Jalan-Jalan
Beranda » Berita » Bukan Sekadar Wacana di 2026, Begini Cara Pelan-Pelan Wujudkan Liburan ke Jepang

Bukan Sekadar Wacana di 2026, Begini Cara Pelan-Pelan Wujudkan Liburan ke Jepang

liburan di jepang
Menaruh Jepang di daftar resolusi traveling 2026 bukan mimpi yang terlalu muluk. Justru, dua tahun ke depan adalah waktu yang pas buat mulai menyiapkan rencana dengan lebih santai dan terukur. (Foto: Freepik)

JEDADULU.COM — Menaruh Jepang di daftar resolusi traveling 2026 bukan mimpi yang terlalu muluk. Justru, dua tahun ke depan adalah waktu yang pas buat mulai menyiapkan rencana dengan lebih santai dan terukur.

Buat banyak traveler muda Indonesia, Jepang masih jadi destinasi impian yang sulit ditolak, mulai dari hiruk-pikuk Tokyo sampai suasana hangat Hakata di Fukuoka.

Bukan cuma soal foto estetik atau belanja, Jepang menawarkan pengalaman perjalanan yang lengkap: budaya, kuliner, transportasi rapi, hingga kota-kota dengan karakter yang kuat dan kontras satu sama lain.

Tokyo: Dinamis, Empat Musim, dan Selalu Hidup

Sebagai ibu kota, Tokyo menyuguhkan pengalaman kota metropolitan yang nyaris tak pernah tidur. Keunggulan Tokyo ada pada fleksibilitas waktunya—kota ini bisa dikunjungi sepanjang tahun, tergantung pengalaman apa yang ingin dirasakan.

Sering tak Enak Badan Saat Traveling? Ahli Ini Ungkap Biang Keroknya

Musim semi, sekitar Maret hingga April, kerap jadi pilihan favorit karena udara sejuk dan momen bunga sakura bermekaran. Alternatif lainnya adalah musim gugur pada Oktober–November, saat dedaunan berubah warna dan suasana kota terasa lebih tenang namun tetap hidup.

Fukuoka: Hangat, Santai, dan Surga Kuliner

Berbeda dengan Tokyo, Fukuoka di Pulau Kyushu menawarkan ritme yang lebih santai. Iklimnya cenderung lebih hangat, cocok buat traveler yang suka eksplorasi jalan kaki tanpa terburu-buru.

Musim semi dan gugur tetap jadi waktu terbaik, terutama untuk menikmati area Hakata yang terkenal dengan budaya makan ramen di yatai—kedai kaki lima malam hari yang jadi ciri khas kota ini.

Destinasi Underrated yang Wajib Masuk Wishlist

Introvert Tetap Bisa Punya Teman Baru Saat Liburan, Ini Trik Santainya

Selain spot populer, pengalaman Jepang justru sering datang dari tempat-tempat yang tak terlalu ramai. Shimokitazawa di Tokyo, misalnya, dikenal sebagai kawasan kreatif dengan toko vintage, kafe kecil, dan vibe anak muda yang artsy.

Sementara di Fukuoka, berburu ramen di yatai Hakata saat malam hari memberikan sensasi lokal yang sulit ditiru—makan hangat di udara malam sambil berbincang dengan warga lokal.

Perbedaan karakter dua kota ini justru jadi daya tarik utama: Tokyo dengan energi metropolitan, Fukuoka dengan kehangatan dan rasa “pulang”.

Mulai dari Sekarang: Traveling Itu Proses, Bukan Sekadar Berangkat

Menyiapkan perjalanan jauh seperti ke Jepang tak harus instan. Menabung, menyusun itinerary, dan riset kecil-kecilan justru bisa jadi bagian paling seru dari perjalanan itu sendiri.

Menjelajah Ragunan di Bawah Cahaya Malam, Wisata Edukatif yang Kian Diminati

Sambil menunggu waktu berangkat, menghadirkan nuansa Jepang di rumah juga bisa jadi pemantik semangat. Dari playlist city pop, nonton film Jepang, sampai menikmati ramen ala Jepang di rumah—semua itu bikin rasa excited tetap terjaga.

Traveling Plan ke Jepang: Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

  1. Siapkan Tabungan dan Target yang Realistis

Langkah pertama selalu soal finansial. Tentukan target keberangkatan, estimasi biaya (tiket, akomodasi, makan, transportasi), lalu pecah jadi target tabungan bulanan. Dengan waktu persiapan panjang, beban terasa jauh lebih ringan.

  1. Riset Destinasi, Transportasi, dan Akomodasi

Pelajari jalur kereta, kartu transportasi seperti JR Pass atau IC Card, serta lokasi penginapan yang dekat stasiun. Jepang terkenal ramah pejalan kaki, jadi lokasi strategis sangat berpengaruh pada kenyamanan perjalanan.

  1. Jangan Lupa Berburu Kuliner

Ramen, sushi, takoyaki, sampai street food lokal wajib masuk itinerary. Setiap kota punya ciri khas rasa sendiri. Bahkan kedai kecil di gang sempit sering kali menyimpan rasa otentik yang tak kalah dari restoran terkenal.

  1. Tentukan Waktu Terbaik Sesuai Gaya Traveling

Apakah ingin berburu sakura, menikmati autumn vibes, atau sekadar jalan santai tanpa cuaca ekstrem? Menyesuaikan musim dengan gaya traveling akan sangat memengaruhi pengalaman keseluruhan.

  1. Urus Dokumen Sejak Dini

Paspor, visa Jepang, hingga asuransi perjalanan sebaiknya dipersiapkan jauh-jauh hari. Selain lebih tenang, kamu juga punya waktu cadangan kalau ada dokumen yang perlu dilengkapi.

  1. Sisakan Ruang untuk Eksplorasi Spontan

Itinerary memang penting, tapi jangan terlalu kaku. Justru momen nyasar, menemukan kafe kecil, atau ikut antre di kedai lokal sering jadi cerita paling berkesan saat pulang.

Jepang mungkin masih dua tahun lagi di kalender, tapi rasanya boleh kok mulai diusahakan dari sekarang. Karena sejatinya, traveling bukan cuma soal sampai tujuan—tapi juga tentang proses menunggu, merencanakan, dan menikmati tiap langkah menuju mimpi itu sendiri.

(Sumber: JNTO, Time Out Tokyo & Time Out Fukuoka, Japan Guide, Nippon.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *