JEDADULU.COM — Penggemar My Dress-Up Darling kini mendapatkan sedikit pandangan dari balik layar mengenai masa depan seri ini. Anime! Anime! mewawancarai staf produksi utama, termasuk Sho Someno (produser animasi Season 2),
Shota Umehara (produser animasi Season 1 dan production desk Season 2), serta Rikako Yamamoto (setting production). Dalam wawancara tersebut, mereka membahas reaksi penonton terhadap seri ini dan membagikan detail di balik layar, seperti bagaimana tim produksi membeli dan mengenakan item cosplay sebagai referensi visual, serta tantangan dalam memproduksi anime orisinal yang ada di dalam dunia My Dress-Up Darling.
Si Boneka Rias Sedang Jatuh Cinta, yang dirilis dalam bahasa Inggris berjudul My Dress-Up Darling adalah seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Shinichi Fukuda. Adaptasi seri animenya diproduksi oleh studio CloverWorks dan ditayangkan pada Januari hingga Maret 2022.
Anime ini menceritakan tentang Wakana Gojō, seorang siswa SMA tahun pertama yang bercita-cita menjadi pengrajin boneka hina. Suatu hari saat semester pertama, Marin Kitagawa, teman sekelas Wakana yang populer, melihatnya membuat kostum boneka di ruang pakaian sekolah.
Marin, yang telah lama ingin cosplay dan telah mengamati keterampilan Wakana dalam menjahit, memintanya untuk membuat kostum karakter dari video game yang dikaguminya. Namun, Wakana tidak pernah membuat kostum dalam skala manusia dan didorong oleh emosi Marin yang kuat, ia menerima permintaan Marin.
Bagi penggemar Season 2 yang menantikan pengumuman Season 3, Umehara menegaskan:
“Produksi saat ini masih ‘kosong total’—belum ada yang diputuskan atau dimulai—tapi jika semuanya memungkinkan, saya ingin membuat Season berikutnya. Saya tidak bisa membuat anime yang asal-asalan. Saya ingin mengekspresikan rasa terima kasih saya kepada semua penonton.”
Umehara juga menambahkan bahwa dukungan penonton sangat penting: menonton Season 2, membeli karya asli, merchandise, atau DVD/Blu-Ray bukan hanya sebagai bentuk konsumsi biasa, melainkan sesuatu yang spesial. Tanpa dukungan penggemar baru maupun lama, pertumbuhan My Dress-Up Darling akan terhambat.
Selain itu, Umehara menjelaskan bahwa lini produksi mereka saat ini hanya memungkinkan pembuatan satu karya per tahun. Hal ini ia sampaikan dalam konteks bagaimana Season 2 memanfaatkan berbagai anime orisinal dalam ceritanya, memberikan kesempatan bagi banyak anggota tim berbakat untuk membuat desain karakter—kesempatan yang mungkin tidak mereka dapatkan di proyek lain.
Wawancara ini memberikan sedikit harapan bagi penggemar yang ingin melihat Season 3, sekaligus memperlihatkan dedikasi staf dalam menjaga kualitas animasi dan cerita. Meskipun saat ini proyek selanjutnya belum dimulai, keinginan dan perhatian terhadap penggemar tetap menjadi prioritas utama tim produksi.
(Sumber: Anime! Anime!)

Komentar