SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selasar Pintar
Beranda ยป Berita ยป Sebelum Ikut SNBP dan SNBT, Cek Dulu Jurusan Kuliah dengan Risiko Pengangguran Tinggi

Sebelum Ikut SNBP dan SNBT, Cek Dulu Jurusan Kuliah dengan Risiko Pengangguran Tinggi

Memilih jurusan kuliah bukan lagi sekadar mengikuti minat atau kata hati. Di era persaingan global seperti sekarang, pertimbangan prospek karier dan potensi pendapatan menjadi faktor krusial bagi calon mahasiswa.
Memilih jurusan kuliah bukan lagi sekadar mengikuti minat atau kata hati. Di era persaingan global seperti sekarang, pertimbangan prospek karier dan potensi pendapatan menjadi faktor krusial bagi calon mahasiswa. (Foto: Pixabay)

JEDADULU.COM —Setiap tahun, ratusan ribu mahasiswa di Indonesia diwisuda dengan harapan segera mendapatkan pekerjaan layak. Namun fakta menunjukkan, angka pengangguran terdidik, termasuk lulusan diploma dan sarjana masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Pertanyaannya, jurusan apa saja di Indonesia yang relatif paling banyak menyumbang pengangguran? Dan bagaimana strategi agar mahasiswa maupun lulusan tidak terjebak dalam situasi tersebut?

Sebenarnya, bukan jurusannya yang salah, melainkan kombinasi antara kelebihan pasokan lulusan, minimnya diferensiasi kompetensi, serta kurangnya kesiapan menghadapi kebutuhan industri yang berubah cepat. Berikut contoh-contoh jurusan atau program studi (prodi) tersebut.

1. Administrasi Publik, Administrasi Bisnis, dan Manajemen

Jurusan ini tersedia hampir di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Karena dianggap “fleksibel”, peminatnya sangat tinggi setiap tahun. Mengapa berisiko tinggi menyumbang pengangguran?

Lulus SMA Langsung Jadi ASN? Ini Syarat dan Perkiraan Jadwal Pendaftaran Sekolah Kedinasan Gratis 2026

  • Jumlah lulusan sangat besar (over- supply)
  • Kompetensi terlalu umum
  • Tidak semua lulusan memiliki spesialisasi teknis

Saran praktis:

โˆš Ambil sertifkasi seperti digital marketing, HR analytics, atau data analysis.

โˆš Kuasai tools seperti EXCel advance, Power BI, atau software akuntansi

โˆš Perbanyak pengalaman magang sebelum lulus

2. Ilmu Komunikasi

15 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Cerah, Referensi Tepat untuk UTBK SNBT 2026

Jurusan ini termasuk jurusan favorit di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Tantangan utama di Indonesia adalah industri media konvensional menyusut. Banyak lulusan tanpa skill teknis digital. Persaingan sangat ketat di bidang kreatif

Saran praktis:

โ€ข Kuasai SEO, social media ads, content strategy

โ€ข Belajar video editing, copywriting, dan analitik digital

โ€ข Bangun portofolio nyata sejak semester awal

Registrasi Akun SNPMB SNBP 2026 Ditutup Besok 18 Februari, Peserta UTBK-SNBT Masih Punya Waktu hingga April

3. Pendidikan (Selain STEM dan Vokasi Teknis)

Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan (FKIP) tersebar luas di Indonesia. Namun daya serap guru ASN terbatas, dan sekolah swasta tidak selalu mampu merekrut dalam jumlah besar.

Termasuk tidak meratanya distribusi guru. Hal ini membuat banyak lulusan jurusan pendidikan belum terserap optimal.

Saran praktis:

  • Tambah kompetensi seperti coding, bahasa asing, atau literasi digital
  • Manfaatkan platform edukasi daring
  • Kembangkan kelas privat atau kursus mandiri

4. Ilmu Sosial dan Humaniora (Sosiologi, Antropologi, Filsafat, dll)

Jurusan ini penting bagi pembangunan pemikiran kritis bangsa, tetapi jalur kariernya tidak selalu linier dan jelas bagi mahasiswa. Tantangan di Indonesia:

  • Minimnya lowongan spesifik
  • Kurang dikenalnya kompetensi lulusan oleh industri
  • Banyak Iulusan tidak diarahkan ke riset atau kebijakan publik

Saran praktis:

โˆš Tambahkan skill riset kuantitatif dan pengolahan data

โˆš Masuk ke sektor NGO, CSR, atau lembaga riset

โˆš Ambi kursus tambahandi bidang UX research atau market research.

Di Indonesia ada beberapa faktor utama pemicu pengangguran lulusan tertentu. Biasanya bersifat struktural. Seperti:

  • Kurikulum belum sepenuhnya adaptif terhadap kebutuhan industri.
  • Minimnya program magang berkualitas.
  • Mahasiswa fokus pada IPK, bukan pengalaman.
  • Kurangnya literasi digital lintas jurusan.

Jika sudah telanjur memilih/mengambil jurusan tersebut, yang bisa dilakukan antara lain adalah

Bagi Mahasiswa Aktif:

  • Ikut organisasi dan proyek nyata Magang minimal dua kali sebelum lulus.
  • Bangun personal branding di Linkedln.
  • Ambil kursus digital lintas disiplin

Bagi Lulusan yang Menganggur:

  • Evaluasi ulang CV dan tambah portofolio.
  • Ambil sertifikasi berbasis kompetensi.
  • Jangan ragu pivot karier.
  • Pertimbangkan jalur wirausaha atau freelance.

Jangan Salahkan Jurusan

Realitas di Indonesia menunjukkan bahwa jurusan populer dengan jumlah mahasiswa besar berisiko lebih tinggi menyumbang pengangguran. Bukan karena kualitas ilmunya rendah, tetapi karena ketidakseimbangan pasar.

Di era transformasi digital dan Al, masa depan tidak ditentukan oleh nama jurusan semata, melainkan oleh kemampuan beradaptasi, belajar ulang (reskilling), dan membangun diferensiasi kompetensi.

(Berbagai Sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *