Momen
Beranda » Berita » Roger Allers, Sutradara Animasi Legendaris The Lion King Tutup Usia

Roger Allers, Sutradara Animasi Legendaris The Lion King Tutup Usia

Roger Allers, sutradara film animasi legendaris The Lion King, meninggal dunia pada Sabtu di usia 76 tahun, Minggu (18/1/2026). (Foto: Kolase Wikipedia)

JEDADULU.COM; JAKARTA — Dunia animasi kehilangan salah satu figur pentingnya. Roger Allers, sutradara film animasi legendaris The Lion King, meninggal dunia pada Sabtu (17/1/2026) di usia 76 tahun.

Allers mengembuskan napas terakhir secara mendadak di kediamannya di Santa Monica, Amerika Serikat, setelah mengalami sakit singkat. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh perwakilan Disney Animation kepada The Hollywood Reporter pada Minggu (18/1/2026) waktu setempat.

Kepergian Allers meninggalkan jejak panjang dalam sejarah animasi dunia, khususnya pada era keemasan Walt Disney Animation Studios.

CEO Disney Bob Iger menyebut Allers sebagai sosok visioner yang kontribusinya akan terus hidup lintas generasi. Menurut Iger, Allers memiliki pemahaman mendalam tentang kekuatan penceritaan, mulai dari pengolahan karakter, emosi, hingga musik yang melekat di benak penonton.

“Roger membantu mendefinisikan sebuah era animasi yang hingga kini masih menginspirasi penonton di seluruh dunia. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan warisan karyanya. Pikiran dan doa kami menyertai keluarga, sahabat, serta rekan-rekannya,” ujar Iger dalam pernyataan resmi.

Duka Dunia Hiburan, Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal di Usia 26 Tahun

Penghormatan juga datang dari produser The Lion King, Don Hahn. Ia menggambarkan Allers sebagai pribadi langka yang selalu ingin tahu, ceria, dan memiliki semangat kemanusiaan yang kuat.

Sosok yang Mampu Melihat Keajaiban

Bagi Hahn, Allers adalah sosok yang mampu melihat keajaiban dalam hal-hal sederhana dan menerjemahkannya ke dalam cerita yang menyentuh. “Dia akan selalu hidup melalui karya-karyanya dan di hati semua orang yang berkesempatan mengenalnya,” kata Hahn.

Roger Allers lahir di Rye, New York, pada 29 Juni 1949. Ketertarikannya pada dunia animasi tumbuh sejak usia muda, hingga akhirnya mengantarkannya meraih gelar seni rupa dari Arizona State University. Karier profesionalnya berkembang pesat di Disney, tempat ia terlibat dalam sejumlah film animasi ikonik.

Puncak karier Allers datang saat ia memulai debut penyutradaraannya melalui The Lion King (1994) bersama Rob Minkoff. Film tersebut meraih kesuksesan fenomenal dengan pendapatan hampir 979 juta dolar AS di box office global dan menjadi film terlaris sepanjang tahun 1994.

Persija Resmi Rekrut Shayne Pattynama, Skuad Macan Kemayoran Semakin Kokoh di Sisi Kiri

Sebelum sukses besar tersebut, Allers telah ambil bagian dalam penggarapan film-film Disney lain seperti The Little Mermaid, Beauty and the Beast, Aladdin, Oliver & Company, hingga The Rescuers Down Under. Ia juga turut berkontribusi dalam pengembangan Tron (1982), salah satu film fitur awal yang memanfaatkan teknologi CGI secara luas.

Tak hanya di layar lebar, Allers juga menorehkan prestasi di panggung teater. Bersama Irene Mecchi, ia mengadaptasi The Lion King ke dalam bentuk musikal Broadway, yang mengantarkannya meraih nominasi Tony Award 1998 untuk kategori buku musikal terbaik.

Pada tahun-tahun berikutnya, Allers memperluas kiprahnya dengan ikut menyutradarai Open Season (2006) untuk Sony Pictures serta menulis dan menyutradarai adaptasi animasi The Prophet karya Kahlil Gibran pada 2015. Ia juga meraih nominasi Academy Award untuk film pendek animasi terbaik lewat The Little Matchgirl (2006).

Sejumlah karya lain yang pernah melibatkan Allers antara lain Watership Down, The Bugs Bunny/Road-Runner Movie, Return to Never Land, Back to the Jurassic, hingga Ted dan Ted 2.

Roger Allers meninggalkan dua orang anak, Leah dan Aidan, serta pasangannya, Genaro. Warisan karyanya akan terus hidup, menemani generasi penonton yang tumbuh bersama kisah-kisah penuh makna dari dunia animasi.

Cuaca Ekstrem Plus Banjir Jakarta Picu WFH dan PJJ, Orang Tua Lega tapi Siswa Curhat Sekolah Online Lagi

(Editor: Endro Yuwanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *