Momen
Beranda ยป Berita ยป RS Royal Progress Luncurkan Program Sertakan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Lepas

RS Royal Progress Luncurkan Program Sertakan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Lepas

Direktur Utama RS Royal Progress, dr. Ivan R Setiadarma, MM. (Foto: Istimewa)
Direktur Utama RS Royal Progress, dr. Ivan R Setiadarma, MM. (Foto: Istimewa)

NEWS — Rumah Sakit (RS) Royal Progress mengumumkan peluncuran inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan memberikan iuran gratis BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) selama enam bulan kepada 1.700 pekerja lepas di Jakarta Utara dan sekitarnya, Selasa (20/8/2024). Program Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda (Sertakan) ini bertujuan memberikan perlindungan bagi tenaga kerja terhadap risiko kecelakaan kerja serta jaminan sosial lainnya bagi pekerja yang rentan di sektor informal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah pekerja lepas di Indonesia mencapai 33,5 juta orang atau sekitar 27 persen dari total angkatan kerja. Namun, dengan berkembangnya pekerja informal ini, tantangan terkait perlindungan sosial bagi pekerja lepas juga semakin mendesak.

Sebagian besar pekerja lepas tidak memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan kecelakaan kerja. Situasi ini menempatkan mereka pada risiko tinggi dalam menjalani pekerjaan mereka.

Kecelakaan kerja di tanah air juga sangat tinggi. Data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023, menunjukkan telah terjadi lebih dari 370.747 kasus kecelakaan kerja di Indonesia dan sekitar 5,37 persen terjadi pada pekerja lepas 1. Mayoritas korbannya adalah pekerja di sektor informal atau pekerja lepas yang bergerak di sektor konstruksi, transportasi, dan pengiriman barang. Selain risiko fisik, pekerja lepas juga menghadapi ketidakpastian finansial yang tinggi ketika mereka mengalami kecelakaan kerja, karena mereka tidak memiliki jaminan sosial dan asuransi.

Menyadari pentingnya hal ini, RS Royal Progress mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan program CSR pemberian iuran gratis BPJS Ketenagakerjaan selama enam bulan kepada 1.700 pekerja lepas di Jakarta Utara dan sekitarnya. Program ini mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian, yang merupakan bagian dari layanan BPJS-TK. Dengan demikian, pekerja lepas yang terdaftar dalam program ini akan mendapatkan perlindungan yang sama dengan pekerja formal, termasuk biaya perawatan medis dan santunan jika terjadi kecelakaan kerja.

Pesut Mahakam Kritis, Tersisa 66 Ekor: KLH Siapkan Langkah Penyelamatan Darurat

Direktur Utama RS Royal Progress, dr. Ivan R Setiadarma, MM, mengatakan melalui program pemberian iuran gratis BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan para pekerja lepas mendapat pengakuan atas kontribusi mereka dan juga mendapat perlindungan saat bekerja.

"Pekerja lepas merupakan tulang punggung ekonomi, tetapi seringkali keberadaan mereka sering terabaikan dalam hal perlindungan sosial. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mendapatkan pengakuan atas kontribusi mereka semata, tetapi juga mendapat perlindungan yang layak saat menghadapi risiko kerja," kata dr Ivan R Setiadarma, Selasa (20/8/2024).

Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Dalam menjalankan komitmen ini, RS Royal Progress mendapatkan dukungan penuh dari BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Mangga Dua Jakarta Dessy Sriningsih memberikan respons positif atas bantuan yang diberikan dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja lepas.

"Kami sangat mengapresiasi atas kepedulian RS Royal Progress dalam membantu merealisasikan Program Sertakan bagi para pekerja. Sebagai rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap, RS Royal Progress dapat membantu menangani berbagai tindakan secara tuntas dan totalitas," ujar Dessy.

Dunia Rock Berduka: Brad Arnold, Vokalis 3 Doors Down Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun

Menurut Dessy, pekerja lepas memainkan peran penting dalam mendukung berbagai sektor ekonomi karena itu sangat penting untuk menjaga kualitas hidup serta memastikan bahwa layanan kesehatannya terpenuhi. โ€œKami sangat berharap dengan adanya program ini, seluruh lapisan pekerja Indonesia mendapatkan akses dan pelayanan kesehatan yang layak terutama jika dalam situasi gawat darurat," kata dia menegaskan.

Tentang RS Royal Progress

Rumah Sakit Royal Progress adalah rumah sakit swasta yang didirikan oleh Ir Bambang Sumantri pada 29 Juni 1990 dan pada waktu itu nama rumah sakit adalah Rumah Sakit Medika Gria (RSMG). Pada 18 Desember 1991 diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Adhiyatma MPH.

Baca selanjutnya…


Dalam rangka mengembangkan pelayanan medis, RSMG membuka satelit berupa Klinik Medika Gria yang di dalamnya terdiri dari Pusat Dialisis Medika Gria pada awal 2001, dan Kitty Medika Gria pada awal 2005 yang hingga kini dikenal sebagai pusat tumbuh kembang anak terbaik di Jakarta.

Drama 10 Gol di Indonesia Arena: Timnas Futsal Indonesia Gugur Lewat Penalti, Iran Pertahankan Takhta Asia

Pada 8 Agustus 2003 RSMG memutuskan untuk menjadi Rumah Sakit Pusat Laktasi dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan, dr Achmad Sujudi, SpB, MPH – karena rumah sakit ini menyadari dengan memberikan ASI kepada bayi yang baru lahir sampai dengan minimal usia 6 bulan akan membuat bayi mempunyai sistem kekebalan yang prima serta dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan medis secara berkelanjutan, RSMG mulai memperluas bangunan gedung baru berlantai 9 dan bersamaan waktu dengan selesainya bangunan baru tersebut, RSMG melakukan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui YAPMEDI (Yayasan Pengembangan Medik Indonesia) yang merupakan yayasan milik FKUI pada 18 April 2005.

Pada 1 Maret 2007 RSMG diambil alih oleh manajemen baru. Dengan ini, nama rumah sakit diganti oleh manajemen barunya menjadi Royal Progress International Hospital karena manajemen baru melakukan kerja sama dengan institusi luar negeri agar dapat terus mengikuti perkembangan teknik kedokteran yang terkini dan berstandar internasional.

Royal Progress International Hospital diresmikan oleh Menteri Kesehatan, dr Adhiyatma MPH, dan telah melayani pasien sejak tahun 1990. Dengan luas tanah sebesar 4.940 m2, dan gedung 9 lantai yang terletak di lokasi strategis di jantung Jakarta Utara, rumah sakit ini memberikan pelayanan 24 jam dengan senyuman.

RS Royal Progress pada 23 Agustus 2012 telah dinyatakan lulus Akreditasi KARS 2012 dengan kelulusan Paripurna yang merupakan standar yang lengkap dan menyeluruh tentang pelayanan berfokus pada pasien, manajemen RS, sasaran keselamatan, dan kenyamanan pasien. Royal Progress pun kini terus memberikan dan meningkatkan sistem pelayanan dengan penuh cinta kasih.