Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Disiram Air Keras, Seberapa Berbahaya Zat Ini? Kenali Fungsi Asli dan Cara Menyelamatkan Korban

Disiram Air Keras, Seberapa Berbahaya Zat Ini? Kenali Fungsi Asli dan Cara Menyelamatkan Korban

air keras
Air Keras. (Foto: Pexels)

JEDADULU.COM — Kasus penyiraman air keras kembali menyita perhatian publik. Ini setelah seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjadi korban serangan oleh orang tak dikenal pada awal Maret 2026.

Peristiwa tragis itu menimbulkan pertanyaan di masyarakat: sebenarnya apa yang dimaksud dengan air keras dan mengapa zat ini sangat berbahaya bagi manusia?

Air keras merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyebut cairan kimia bersifat sangat korosif, biasanya berupa asam kuat seperti asam sulfat, asam klorida, atau asam nitrat. Zat-zat tersebut mampu merusak jaringan organik dengan cepat, termasuk kulit manusia, sehingga seringkali digunakan dalam berbagai proses industri.

Dalam penggunaan yang semestinya, air keras memiliki fungsi penting di sektor industri dan laboratorium. Misalnya untuk membersihkan karat pada logam, mengolah bahan kimia, memproduksi pupuk, hingga digunakan dalam proses pemurnian logam dan pembuatan baterai. Beberapa jenis asam juga dipakai dalam skala kecil untuk membersihkan kerak atau sebagai bahan reaksi kimia di laboratorium.

Namun, karena sifatnya yang sangat korosif, air keras dapat menyebabkan luka serius apabila terkena tubuh manusia. Kontak langsung dengan kulit dapat menimbulkan luka bakar kimia yang dalam.

Dompet Tipis Tenang! Ini Tips Hemat ala Mahasiswa Biar Mudik Lebaran Tetap Bisa Nyengir

Kulit bisa mengalami iritasi berat, melepuh, hingga jaringan tubuh rusak secara permanen. Jika mengenai mata, korban berisiko mengalami kerusakan penglihatan bahkan kebutaan. Sementara jika uapnya terhirup, zat tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Dokter dan ahli keselamatan kerja menjelaskan bahwa pertolongan pertama sangat menentukan tingkat keparahan cedera akibat air keras. Langkah paling penting adalah segera membilas bagian tubuh yang terkena dengan air bersih yang mengalir dalam jumlah banyak selama setidaknya 20 hingga 30 menit. Proses pembilasan ini bertujuan mengencerkan dan menghilangkan sisa zat kimia dari kulit.

Korban juga perlu segera melepaskan pakaian, sepatu, atau aksesori yang terkontaminasi agar cairan kimia tidak terus bersentuhan dengan tubuh. Setelah pembilasan awal, luka sebaiknya ditutup dengan kain atau perban bersih tanpa mengoleskan bahan lain seperti salep, pasta gigi, atau zat kimia penetral yang belum tentu aman.

Jika air keras mengenai mata, korban harus segera membilas mata dengan air mengalir sambil menjaga kelopak mata tetap terbuka. Setelah itu, korban perlu segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Para ahli menekankan bahwa penanganan cepat dapat membantu mengurangi kerusakan jaringan dan mencegah dampak yang lebih parah. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memahami bahaya zat kimia korosif serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaannya.

BYD Atto 3 Terbaru Meluncur dengan Bodi Lebih Besar dan Teknologi Penggerak RWD!

Kasus penyiraman air keras sendiri kerap menjadi perhatian karena dampak fisik dan psikologis yang ditimbulkan pada korban bisa berlangsung seumur hidup. Selain penegakan hukum, edukasi publik mengenai bahaya zat kimia ini dinilai penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.

(Berbagai Sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *