Ulas Dulu
Beranda » Berita » Buku Catatan Besar dan Kecil

Buku Catatan Besar dan Kecil

Oleh Muhamad Rubiul Yatim *)

Pada suatu kegiatan kelas di kampus swasta bergengsi di Jakarta Selatan yaitu Universitas Pancasila, seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis sedang menjelaskan perihal ilmu akuntansi di kelas Akuntansi Syariah kepada mahasiswa yang ada di kelasnya.

Dosen: “Di dalam ilmu akuntansi dikenal istilah buku besar dan buku kecil.”

Mahasiswa: “Pak! Apakah perbedaan antara buku besar dan buku kecil?”

Dosen: “Buku besar merupakan kumpulan dari semua transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan untuk menjadi dasar pembuatan laporan laba rugi dan laporan neraca. Adapun buku kecil merupakan buku yang berfungsi untuk mencatat berbagai transaksi dan pengeluaran dalam sistem kas yang bernilai kecil untuk mengatasi pengeluaran sehari-hari yang tidak bisa dibayarkan dengan proses pembayaran resmi.”

Belajar Sains Jadi Lebih Seru, Papan Digital Bikin Kelas Nggak Lagi Membosankan

Mahasiswa: “Oh begitu, jadi semua aktivitas keuangan dalam suatu perusahaan akan tercatat ya Pak, baik besar maupun kecil?”

Dosen: “Betul dan tepat sekali! Semua kegiatan dan transaksi keuangan di suatu perusahaan harus tercatat baik besar maupun kecil, tanpa terkecuali.”

Dosen: “Hal yang serupa juga terjadi pada kehidupan kita kelak di masa depan.”

Mahasiswa: “Wuah, maksudnya apa itu, Pak?”

Dosen: “Maksudnya adalah di akhirat kelak, setiap kita (manusia) juga akan menerima buku catatan kegiatan di bumi ini. Semua riwayat aktivitas atau transaksi atas perilaku yang pernah kita lakukan saat hidup di dunia baik yang besar maupun yang kecil, semuanya terdokumentasikan dengan sempurna, tanpa ada yang luput sedikitpun.”

Sung Jinwoo Menghancurkan Naruto: Babak Kedua Anime Death Match

Mahasiswa: “Jadi kita semua akan menerima buku catatan amal ya, Pak?”

Dosen: “Iya, kita semua akan menerimanya. Buku catatan itu akan diberikan di padang mahsyar saat akan dihisab atau diadili di depan mahkamah persidangan yang Maha Agung di hadapan Hakim yang Maha Adil yaitu di hadapan Allah Azza wa Jalla. Semua riwayat kegiatan, aktivitas dan transaksi perilaku yang pernah kita lakukan ketika hidup di dunia baik besar maupun kecil akan terdokumentasikan semua dengan sempurna pada buku catatan itu.”

Mahasiswa: “Pak, dari mana Bapak bisa tahu bahwa kita semua akan diberikan buku catatan amal yang berisi semua catatan perilaku di dunia baik yang besar maupun yang kecil itu?”

Dosen: “Saya tahu dari firman Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Quran di Surat Al Kahfi (18) ayat 49. Di sana Allah Azza wa Jalla berfirman:

{ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَـٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِینَ مُشۡفِقِینَ مِمَّا فِیهِ وَیَقُولُونَ یَـٰوَیۡلَتَنَا مَالِ هَـٰذَا ٱلۡكِتَـٰبِ لَا یُغَادِرُ صَغِیرَةࣰ وَلَا كَبِیرَةً إِلَّاۤ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرࣰاۗ وَلَا یَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدࣰا }

Ini 10 Negara dengan Tinggi Badan Pria Terendah, Indonesia Masuk yang Mana?

Artinya: “Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.” (QS Surah Al-Kahfi ayat 49)

Mahasiswa: “Apakah benar itu akan terjadi Pak?” (mereka bertanya dengan ekspresi terkejut dan khawatir)

Dosen: “Benar wahai mahasiswaku semua, itu akan terjadi! Semua kita akan menerima buku catatan amal itu di padang mahsyar. Tidak ada yang tertinggal baik yang kecil apalagi yang besar. Tidak ada yang bisa menghindar dan lari bersembunyi dari buku itu.” (Menjawab sambil menutup wajahnya dan menangis sesunggukan membayangkan kondisi hari itu)

Mahasiswa: “Inna lillaahi wa inna ilaihi roojiun. Astaghfirulloh! Betapa sengsara dan mengkhawatirkan nasib kita nanti Pak.” (sambil menangis sesunggukan bersama seluruh isi kelas pada pagi hari itu).

Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kekuatan dan kemudahan untuk dapat mengisi buku catatan amal pribadi kita dengan perkara yang yang membawa keselamatan di akhirat kelak.

Dialog Imajiner
Al fakir
MRY

Jakarta, 16 Agustus 2025

*) Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pancasila Jakarta dan Anggota Korps Mubaligh Khairu Ummah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *