Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Spanyol Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos, Ternyata Negara Lain Sudah Lebih Dulu Bergerak!

Spanyol Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos, Ternyata Negara Lain Sudah Lebih Dulu Bergerak!

Pelarangan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai bagian dari agenda besar regulasi teknologi dan perlindungan anak di internet.
Pelarangan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai bagian dari agenda besar regulasi teknologi dan perlindungan anak di internet. (Foto: Freepik)

JEDADULU.COM — Pemerintah Spanyol bersiap mengambil langkah tegas di ruang digital. Perdana Menteri (PM) Pedro Sรกnchez mengumumkan rencana pelarangan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai bagian dari agenda besar regulasi teknologi dan perlindungan anak di internet.

Kebijakan ini, kata Sรกnchez, bukan sekadar imbauan moral. Platform seperti TikTok, Instagram (Meta), hingga layanan lain wajib memiliki sistem verifikasi usia yang benar-benar efektif. Bukan lagi sekadar kotak centang โ€œI am over 13โ€, melainkan penghalang teknis yang nyata.

โ€œSpanyol akan melarang akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Platform wajib menerapkan verifikasi usia yang berfungsi,โ€ kata Sรกnchez. Rancangan aturan ini akan diajukan ke Dewan Menteri sebagai prioritas kebijakan digital pemerintah.

Langkah ini menjadi bagian dari paket regulasi untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan demokratis, sekaligus menekan penyebaran konten berbahaya, ujaran kebencian, dan praktik penyalahgunaan algoritma oleh perusahaan teknologi besar.

Yang menarik, Sรกnchez juga menyinggung tanggung jawab pidana bagi petinggi perusahaan teknologi jika terbukti lalai menghapus konten ilegal. Pemerintah bahkan membuka kemungkinan kerja sama dengan kejaksaan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran di sejumlah platform populer.

10 PTN yang Membuka Jalur Tahfidz Qur’an 2026 Plus Jadwal Pendaftaran dan Syarat Lengkapnya

Langkah Spanyol sejatinya bukan yang pertama di Eropa, bahkan dunia.

Bukan Spanyol Saja, Negara Lain Sudah Bergerak

๐Ÿ‡ซ๐Ÿ‡ท Prancis

Batas Usia: 15 Tahun + Izin Orang Tua
Prancis mewajibkan persetujuan orang tua bagi anak di bawah 15 tahun untuk membuat akun media sosial sejak 2023 sebagai bagian dari perlindungan anak di ruang digital.

๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris

Online Safety Act
Inggris memberi kewenangan besar kepada regulator untuk memaksa platform melindungi anak dari konten berbahaya, termasuk penguatan verifikasi usia pengguna.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡น Italia

Verifikasi Usia Ketat
Italia pernah memblokir TikTok setelah kasus tragis pada anak. Kini negara tersebut menerapkan sistem verifikasi usia yang jauh lebih ketat di platform digital.

๐Ÿ‡ฆ๐Ÿ‡บ Australia

Wacana Larangan di Bawah 16 Tahun
Pemerintah Australia tengah menggodok aturan pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi kesehatan mental generasi muda.

๐Ÿ‡บ๐Ÿ‡ธ Amerika Serikat (Utah & Arkansas)

Izin Orang Tua Wajib
Beberapa negara bagian AS mewajibkan persetujuan orang tua sebelum anak bisa memiliki akun media sosial, sekaligus pembatasan jam akses.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ช Irlandia

Age of Digital Consent: 16 Tahun
Irlandia menetapkan usia persetujuan digital 16 tahun berdasarkan regulasi perlindungan data anak (GDPR). Platform wajib memastikan anak di bawah usia ini mendapat izin orang tua.

Gelombang regulasi ini muncul dari kekhawatiran yang sama: kesehatan mental anak, paparan konten ekstrem, kecanduan digital, dan lemahnya kontrol usia di platform global.

Kenapa Usia 16 Tahun?

Para pembuat kebijakan di Eropa menilai usia 16 menjadi batas yang lebih realistis secara psikologis dan hukum dibanding standar lama 13 tahun yang dipakai banyak platform. Pada usia tersebut, anak dianggap memiliki kematangan lebih baik dalam memilah informasi dan risiko digital.

Bagi Spanyol, ini juga soal kedaulatan digital. Sรกnchez menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan perusahaan teknologi global dalam menetapkan aturan perlindungan warganya.

Kisah Virginia Giuffre: Dari Korban Jaringan Eksploitasi Anak ke Suara Pemberani yang Mengguncang Takhta dan Elite Global

Jika disahkan, kebijakan ini berpotensi mengubah cara platform beroperasi di Spanyol, sekaligus menjadi preseden baru di Uni Eropa dalam mengatur relasi antara anak, orang tua, negara, dan raksasa teknologi.

(Sumber: Sputnik, Online Safety Act)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *