JEDADULU.COM —Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah program studi yang mempelajari cara menyampaikan pesan melalui media visual secara efektif, kreatif, dan strategis. DKV bukan sekadar menggambar atau membuat desain menarik, melainkan bagaimana mengolah ide menjadi komunikasi visual yang mampu mempengaruhi, mengedukasi, dan membangun citra.
Di era digital saat ini, DKV menjadi salah satu jurusan yang relevan dengan perkembangan industri kreatif. Hampir seluruh sektor, mulai dari bisnis, pemerintahan, pendidikan, hingga hiburan membutuhkan komunikasi visual untuk membangun identitas dan menyampaikan informasi secara tepat sasaran.
Perkuliahan DKV memadukan kreativitas, konsep komunikasi, serta keterampilan teknis. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik intensif dalam bentuk proyek desain.
Berikut beberapa mata kuliah yang umum dipelajari:
1. Dasar-Dasar Desain
Mahasiswa mempelajari prinsip desain seperti komposisi, warna, tipografi, dan tata letak (layout). Ini menjadi fondasi utama dalam berkarya.
2. llustrasi dan Gambar Bentuk
Kemampuan visual diasah melalui latihan menggambar manual maupun digital untuk membangun kepekaan visual.
3. Tipografi
Mempelajari seni dan teknik mengolah huruf agar memiliki nilai estetika sekaligus keterbacaan yang baik.
4. Branding dan ldentitas Visual
Mahasiswa belajar merancang logo, sistem identitas merek, hingga strategi komunikasi visual suatu brand.
5. Desain Media Digital
Termasuk desain konten media sosial, UI/UX dasar, animasi, hingge motion graphic.
6. Fotografi dan Videografi
Teknik pengambilan gambar dan penyuntingan visual untuk kebutuhan komunikasi.
7. Periklanan dan Strategi Komunikasi Mempelajari konsep kampanye, copywriting visual, hingga perilaku konsumen.
8. Tugas Akhir / Proyek Desain. Biasanya berupa perancangan karya desain komprehensif yang berbasis riset dan solusi masalah nyata.
Karakter yang Cocok Masuk Jurusan DKV
Tidak semua orang cocok memilih DKV. Berikut karakter yang umumnya berhasil berkembang di jurusan ini:
โ Kreatif dan Imajinatif
Senang mencari ide baru dan tidak takut bereksperimen.
โ Peka terhadap Visual
Memiliki ketertarikan pada warna, tata letak, ilustrasi, atau estetika.
โ Terbuka terhadap Kritik
Proses desain melibatkan revisi berkali-kali. Mahasiswa DKV harus siap menerima masukan.
โ Tekun dan Tidak Mudah Menyerah
Proyek desain sering memerlukan waktu panjang dan detail tinggi.
โ Tertarik pada Dunia Digital dan Media Perkembangan DKV sangat berkaitan dengan teknologi dan platform digital. Yang perlu dipahami, kemampuan menggambar bukan satu-satunya syarat. Banyak mahasiswa berkembang pesat karena konsistensi latihan, bukan semata bakat alami.
Prospek Karier Jurusan DKV Industri kreatif Indonesia terus bertumbuh. Lulusan DKV memiliki peluang karier yang luas, baik sebagai profesional di perusahaan maupun pekerja mandiri (freelancer).
Berikut beberapa prospek karier lulusan DKV:
1. Graphic Designer. Bekerja di perusahaan, agensi, atau studio desain.
2. UI/UX Designer. Merancang tampilan dan pengalaman pengguna pada aplikasi dan website.
3. Art Director. Mengatur konsep visual dalam kampanye iklan atau produksi kreatif.
4. Brand Designer. Membangun identitas visual perusahaan atau produk.
5. Illustrator. Membuat ilustrasi untuk buku, media digital, hingga kebutuhan komersial.
6. Animator / Motion Graphic Designer. Bekerja di industri film, televisi, atau konten digital.
7. Content Creator/Creative Strategist. Mengembangkan konsep visual untuk media sosial dan platform digital.
8. Wirausaha di Bidang Kreatif. Mendirikan studio desain, agensi branding, atau bisnis merchandise.
Dengan portofolio yang kuat, lulusan DKV bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Kampus PTN yang Memiliki Jurusan DKV
Berikut beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang memiliki program studi DKV atau sejenisnya:
1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
3. Universitas Sebelas Maret (UNS)
4. Universitas Negeri Malang (UM)
5. Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
6. Universitas Negeri Semarang (UNNES)
7. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
8. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
9. Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar
10. ISI Surakarta
Setiap kampus memiliki kekhasan kurikulum dan fokus peminatan yang berbeda, sehingga calon mahasiswa perlu mempelajari profil masing-masing sebelum memilih.
Jurusan DKV bukan sekadar tentang seni, tetapi tentang komunikasi, strategi, dan solusi visual. Di tengah era digital dan persaingan merek yang semakin ketat, kebutuhan akan desainer komunikasi visual terus meningkat.
Bagi siswa yang memiliki minat pada kreativitas dan ingin berkontribusi dalam dunia industri kreatif, DKV bisa menjadi pilihan yang menjanjikan-asal disertai komitmen belajar dan kesiapan menghadapi dinamika dunia desain yang terus berubah. Jika dipersiapkan dengan serius sejak sekolah menengah melalui latihan portofolio dan eksplorasi karya, peluang untuk sukses di jurusan ini terbuka lebar.
(Berbagai Sumber)

Komentar