JEDADULU.COM — Kasih sayang bukan sekadar soal perasaan hangat di hati – bidang neuropsikofarmakologi dan psikoneuroimunologi menunjukkan bahwa hubungan sosial dan rasa dicintai secara nyata berkaitan langsung dengan sistem imun tubuh. Artinya, tidak hanya sekadar metafora: kasih sayang memengaruhi kesehatan fisik dan mental kita secara biologis.
Apa Kata Penelitian Neuropsychopharmacology 2017 tentang Otak, Perasaan, dan Imunitas? Sebuah review besar yang dipublikasikan di Neuropsychopharmacology pada awal 2017 menjelaskan bahwa sistem imun dan perilaku sosial bukanlah dua hal yang terpisah. Sebaliknya, keduanya saling mengatur dan saling memberi pengaruh.
Dalam konteks ini:
• Rasa terhubung secara sosial dan merasa dicintai cenderung menurunkan aktivitas inflamasi yang berlebihan (reaksi imun yang kronis) dan meningkatkan respons imun yang sehat.
• Sebaliknya, isolasi sosial, ditinggalkan, atau merasa tidak dicintai meningkatkan pro-inflamasi (kimia radang tubuh), yang merupakan faktor risiko terhadap banyak penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, depresi kronis, dan gangguan metabolik.
Singkatnya, kondisi sosial yang penuh kasih tidak hanya membuat kita merasa baik, tapi juga mempengaruhi fungsi sistem imun secara nyata, meminimalkan respons stres inflamasi dan membantu tubuh lebih siap melawan ancaman penyakit.
Mengapa Kasih Sayang “Membantu” Sistem lmun? Penjelasan ilmiahnya terkait beberapa mekanisme:
1. Respon imun terhadap isolasi sosial.
Riset menunjukkan bahwa ketika seseorang tidak terhubung kepada orang lain (mis. merasa sendirian), tubuhnya akan meningkatkan respons inflamasi sebagai adaptasi evolusioner menghadapi “ancaman” lingkungan sosial -padahal efeknya justru merugikan kesehatan modern.
2. Infeksi dan Stres Sosial. Isolasi sosial juga membuat tubuh lebih sensitif terhadap stres, dan respons stres ini sendiri memicu pelepasan sitokin pro- inflamasi yang berlebihan. Inilah yang sering dihubungkan dengan gangguan mood dan penyakit kronis.
3. Perasaan aman & Koneksi sosial itu “antiradang”.
Ketika perasaan kasih sayang tercukupi, sistem saraf pusat merespon dengan menekan produksi hormon stres yang merusak, yang secara tidak langsung menjaga sistem imun tetap seimbang.
Dampak Bila Seseorang tidak Mendapat Kasih Sayang yang Layak
Ketika seseorang kurang atau kehilangan hubungan kasih sayang dalam jangka panjang sejumlah konsekuensi biologis dan psikologis sering terjadi:
- Aktivasi respons inflamasi berlebihan. Tubuh menganggap isolasi sosial sebagai ancaman, dan merespon dengan menaikkan kerja sistem imun yang tidak sehat. Ini dipandang sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung, diabetes, gangguan mood, hingga penuaan dini.
- Perubahan neurobiologis. Hubungan sosial yang buruk berkaitan dengan peningkatan sensitivitas terhadap rasa sakit sosial atau psikologis. Aktivitas otak merespon ancaman sosial dengan cara yang mirip dengan respons terhadap ancaman fisik 一opsi ini bisa memperburuk stres dan kecemasan.
- Dampak mental jangka panjang. Rasa kurang dicintai berkaitan dengan risiko depresi dan isolasi psychosocial lainnya, yang lagi-lagi memengaruhi kerja sistem imun di level yang mendalam melalui sumbu otak- imun. Intinya, ketika kasih sayang kurang terpenuhi, tubuh cenderung mempertahankan keadaan “siaga” secara imunologis, yang justru berdampak negatif bila terjadi dalam jangka panjang.
Apa Dampaknya Bila Mendapat Kasih Sayang yang Layak? Sebaliknya, ketika seseorang merasakan kasih sayang yang sehat dan konsisten, sejumlah efek positif pada sistem imun bisa muncul.
Seperti, Inflamasi tubuh lebih terkontrol
Dukungan sosial membuat respons inflamasi turun, yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis dan memfasilitasi penyembuhan dari luka atau infeksi lebih cepat.
Kesehatan mental lebih stabil. Rasa dicintai dapat meredakan kecemasan dan stres, yang pada gilirannya menurunkan hormon stres seperti kortisol – hormon yang bila berlebihan bisa melemahkan pertahanan imun.
Imunitas lebih seimbang. Hubungan sosial dan dukungan emosional juga berhubungan dengan pola ekspresi gen imun yang lebih sehat -misalnya peningkatan kemampuan tubuh melawan virus sambil menekan respons inflamasi yang tidak perlu.
Kasih Sayang, Otak & Kekebalan -Terhubung Secara Biologis. Kasih sayang bukan sekadar perasaan manis 一ia adalah komponen biologis yang memengaruhi kesehatan tubuh secara nyata. llmu dari neuropsychopnarmacology dan psikoneuroimunologi menunjukkan bahwa
Rasa dicintai dan dukungan sosial yang layak bisa menenangkan sistem imun, mencegah inflamasi berlebihan, dan memperkuat keseimbangan kesehatan.
Sebaliknya, kurangnya kasih sayang secara kronis memicu respons imun yang berlebihan, meningkatkan risiko penyakit fisik dan gangguan mental.
Dengan kata lain, saat kita berbicara tentang kesehatan, kita tidak cukup berpikir secara terpisah antara “tubuh” dan“perasaan” Karena keduanya saling terjalin begitu kuat, dan ilmu modern mulai membuktikannya secara tegas.
(Berbagai Sumber)

Komentar