JEDADULU.COM — Belanja online di marketplace memang praktis dan sering menawarkan harga yang jauh lebih murah. Namun di balik kemudahan tersebut, ada risiko besar yang sering tidak disadari konsumen yakni produk palsu atau tidak original yang disamarkan dengan berbagai istilah khusus.
Penjual nakal kerap menggunakan kata-kata tertentu agar terkesan “aman”, “mirip asli”, atau “legal”, padahal sebenarnya produk tersebut bukan barang original.
Banyak konsumen mengira selama tidak tertulis kata “palsu”, maka produk tersebut aman. Padahal faktanya istilah-istilah ini sengaja dibuat abu-abu secara hukum. Banyak marketplace tidak langsung menindak jika tidak tertulis “KW”.
Konsumen sering baru sadar setelah barang diterima. Akibatnya yang terjadi adalah rugi secara finansial karena kualitas barang jauh dari ekspektasi. Tidak ada garansi resmi, malah terkadang bisa berbahaya terutama untuk kosmetik, elektronik, dan spare partnya.
Daftar Istilah Barang/Produk Palsu yang Sering Ada di Marketplace
1. KW (Kualitas Tiruan)
Merupakan istilah paling umum dan paling jelas. KW= tiruan dari produk asli. Biasanya dibagi lagi menjadi: KW Super, KW Premium, KW1/ KW Ori (istilah menyesatkan)
Fakta penting: Semua barang KW tetap bukan original, meskipun kualitasnya terlihat bagus.
2. OEM (Original Equipment Manufacturer) –
PALING SERING MENIPU Ini salah satu istilah paling berbahaya. Yang diklaim penjual: “OEM sama dengan yang dipakai brand” “Barang pabrik yang sama”.
Fakta sebenarnya adalah OEM tidak selalu berarti original.
Banyak produk OEM di marketplace: Tidak punya izin merek, tidak lolos QC brand, diproduksi tanpa standar resmi. Jika dijual bebas tanpa kemasan resmi brand, hampir pasti bukan produk original.
3. Replika/Replica
Biasanya digunakan untuk fashion, jam, sepatu, tas, dan aksesoris.
Ciri-ciri: Meniru desain asli. Logo dan bentuk Sangat mirip. Harga jauh lebih murah. Kesimpulannya, Replika adalah barang palsu yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya.
4. Grade AAA/Grade Original/Premium Quality
Istilah ini tidak memiliki standar resmi. Tujuannya antara lain adalah memberi kesan kualitas tinggi, menghindari kata “palsu”atau “KW” Faktanya tidak ada brand resmi yang memakai istilah “Grade AAA” Murni. Istilah marketing Jika produk original, tidak perlu embel-embel grade.
5. Mirror / 1:1 / Copy Ori
Biasanya dipakai pada produk fashion dan jam tangan
Makna sebenarnya:
â—Ź Dibuat semirip mungkin dengan aslinya
â—Ź Desain, warna, logo ditiru Catatan penting: 1:1 bukan berarti asli, tapi tiruan paling mirip.
6. Like Original / Look Like Ori
Bahasa yang sengaja dibuat aman. Biasanya disebut ” Mirip produk original” Padahal bukan produk original. Biasanya digunakan agar tidak melanggar aturan marketplace dan tetap bisa menarik pembeli awam.
7. Inspired / Inspired By
Sering muncul pada pakaian, sepatu, dan aksesoris. Maknanya adalah produk terinspirasi dari brand terkenal. Desain mendekati, tapi bukan produk resmi.
Waspada jika logo sama, nama brand sama maka itu tetap termasuk palsu, meski disebut “inspired”.
8. BM (Black Market)
Sering dianggap “asli tapi murah. Barang BM masuk tanpa jalur resmi sehingga tidak ada garansi resmi. Risiko barang refurbish atau palsu walaupun tidak semua BM palsu, tapi risikonya sangat tinggi dan merugikan konsumen.
9. Refurbished / Rekondisi
Produk bekas yang diperbaiki. Masalah yang sering terjadi adalah dijual tanpa keterangan jelas. Diklaim “seperti baru”. Komponen sudah diganti. Jika tidak tertulis jelas “refurbished resmi”, maka patut dicurigai.
10. No Box / Bulk /White Box
Sering digunakan untuk elektronik dan aksesoris. Artinya adalah tidak ada kemasan resmi. Tidak ada segel pabrik. Risiko barang yang diterima adalah barang reject, barang palsu, ataupun barang bekas. Karena produk original selalu memiliki kemasan resmi.
Ciri-Ciri Produk Marketplace yang Patut Dicurigai
•Harqa terlalu jauh di bawah harqa resmi
• Deskripsi bertele-tele tapi tidak menyebut “original resmi”
•Tidak ada garansi distributor
• Foto produk hasil edit atau foto stok Iuar negeri
• Review terlihat tidak natural atau seragam
Tips Aman Agar tidak Tertipu Barang Palsu
1. Bandingkan deng harga di website resmi brand
2. Cari kata “Garansi Resmi”
3. Cek toko: usia, rating, dan ulasan negatif
4. Hindari istilah-istilah di atas jika mencari barang original
5. Jangan tergiur kata “mirip”, “setara”, “grade” .
Penjual barang palsu di marketplace semakin pintar memainkan kata. Istilah seperti OEM, Grade AAA, Mirror, Like Original, dan Inspired sering digunakan untuk mengelabui konsumen awam.
Sebagai pembeli, Anda perlu lebih kritis: Jika bukan dari toko resmi atau distributor resmi, dan menggunakan istilah abu-abu, maka besar kemungkinan barang tersebut bukan original. Dengan memahami istilah-istilah di atas, Anda bisa berbelanja online dengan lebih aman, cerdas, dan terhindar dari kerugian.
(***)

Komentar