meringankan bacaan berat

Thursday, 28 July 2016

Tips Melakukan Reportase Perjalanan



Menjadi seorang penulis artikel travel yang tidak pernah melakukan perjalanan wisata, sama seperti orang buta yang kehilangan tongkatnya. Karena itu yang paling penting adalah mendatangi tempat wisata itu. Nah, berikut adalah beberapa tips menurut menjadi seorang penulis artikel traveling dan perjalanan wisata yang baik dan disukai pembaca.

1. Mendatangi tempat wisata

Dengan mendatangi langsung tempat wisata yang akan direview, semua permasalahan sudah terselesaikan. Tinggal memejamkan mata kemudian menulis, jadi deh artikel perjalanan wisata. Menulis itu...seperti bercerita kepada seseorang yang ada di hati. Menulis catatan perjalanan, menuntut kita lebh cermat dan menangkap apa yang ada di lingkungan kita. Kita harus bisa menjadi mata, hidung, telinga, intinya semua panca indera bagi pembaca. 

2. Riset mini

Sebelum pergi ke suatu tempat, biasanya kita mengadakan riset mini, agar lebih tahu dan menjadi tujuan sebelum berangkat ke suatu wilayah. Begitu pula dengan menulis, riset mini ini memudahkan kita untuk lebih mengetahui keunikan khas daerah, seperti mencari tahu nama-nama tempat, ibukota, perbatasan wilayah,  dan lain sebagainya.


3. Membuat Kerangka Tulisan

- Judul
- Prolog  (Berisi tentang basa-basi tentang perjalanan wisata )
- Deskripsi tempat wisata
- Objek Wisata ( Berisi tentang apa saja yang bisa dilakukan dan dinikmati di tempat wisata )
- Sejarah ( Mengulas tentang asal-usul tempat wisata kalau ada )
- Akomodasi ( berisi tentang akomodasi yang tersedia di tempat wisata )
- Akses ( rute menuju tempat wisata, jelaskan dengan baik )
- Tiket ( Harga tiket masuk, biaya parkir, biaya wahana dll )

Dengan adanya kerangka tulisan sebuah artikel traveling atau perjalanan wisata akan memiliki kualitas dan penjabaran yang sesuai dengan kalimat yang baik dan tidak rancu.

4. Cari hal unik yang ada di tempat itu

Cari sesuatu yang khas, yang tak ada di tempat lain. Jangan lupa sering bertanya pada warga, mencoba akrab sehingga warga setempat tak segan menceritakan hal unik yang ada di daerahnya.  Membuat tulisan kita semenarik mungkin, sehingga pembaca tidak hanya sekadar membaca dan tahu, tapi juga ingin mendatangi wilayah yang sudah kita kunjungi. Oleh sebab itu, biasanya di akhir penulisan kisah perjalanan ada kalimat persuasif atau ajakan pada pembaca untuk berkunjung juga di wilayah tersebut. Lebih baik lagi jika ada catatan kecil yang menuliskan rincian biaya menuju ke sana, mulai dari biaya transportasi sampai biaya penginapan.

5. Fotografi

Pengabadian gambar sangat penting bagi reportase perjalanan, karena foto lah yang membuat tulisan tersebut lebih nyata dan menarik. Mengambil foto pun tidak harus memakan kamera SLR khusus karena menggunkan camera digital ataupun kamera HP juga sudah bisa mendapatkan gambar yang bagus dan berkualitas.

(jedadulu/berbagai sumber)

0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons