen orang tidak bisa membedakan simpanan, tabungan, dan investasi. Selain itu 18 persen hobi berutang, dan 32 persen punya gaya hidup tinggi. Kondisi ini juga berlaku di Indonesia.

Perencana keuangan dan bisnis, Prita Ghozie mengatakan, gaji orang Indonesia biasanya hanya bertahan seminggu. Nabung akhir bulan sudah habis lagi. Ini karena mereka tidak bisa membedakan uang elektronik, tabungan, dan investasi. 

"Nah, gara-gara tabungan tidak pernah ada, jika butuh uang jadinya berhutang,” ujar Prita, awal Februari 2016.

Menurut Prita, jika orang kebiasaan utang maka ia akan memiliki gaya hidup yang tinggi. Karena kebiasaan uangnya belum terkumpul, tapi dipaksakan memiliki suatu barang.  Mereka pun memilih cara berutang. “Inilah penyakit orang Indonesia,” ujarnya.

Biasanya, kata Prita, orang-orang yang berutang mengatakan supaya tidak berutang mereka akan mencari pekerjaan baru. Terutama para ibu-ibu. Sedangkan kaum bapak stres memikirkan hal ini. Padahal menurut Prita sebenarnya penghasilan seseorang tidak pernah mempengaruhi kesejahteraan.

“Uang sedikit pasti cukup untuk biaya hidup. Namun uang yang banyak, berapa pun, tidak akan cukup untuk gaya hidup. Percaya saya, gaji cuma Rp 500 ribu pasti cukup, gaji sejuta, dua juta, sepuluh juta jarang ada habisnya untuk gaya hidup. Tapi kalau untuk kebutuhan makan dan sehari-hari, pasti bisa ngatur,” jelasnya.

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons