Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Waspada Jantung Berdebar Tanpa Sebab? Dokter Sarankan Pakai Jam Tangan Pintar

Waspada Jantung Berdebar Tanpa Sebab? Dokter Sarankan Pakai Jam Tangan Pintar

Jam tangan pintar atau smartwatch bisa menjadi solusi deteksi awal gangguan irama jantung.
Jam tangan pintar atau smartwatch bisa menjadi solusi deteksi awal gangguan irama jantung. (Foto: Smartwatch)

JEDADULU.COM; JAKARTA — Pernah merasakan jantung berdebar tiba-tiba lalu hilang sendiri? Bisa jadi itu adalah aritmia, gangguan irama jantung yang seringkali datang dan pergi tanpa gejala. Sayangnya, kondisi ini kerap sulit terdeteksi dalam pemeriksaan medis biasa karena waktunya yang tidak menentu.

Perhimpunan Aritmia Indonesia (PERITMI) memberikan kabar baik. Dalam konferensi pers Pulse Day 2026 di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Jumat (13/2/2026), organisasi ini menyatakan bahwa jam tangan pintar atau smartwatch bisa menjadi solusi deteksi awal gangguan irama jantung.

Aritmia: Penyakit yang Suka “Sembunyi”

Anggota PERITMI, dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan tantangan terbesar dalam mendiagnosis aritmia adalah sifatnya yang hilang timbul. “Masalah diagnosis aritmia itu sering datang dan pergi. Saat diperiksa bisa normal, padahal di waktu lain muncul gangguan irama yang berbahaya,” ujarnya.

Pemeriksaan rekam jantung atau EKG di klinik umumnya hanya merekam aktivitas listrik jantung dalam waktu singkat sehingga sering luput menangkap gangguan yang muncul sewaktu-waktu. Memang ada pemeriksaan pemantauan jantung selama 24 jam (Holter monitoring), tetapi metode ini belum tersedia secara luas dan kurang praktis untuk skrining massal.

Fenomena Sinkhole Mengglobal: Dari Aceh hingga Shanghai, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Smartwatch: Solusi Pemantauan Berkelanjutan

Di sinilah peran jam tangan pintar menjadi penting. Dengan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, perangkat ini mampu merekam detak jantung secara berkelanjutan selama dipakai.

“Perangkat ini cukup peka sebagai skrining awal aritmia. Data rekaman berkelanjutan membantu menangkap kejadian yang tidak muncul saat pemeriksaan singkat,” jelas dr. Ardian.

Penelitian terkini mendukung pernyataan tersebut. Studi yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa penggunaan Apple Watch pada kelompok lansia berisiko tinggi mampu mendeteksi aritmia empat kali lebih sering dibandingkan metode pemantauan konvensional. Bahkan, sekitar 57 persen kasus aritmia yang terdeteksi terjadi pada orang tanpa gejala sama sekali.

Di Indonesia, berbagai merek smartwatch dengan fitur kesehatan jantung mulai bermunculan. Oppo Watch S misalnya, dibekali sensor detak jantung 8-channel dan fitur elektrokardiogram (ECG) untuk membantu mendeteksi sinus rhythm hingga atrial fibrilasi.

Pemimpin Muda, Karier Gemilang: Panduan Soal AIESEC, StudentsCatalyst, StudentsxCEO, Young Leaders Indonesia, dan Novo Club

Huawei melalui Watch GT 6 Pro juga menyematkan fitur ECG dan analisis aritmia yang telah mengantongi sertifikasi CE. Bahkan Honor Watch GS 5 diklaim memiliki teknologi skrining henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) sebagai sistem peringatan dini.

Tetap Perlu Konfirmasi Medis

Meski demikian, dr. Ardian mengingatkan bahwa hasil pemantauan menggunakan jam tangan pintar bukanlah diagnosis final. Data dari perangkat tetap perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan medis lanjutan untuk penegakan diagnosis dan penentuan terapi yang tepat.

“Jam tangan pintar sudah direkomendasikan sebagai alat bantu deteksi awal gangguan irama jantung dalam panduan klinis. Namun fungsinya baru sebatas skrining, bukan pengganti pemeriksaan dokter,” tegas dr. Ardian.

Studi meta-analisis yang diterbitkan di npj Digital Medicine juga menegaskan bahwa meskipun akurasi smartwatch untuk mendeteksi atrial fibrilasi cukup tinggi dengan spesifisitas mencapai 91 persen, tetap ada kemungkinan hasil positif palsu yang perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lanjutan.

Kisah Virginia Giuffre: Dari Korban Jaringan Eksploitasi Anak ke Suara Pemberani yang Mengguncang Takhta dan Elite Global

Jadi, jika sering merasakan jantung berdebar tanpa sebab jelas atau memiliki faktor risiko penyakit jantung, tak ada salahnya mempertimbangkan penggunaan jam tangan pintar sebagai alat bantu deteksi dini. Namun ingat, konsultasikan selalu hasilnya dengan tenaga medis profesional.

(Sumber: Antara News/Journal of the American College of Cardiology)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *