Selasar Pintar
Beranda ยป Berita ยป Gaspol! Pemerintah Kucurkan Rp100 Miliar ke UI demi Target Top 100 Dunia

Gaspol! Pemerintah Kucurkan Rp100 Miliar ke UI demi Target Top 100 Dunia

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, UI berhasil menembus peringkat 200 besar dunia dalam QS World University Rankings 2026.
Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, UI berhasil menembus peringkat 200 besar dunia dalam QS World University Rankings 2026. (Foto: Dok.UI)

JEDADULU.COM โ€“ Ambisi pemerintah untuk membawa Universitas Indonesia (UI) masuk jajaran 100 kampus terbaik dunia mendapat suntikan dana segar. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan akan mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk membantu kampus tertua di Indonesia itu mencapai target prestisius tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam acara Wisuda Program Sarjana dan Vokasi UI Tahun Akademik 2025/2026 di Balairung Kampus UI, Depok, Sabtu (14/2/2026). Dana tersebut akan bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang kini mengelola dana abadi pendidikan senilai Rp150 triliun.

“Tahun ini kita berencana memberikan bantuan pada UI sekitar Rp100 miliar,” kata Purbaya dalam sambutannya yang dikutip dari akun YouTube resmi UI, Jumat (20/2/2026).

Menteri Keuangan yang juga merupakan mantan dosen UI itu mengaku memiliki kedekatan khusus dengan almamaternya. Ia menceritakan pengalamannya saat menjabat Ketua LPS yang pernah mengirimkan mahasiswa Fakultas Teknik UI ke University of California, Berkeley. Kini dengan modal yang lebih besar, ia bertekad melanjutkan dukungan tersebut.

“Ternyata saya punya duit lebih banyak, saya bisa bilang saya menguasai LPDP yang endowment fund-nya Rp150 triliun untuk digunakan program-program pendidikan,” ujar Purbaya menegaskan.

Pengumuman SNBP 2026 Kapan? Catat Tanggalnya, Ini Cara Cek dan Tanda Kamu Lulus atau Tidak

Target Presiden: Dari Top 200 ke Top 100

Target ambisius ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Oktober 2025 lalu, Presiden secara khusus meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk memastikan UI bisa menembus peringkat 100 besar universitas terbaik dunia.

“Tapi Menteri Dikti, Wamen, saya minta top 100. Bisa? Bisa? Pasti nanti akan disusul oleh ITB, UGM, ITS, dan sebagainya,” ucap Presiden Prabowo optimistis.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, UI berhasil menembus peringkat 200 besar dunia dalam QS World University Rankings 2026. Kampus yang berbasis di Depok, Jawa Barat, itu menduduki peringkat 189 dunia, melonjak dari posisi 206 pada tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan UI sebagai satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam jajaran 200 besar kampus terbaik dunia.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa target ini diberikan karena UI telah menunjukkan kinerja gemilang. “Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian khusus atas pencapaian ini dan memberikan arahan kepada kami di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memastikan Universitas Indonesia melangkah lebih jauh menuju 100 besar dunia,” jelasnya dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-76 UI.

Beasiswa Talenta Indonesia Resmi Dibuka: Kuliah S1 Gratis Dalamโ€“Luar Negeri untuk Siswa Berprestasi, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Rektor UI Sambut Baik Dukungan Dana

Rektor UI Heri Hermansyah menyambut baik dukungan dana tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 saat masih menjabat Dekan Fakultas Teknik UI, ia sempat berkolaborasi dengan LPS yang saat itu dipimpin Purbaya. Kini kolaborasi tersebut diperluas ke tingkat universitas dan lintas fakultas.

“Sebelumnya hanya dengan Fakultas Teknik. Sekarang ini menjadi level universitas dan multi-fakultas, internasionalisasi, kerja sama internasional yang melibatkan seluruh fakultas dalam rangka mengejar perbaikan peringkat dunia,” ujar Heri.

Sebelumnya, saat merespons arahan Presiden RI, Heri mengakui bahwa tantangan masuk 100 besar dunia bukan pekerjaan mudah. Ia mengungkapkan beberapa pekerjaan rumah yang harus dibenahi, mulai dari pendanaan, ekosistem riset, hingga sistem rekrutmen dosen.

“MWA (Majelis Wali Amanat) memberikan target 160, Presiden ternyata 100. Jadi mari kita bergerak bersama,” ujar Heri saat peresmian Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Oktober 2025 lalu.

Kisah Inspiratif Lukas Norman: Putra Papua yang Menembus Kancah Internasional Berkat Beasiswa ADEM

PR Besar: Rekrutmen Dosen Berkualitas dan Layanan Satu Pintu

Menurut Heri, kunci utama untuk meningkatkan peringkat adalah kualitas dosen. Pemeringkatan QS antara lain mengukur kinerja perguruan tinggi berdasarkan kualitas riset dan inovasi, publikasi ilmiah, dan sitasi.

“Itu proporsional dengan kualitas dosen karena publikasi ilmiah dan sitasi itu dimiliki oleh para dosen ini. Jadi kita harus melakukan improvement dengan merekrut dosen-dosen yang berkualitas tinggi,” ungkap Heri.

Heri mencontohkan praktik di China yang berhasil merekrut talenta terbaik dari luar negeri berdasarkan kompetensi. Sayangnya, sistem rekrutmen di Indonesia belum memungkinkan hal serupa. Diaspora atau dosen berkualitas dari luar negeri sering terhambat administrasi karena harus memulai karier dari awal.

Selain itu, kemudahan bagi mahasiswa internasional juga menjadi perhatian. Heri menyoroti perlunya layanan satu pintu yang mempermudah pengurusan visa dan dokumen, seperti yang diterapkan di Australia, Malaysia, dan Singapura.

Sinergi Kuat Menuju Indonesia Emas

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa upaya peningkatan peringkat UI sejalan dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional. Dalam pertemuannya dengan Rektor UI di Kantor Sekretariat Kabinet, awal Februari 2026 lalu, Teddy menyampaikan agar UI terus meningkatkan kinerja pada indikator kualitas riset serta reputasi lulusan di pasar kerja global.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto juga mengajak seluruh akademisi untuk berkolaborasi. “Mari kita perkuat riset. Kita tidak boleh kalah dari negara tetangga. Ini soal harga diri bangsa,” tegasnya.

Dengan suntikan dana Rp100 miliar dan komitmen kuat dari berbagai pihak, optimisme untuk melihat UI bersaing di kancah global semakin terbuka lebar. Seperti pesan Purbaya di akhir sambutannya, “Sekarang kalian sudah tidak bisa demo lagi karena sebentar lagi kalian yang akan menentukan arah ekonomi dan masa depan bangsa.”

(Sumber: Kompas, Detik, Antara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *