JEDADULU.COM — Musim hujan kerapkali dianggap penghalang untuk bepergian. Namun, data terbaru justru menunjukkan sebaliknya: banyak wisatawan Indonesia tetap merencanakan liburan, dengan memilih destinasi yang menawarkan pengalaman nyaman dan berkesan saat cuaca basah.
Platform perjalanan digital Agoda mencatat tren tersebut melalui lonjakan pencarian akomodasi pada awal tahun 2026 ini. Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan, menyebut musim hujan justru mendorong wisatawan mencari tempat yang tetap menarik dikunjungi tanpa terganggu cuaca.
Berdasarkan data pencarian akomodasi periode 1–25 Januari 2026 dengan tanggal check-in Februari hingga Maret 2026, berikut lima destinasi favorit masyarakat Indonesia saat musim hujan.
🌧️ Bali: Hujan Tropis yang Menghidupkan Alam
Bali kembali menempati posisi teratas dengan kenaikan pencarian akomodasi 27 persen dibanding tahun lalu. Area Ubud menjadi magnet utama.
Saat hujan turun, sawah berundak dan hutan tropis Ubud tampak lebih hijau dan hidup. Wisatawan cenderung mengisi waktu dengan aktivitas yang tetap nyaman di dalam atau semi-terbuka: spa, retret yoga, kafe butik, hingga berburu karya seni di galeri-galeri lokal.
Pertunjukan tari tradisional Bali di ruang tertutup juga menjadi alternatif hiburan yang diminati.
🌫️ Bandung: Udara Dingin, Kuliner Hangat
Di posisi kedua, Bandung mencatat kenaikan pencarian 27 persen. Kota yang dijuluki ‘Paris van Java’ ini justru terasa semakin nyaman saat hujan.
Udara dingin berpadu kabut tipis membuat suasana kota romantis. Menikmati batagor, seblak, atau cuanki yang masih mengepul di pinggir jalan menjadi pengalaman khas. Wisatawan juga banyak menuju Lembang dan Dago Pakar untuk bersantap di restoran berpanorama lembah yang diselimuti kabut.
☕ Yogyakarta: Ritme Lambat yang Hangat
Kenaikan tertinggi terjadi di Yogyakarta dengan lonjakan 40 persen. Musim hujan menghadirkan suasana yang lebih tenang dan nostalgik.
Destinasi beratap seperti Keraton Yogyakarta dan Museum Ullen Sentalu menjadi pilihan favorit. Aktivitas minum kopi joss di angkringan terasa semakin pas ditemani rintik hujan. Tak sedikit pula wisatawan yang mengikuti kelas membatik untuk mengisi waktu secara kreatif.
🏞️ Malang dan Batu: Wisata Museum di Tengah Sejuknya Hujan
Wilayah Malang mencatat kenaikan 47 persen, disusul kawasan Batu yang dikenal dengan ragam destinasi indoor.
Wisatawan banyak mengunjungi Museum Angkut, Museum Brawijaya, dan Museum Mpu Purwa. Opsi wisata dalam ruangan ini membuat perjalanan tetap nyaman sekaligus edukatif di tengah cuaca basah.
🌿 Bogor: Kota Hujan yang Selalu Memikat
Julukan “Kota Hujan” tampaknya selaras dengan tren ini. Bogor mencatat kenaikan pencarian 15 persen.
Kebun Raya Bogor terlihat semakin hijau seusai hujan. Kuliner seperti asinan Bogor dan soto kuning terasa lebih nikmat disantap saat udara dingin.
Banyak wisatawan juga memilih bersantai di vila kawasan Puncak sambil menikmati teh hangat dari perkebunan sekitar.
Musim Hujan Bukan Halangan, Justru Daya Tarik
Data Agoda memperlihatkan bahwa hujan bukan lagi alasan untuk menunda liburan. Sebaliknya, suasana basah, udara sejuk, kabut tipis, dan pilihan aktivitas indoor justru menciptakan pengalaman perjalanan yang berbeda—lebih intim, hangat, dan berkesan.
(Sumber: Agoda)

Komentar