SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tontonan
Beranda ยป Berita ยป Gagal Bersaing, Call of Duty: Warzone Mobile Resmi Tutup April 2026

Gagal Bersaing, Call of Duty: Warzone Mobile Resmi Tutup April 2026

Kisah Call of Duty: Warzone Mobile menjadi pelajaran berharga bahwa membawa game konsol dan PC ke perangkat mobile tidak selalu berjalan mulus.
Kisah Call of Duty: Warzone Mobile menjadi pelajaran berharga bahwa membawa game konsol dan PC ke perangkat mobile tidak selalu berjalan mulus.

JEDADULU.COM — Kabar mengejutkan datang dari jagat game mobile. Activision memastikan akan menutup permanen layanan Call of Duty: Warzone Mobile pada musim semi 2026.

Server game battle royale yang sempat dinanti-nanti ini akan resmi dimatikan pada 17 April 2026. Keputusan ini sebenarnya sudah bisa ditebak sejak tahun 2024 lalu.

Pada Mei 2025, Activision diam-diam menghapus game tersebut dari toko aplikasi dan menghentikan distribusi konten serta pembaruan baru. Kini, nasibnya benar-benar berakhir.

Pemain masih bisa mengakses dan memainkan game ini hingga tanggal tersebut. Setelah 17 April, game ini tidak akan bisa dimainkan sama sekali.

Apa Penyebabnya?

Fortnite Bersiap Kolaborasi dengan Solo Leveling, Teaser “Weakest Hunter” Muncul

Activision secara terbuka mengakui bahwa Warzone Mobile gagal memenuhi harapan, terutama dari kalangan pemain mobile. “Sayangnya game ini tidak memenuhi ekspektasi kami dengan pemain yang terbiasa dengan game mobile-first seperti halnya game ini sukses di kalangan audiens PC dan konsol,” tulis Activision dalam pernyataan resminya.

Sejak dirilis pada Maret 2024, Warzone Mobile dihadapkan pada berbagai masalah teknis yang tak kunjung usai. Mulai dari pemborosan baterai yang ekstrem, performa yang tidak stabil, hingga masalah optimalisasi di berbagai perangkat.

Seorang pemain bahkan mengeluh, “Warzone terlalu boros, HP cepat panas, dan gameplay-nya tidak terlalu menyenangkan.”

Selain itu, kehadiran Call of Duty: Mobile yang lebih dulu eksis dengan basis pemain loyal dan optimasi lebih baik membuat Warzone Mobile kesulitan merebut hati gamer. Padahal, sebelumnya Activision sempat menyatakan ambisinya menjadikan Warzone Mobile sebagai fokus utama, bahkan berencana menghentikan COD Mobile secara bertahap. Kenyataannya, skenario itu berbalik 180 derajat.

Data finansial juga menunjukkan kegagalan ini. Warzone Mobile tercatat hanya meraup 17 juta dolar AS sepanjang masa edarnya, sementara COD Mobile bisa menghasilkan pendapatan sepuluh kali lipat lebih banyak hanya dalam satu bulan.

Anime TV Victoria of Many Faces Ungkap Visual Teaser, Siap Tayang Juli 2026

Jumlah pemain aktif bulanannya juga timpang: Warzone Mobile hanya sekitar 3 juta pemain, jauh di bawah PUBG Mobile yang mencapai 50 juta atau Free Fire yang mendekati 60 juta.

Nasib Konten yang Sudah Dibeli

Bagi pemain yang sudah mengeluarkan uang untuk membeli item kosmetik eksklusif di Warzone Mobile, Activision menegaskan bahwa item tersebut tidak bisa dipindahkan ke game Call of Duty lain.

Tidak ada refund atau pengembalian dana untuk pembelian yang telah dilakukan. Namun, progres yang sudah terhubung lintas platform (cross-progression) masih bisa diakses hingga server ditutup.

Alternatif yang Tersedia

Dari Boyband ke Bintang Solo, Harry Styles Blak-blakan Soal Rasa Sepi dan Tekanan Karier

Bagi penggemar setia Call of Duty di perangkat seluler, Activision mengarahkan pemain untuk beralih ke Call of Duty: Mobile. Game ini tetap aktif dan terus mendapatkan pembaruan musiman secara rutin. Baru-baru ini, Season 2 telah dirilis dengan menambahkan battle pass baru, varian map, dan sejumlah fitur lainnya.

Adapun COD Mobile masih menyediakan mode battle royale dengan konsep permainan yang mirip Warzone, sehingga pemain yang kehilangan Warzone Mobile tetap bisa mendapatkan sensasi serupa.

Sementara itu, versi utama Call of Duty: Warzone tetap dapat dimainkan secara gratis di berbagai platform seperti Xbox, Battle.net, PlayStation, dan Steam.

Pelajaran untuk Industri

Kisah Call of Duty: Warzone Mobile menjadi pelajaran berharga bahwa membawa game konsol dan PC ke perangkat mobile tidak selalu berjalan mulus. Meski memiliki lisensi kuat dan basis penggemar besar, faktor optimasi teknis dan pemahaman perilaku pemain mobile tetap menjadi penentu utama kesuksesan.

(Sumber: Engadget, Dot Esports, GameSpot)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *