Tontonan
Beranda » Berita » Nonton Bareng Film Taj Mahal, Fadli Zon Soroti Pesan Cinta dan Diplomasi Budaya India–Indonesia

Nonton Bareng Film Taj Mahal, Fadli Zon Soroti Pesan Cinta dan Diplomasi Budaya India–Indonesia

Suasana hangat terasa di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta, saat film kolosal Taj Mahal: An Eternal Love Story resmi diputar perdana di Indonesia, Jumat (13/2/2026). Pemutaran spesial ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang memberikan apresiasi atas kekuatan narasi dan nilai sejarah film tersebut.
Suasana hangat terasa di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta, saat film kolosal Taj Mahal: An Eternal Love Story resmi diputar perdana di Indonesia, Jumat (13/2/2026). Pemutaran spesial ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang memberikan apresiasi atas kekuatan narasi dan nilai sejarah film tersebut. (Foto: Kementerian Kebudayaan)

JEDADULU.COM; JAKARTA — Suasana hangat terasa di Cinema XXI Plaza Senayan, Jakarta, saat film kolosal Taj Mahal: An Eternal Love Story resmi diputar perdana di Indonesia, Jumat (13/2/2026). Pemutaran spesial ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang memberikan apresiasi atas kekuatan narasi dan nilai sejarah film tersebut.

Film garapan sutradara sekaligus produser Akbar Khan ini mengangkat kisah cinta legendaris Pangeran Khurram—yang kelak dikenal sebagai Shah Jahan—dan Arjumand Banu Begum atau Mumtaz Mahal. Dari kisah cinta itulah lahir Taj Mahal, monumen megah yang kini diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Epik Cinta di Tengah Intrik Kekaisaran Mughal

Taj Mahal: An Eternal Love Story membawa penonton menyelami dinamika Kekaisaran Mughal—mulai dari intrik politik, perebutan takhta, hingga konflik istana—yang menjadi latar kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal.

Lebih dari sekadar drama romantis, film ini menampilkan produksi kolosal dengan tata artistik megah, kostum autentik, serta sentuhan musik khas India yang memperkuat emosi setiap adegan. Pesan yang diusung pun universal: cinta sejati mampu melampaui kekuasaan, ambisi, dan sekat politik.

Rainy Day Serenade Umumkan Adaptasi Anime TV, Tayang Perdana pada 2027

Fadli Zon: Bukan Sekadar Hiburan, tapi Refleksi Budaya

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyebut film ini sebagai karya yang tak hanya memanjakan visual, tetapi juga menghadirkan refleksi sejarah dan peradaban.

Fadli mengaku telah dua kali mengunjungi Taj Mahal dan mempelajari sejarahnya. Namun, menurutnya, film ini memberikan sudut pandang yang lebih luas tentang perjalanan panjang peradaban India pada masa Kekaisaran Mughal.

“Film ini bukan sekadar kisah cinta, tetapi juga potret sejarah, politik, dan kebudayaan yang dikemas secara serius dan kolosal,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, kekuatan utama film ini terletak pada pesan moral tentang kesetiaan, pengorbanan, dan kemanusiaan yang tetap relevan hingga kini.

Anime “The Final-Boss Prince is Somehow Obsessed with the Chubby Villainess” Resmi Diumumkan!

Diplomasi Budaya India–Indonesia

Bagi Akbar Khan, kehadiran Menteri Kebudayaan RI dalam penayangan perdana ini menjadi simbol dukungan terhadap seni sebagai jembatan dialog antarbangsa.

Akbar Khan menilai hubungan budaya antara India dan Indonesia telah terjalin sejak lama, bahkan jauh sebelum hubungan diplomatik modern terbentuk. Kesamaan sejarah dan pengaruh peradaban menjadi fondasi kuat bagi persahabatan kedua negara.

“Seni dan budaya adalah bahasa universal yang melampaui sekat politik,” ujar Akbar Khan.

Kehadiran pejabat Kementerian Kebudayaan seperti Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T. D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra; serta Direktur Promosi Kebudayaan Undri, semakin menegaskan makna diplomasi budaya dalam momentum ini.

Killing Me Inside Re:union Kembali dengan Lagu Baru, Onad: Ini Penyesalan Terbesar Gue

Taj Mahal: Simbol Cinta yang Mendunia

Sebagai informasi, Taj Mahal dibangun pada abad ke-17 oleh Shah Jahan untuk mengenang Mumtaz Mahal. Bangunan marmer putih di Agra, India, ini menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di dunia dan kerap disebut sebagai simbol cinta abadi.

Film ini mencoba menghidupkan kembali kisah di balik monumen tersebut—bagaimana cinta dan tragedi personal dapat melahirkan warisan budaya yang bertahan lintas generasi.

Menutup pernyataannya, Fadli Zon berharap film ini mendapat sambutan luas dari publik Indonesia dan menjadi alternatif tontonan berkualitas yang memperkaya wawasan sejarah sekaligus mempererat hubungan budaya Indonesia–India.

(Sumber: Siaran Pers Kementerian Kebudayaan RI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *