meringankan bacaan berat

Tuesday, 10 January 2017

Agar tak Salah Beli, Ini Perbandingan Honda PCX dengan Yamaha NMax

Kenyamanan Honda All-New PCX sontak terusik ketika Yamaha melahirkan NMax. Keduanya bertarung di segmen yang sama, skuter semipremium berpantat bahenol. Tentu masing-masing punya ciri khas dan keunggulan. Kehadiran Yamaha NMax mau tidak mau pasti akan dibandingkan dengan skutik sejenis yang lebih dulu hadir yakni Honda PCX.

Tidak salah dan sangat wajar keduanya memang secara tampang dan dimensi benar-benar head to head. Paling kentara perbedaan keduanya jelas adalah soal brand harga. Yamaha NMax150 memiliki dua varian yaitu Non ABS yang dibanderol hanya Rp 24 juta sedangkan untuk versi ABS mencapai Rp 27,9 juta dengan status on the road Jakarta. Adapun Honda PCX Rp 39,8 juta. Sebuah perbedaan yang nilainya bisa dapat motor skutik entry level baru.

Wajar bila hingga saat ini, dari segi penjualan NMax jauh mengungguli PCX. Menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di bulan Oktober 2016 Yamaha NMax jauh meninggalkan pesaingnya tersebut dengan meraih angka sebanyak 13.999 unit atau naik 18,9 unit dari bulan sebelumnya yang memperoleh penjualan 11.772 unit. Sedangkan Honda PCX 150 pada bulan Oktober 2016 hanya memperoleh 343 unit saja.  Harga jelas masih menjadi pertimbangan utama para pembeli kendaraan di Indonesia walaupun PCX memberikan lebih banyak fitur canggih ketimbang NMax.

Meski Yamaha NMax jauh lebih murah ketimbang Honda PCX, kedua perusahaan yakni PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) menyatakan bahwa dua model ini berada di segmen berbeda, namun secara kasat mata mereka tetaplah kompetitor. Sekali lagi, Dimensi dan kubikasi tidak bisa dipungkiri, membuat dua skuter bongsor ini harus bertarung head to head.

Terlepas dari harga dan desain, salah satu faktor yang juga besar mempengaruhi orang untuk membeli produk adalah fitur, dimensi, dan pernik detail. Berikut perbandingan kedua skutik bongsor tersebut.


PCX



STARTER

Sistem starter NMAX dengan dinamo starter. Honda PCX dilengkap ACG starter yang disambungkan dengan idling stop system.

REM

Perbedaan kedua setelah harga adalah di sisi piranti keselamatan bernama rem. NMax sudah mengadopsi teknologi rem terkini khas motor-motor Eropa yakni Antilock Brake System (ABS) tidak hanya depan tapi juga belakang. Sedangkan PCX masih pakai rem combi system. Masih lebih baik dari rem konvensional tapi di bawah ABS. Yang suka dengan perangkat safety.

MESIN

Perbedaan selanjutnya adalah soal teknis performa mesin di atas kertas yang dihasilkan. Mengusung kubikasi sedikit lebih besar, NMax punya cc sebesar 155 berbanding 152,9 cc milik PCX. NMax punya output power lebih besar yakni 14,8 dk pada 8.000 rpm dan torsi 14,4 Nm di 6.000 rpm dibandingkan dengan PCX yakni 13,2 dk pada 8.500 rpm dengan torsi 13,7 Nm pada 5.500 rpm. Mesin, keduanya SOHC, berpendingin cairan, injeksi.

NMAX berkubikasi 155cc teknologi Blue Core dengan tenaga maksimal 14,8 tk @8.000rpm dan torsi 14,4 Nm @6.000 rpm. Sedangkan PCX berkubikasi 152,9cc ditopang teknologi eSP, tenaga maksimal 13,2 tk @8.500 rpm dan torsi maksimal 13,7 Nm @5.500 rpm.

DIMENSI

PCX sudah masuk skutik gambot dengan spesifikasi PxLxT adalah 1917 x 738 x 1094 mm dan sedangkan NMax yang punya dimensi 1955 x 740 x 1115. Perbedaannya tidak terlalu signifikan tapi lumayan lebih besar dari PCX. Jadi secara keseluruhan NMAX sedikit lebih bongsor. Berat NMAX 127 kg, sedangkan PCX 129 kg. Bedanya cukup tipis.

PANEL INDIKATOR

Panel indikator NMAX full digital, dengan indikator ABS, oil trip meter, konsumsi bahan bakar riil, serta indikator usia V-Belt. Sedangkan PCX mengombinasikan digital dan jarum speedometer, menampilkan indikator idling stop serta alarm.


KAKI KAKI


Kaki-kaki juga bisa diperbandingkan terutama ukuran velg dan ukuran ban. Yamaha memilih menggunakan velg ring 13″ untuk NMax, sebuah ukuran tidak umum di sini namun sangat jamak di Eropa. Sedangkan PCX dibekali velg ring 14″ oleh Honda layaknya skutik-skutik yang saat ini beredar di pasaran. Namun, walaupun velg NMax hanya 13″ tapi motor masih terlihat gagah sebab ban yang digunakan sangat gambot. Ban depan 110/70-13 dan belakang 130/70-13 artinya jauh lebih gambot dari PCX yang punya profil ban 90/90-14 depan dan 100/90-14 belakang.

FITUR


Ini menjadi pembanding selanjutnya. Sepertinya sudah menjadi khas skutik Honda, fitur adalah kekuatan utama. PCX unggul di sisi ini dibanding NMax. Lampu hazard, answer back system, pembuka jok menyatu dengan desain kunci kontak sampai shutter key atau kunci anti maling menjadi keunggulan PCX.  Panel indikator NMAX full digital, dengan indikator ABS, oil trip meter, konsumsi bahan bakar riil, serta indikator usia V-Belt. Sedangkan PCX mengombinasikan digital dan jarum speedometer, menampilkan indikator idling stop serta alarm.

NMax


Berdasarkan perbandingan PCX dan NMax, harga jelas masih menjadi pertimbangan utama para pembeli kendaraan di Indonesia sehingga membuat NMax hingga saat ini jauh lebih laris. NMax sepertinya memenuhi kebutuhan pengendara di Indonesia dengan baik, mulai dari desain, fungsi, harga, dan fitur yang ditawarkan. Walaupun PCX sebenarnya memberikan lebih banyak fitur canggih ketimbang NMax. 






0 comments :

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons