JEDADULU.COM — Peluang menjadi aparatur sipil negara melalui jalur sekolah kedinasan semakin terbuka lebar. Pemerintah tengah menyiapkan dua sekolah kedinasan baru yang ditargetkan mulai menerima taruna pada 2026.
Kehadiran kampus baru ini dipastikan menambah kuota pendidikan kedinasan yang selama ini menjadi salah satu jalur favorit lulusan SMA/SMK.
Minat masyarakat terhadap sekolah kedinasan memang sangat tinggi. Selain bebas biaya kuliah, para peserta didik juga memperoleh fasilitas pendidikan lengkap, termasuk asrama, pembinaan karakter, hingga jaminan penempatan kerja sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah lulus.
Pada tahun sebelumnya, seleksi sekolah kedinasan dibuka untuk 29 kampus dari tujuh kementerian/lembaga melalui portal terpadu Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pendaftaran biasanya berlangsung pada periode Mei hingga Juni, bersamaan untuk seluruh instansi.
Dampak Pemekaran Kementerian
Munculnya dua sekolah kedinasan baru ini berkaitan dengan perubahan struktur kementerian di bidang hukum dan keimigrasian. Sebelumnya, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) digabung menjadi Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) pada 2024 guna meningkatkan efisiensi dan integrasi pendidikan vokasi.
Namun setelah restrukturisasi kabinet, kementerian tersebut dipecah menjadi tiga entitas: Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Perubahan ini membuat kebutuhan pendidikan kedinasan kembali disesuaikan dengan tugas masing-masing kementerian.
Saat ini Poltekpin berada di bawah Kementerian Hukum, sementara bidang keimigrasian dan pemasyarakatan dinilai lebih relevan berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan institusi pendidikan baru yang lebih spesifik.
- Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin)
Poltekpin tetap dipersiapkan sebagai sekolah kedinasan utama di lingkungan Kementerian Hukum. Berbagai tahap penataan tengah dilakukan, mulai dari restrukturisasi organisasi, pengalihan sumber daya manusia, hingga penguatan sarana dan prasarana pendidikan.
Kampus ini ditargetkan dapat membuka penerimaan taruna baru dalam waktu dekat, sehingga menjadi salah satu pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang hukum dan layanan pemasyarakatan.
- Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas)
Di sisi lain, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga bersiap mendirikan sekolah kedinasan tersendiri bernama Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas). Sekretaris Jenderal kementerian tersebut, Asep Kurnia, menyebut pembentukan kampus ini sebagai langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.
Poltek Imipas diharapkan mampu mencetak aparatur yang siap menghadapi tantangan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan yang semakin kompleks, terutama dalam pengawasan perlintasan orang serta pembinaan warga binaan.
Peluang Emas bagi Lulusan SMA
Dengan hadirnya dua sekolah kedinasan baru, peluang lolos seleksi dan menjadi CPNS setelah lulus semakin besar. Jalur ini tetap menjadi primadona karena menawarkan pendidikan gratis, jaminan karier, serta status sebagai aparatur negara sejak awal pengabdian.
Bagi siswa kelas akhir SMA/SMK yang bercita-cita bekerja di instansi pemerintah, pembukaan Poltekpin dan Poltek Imipas bisa menjadi kesempatan emas yang patut dipersiapkan sejak sekarang.
(Sumber: Kompas.com)

Komentar