JEDADULU.COM – Prestasi membanggakan datang dari penyanyi Tanah Air, Nadhif Basalamah. Namanya berhasil masuk dalam jajaran musisi internasional yang paling banyak diputar di tangga lagu global Spotify.
Kabar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi juga menegaskan bahwa musik Indonesia mampu bersaing di kancah dunia.
Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Nadhif lewat unggahan Instagram pribadinya (@nadhifbasalamah) pada 22 Januari 2026 lalu. Dalam unggahan tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada para pendengar setia yang telah membawa albumnya yang bertajuk “Laman Berikutnya” mencapai satu miliar streams di platform streaming digital asal Swedia itu.
Indonesia di Panggung Global
Pencapaian Nadhif sejalan dengan tren global yang dilaporkan Spotify. Laporan yang dikutip dari NME dan AOL menyebutkan bahwa “ada lagu dalam 16 bahasa berbeda yang berhasil menembus Global Top 50 pada tahun lalu”. Bahasa Indonesia menjadi salah satu dari belasan bahasa tersebut, bersama dengan bahasa Korea, Spanyol, Arab, Turki, dan Portugis.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah lagu non-bahasa Inggris yang masuk tangga lagu global meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan angka pada tahun 2020. Ini membuktikan bahwa industri musik kini semakin mendunia dan tak lagi didominasi oleh lagu-lagu berbahasa Inggris.
Dominasi Musik Non-Inggris
Selain musisi Indonesia, daftar lagu yang paling banyak diputar pada pekan lalu juga diramaikan oleh karya dari Bad Bunny (Puerto Riko), Tyla (Afrika Selatan), Tems (Nigeria), Peso Pluma (Meksiko), serta Jung Kook dan Jin dari Korea Selatan. Grup K-pop BLACKPINK dan penyanyi Rauw Alejandro turut memperkuat keberagaman bahasa di platform streaming tersebut.
Tren musik global mulai bergeser sejak layanan digital menjadi sumber pendapatan terbesar industri musik pada 2017. Laporan Spotify juga mencatat bahwa genre Funk Brazil menjadi genre dengan pertumbuhan tercepat di dunia, meningkat 36 persen selama lima tahun terakhir. K-pop juga mengalami kenaikan sebesar 31 persen dan Trap Latin naik 29 persen.
| Genre | Pertumbuhan (5 Tahun Terakhir) |
|---|---|
| Funk Brazil | 36% |
| K-pop | 31% |
| Trap Latin | 29% |
*Sumber: Spotify via NME *
Masa Depan Musik Global
Pertumbuhan musik lintas bahasa diprediksi akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Penyanyi Rosalía baru saja menampilkan lagu dalam 13 bahasa berbeda melalui album hit miliknya yang berjudul “LUX”. Selain itu, kembalinya grup BTS melalui tur stadion dan penampilan Bad Bunny pada ajang Super Bowl turut mendorong popularitas musik non-Inggris.
Nadhif dan Kebangkitan Musik Indonesia
Pencapaian Nadhif menjadi bukti bahwa musisi Indonesia bisa bersaing di tingkat global. Lagu-lagu berbahasa Indonesia kini didengar oleh jutaan pasang telinga dari berbagai negara, membuktikan bahwa kekuatan musik terletak pada emosi dan kualitas, bukan sekadar bahasa yang digunakan.
Dengan tren yang terus meningkat, bukan tidak mungkin akan lebih banyak lagi musisi Tanah Air yang menyusul jejak Nadhif dan membawa musik Indonesia ke panggung dunia. Selamat untuk Nadhif Basalamah!
(Siaran Pers)

Komentar