JEDADULU.COM โ Ingin tampil glamor dengan tas bermerek saat bersilaturahmi Lebaran, tapi kantong belum memungkinkan untuk membeli? Tenang, ada solusinya.
Tren menyewa tas mewah (luxury bag rental) semakin diminati masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Platform penyewaan seperti Lavergne.id mencatat lonjakan permintaan yang signifikan, dengan dua brand asal Prancis, Dior dan Chanel, menjadi primadona utama.
Tim Sales dan Marketing Lavergne.id, Edha Clarissa, mengungkapkan bahwa kedua merek tersebut menjadi favorit karena desainnya yang klasik dan tak lekang oleh waktu.
“Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik dan banyak peminatnya,” kata Edha saat dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Mayoritas penyewa berasal dari kalangan profesional berusia sekitar 30 tahunan yang ingin tampil maksimal di momen spesial tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli.
๐ฐ Berapa Tarif Sewanya?
Biaya yang dipatok bervariasi, tergantung pada jenis, model, serta kondisi tas yang dipilih. Para penyewa bisa merogoh kocek mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta untuk sekali pemakaian.
Tingginya minat ini berdampak langsung pada pendapatan bisnis. Menjelang Lebaran, omzet penyewaan tas bermerek bisa mencapai angka fantastis.
“Omzet penyewaan tas bermerek bisa mencapai sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta menjelang Lebaran,” ujar Edha.
๐ก๏ธ Antisipasi Risiko: Seleksi Ketat dan Deposit
Untuk menjaga keamanan barang-barang mewah yang disewakan, Lavergne.id menerapkan sistem seleksi yang cukup ketat terhadap calon penyewa. Selain itu, sistem deposit juga diberlakukan sebagai bentuk jaminan agar tas tetap aman selama masa sewa dan meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan.
๐ง Tren Cerdas atau Sekadar Gengsi?
Fenomena meningkatnya minat sewa tas mewah ini mendapat perhatian khusus dari industri mode. Ketua Asosiasi Pengusaha Peritel Mode Indonesia (APPMI) Jakarta, Dana Duriyatna, menilai tren ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup masyarakat yang semakin bijak dalam mengelola kebutuhan dan pengeluaran.
“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money),” kata Dana Duriyatna.
Dana menambahkan bahwa masyarakat kini lebih mempertimbangkan manfaat penggunaan barang dibanding sekadar kepemilikan. “Banyak yang memilih menyewa tas mahal agar tetap tampil menarik saat Lebaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembelian,” imbuhnya.
๐ Dampak Positif untuk Lingkungan
Di sisi lain, tren penyewaan ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi lingkungan. Konsep berbagi pakai (sharing economy) ini sejalan dengan prinsip fesyen berkelanjutan karena memperpanjang siklus penggunaan produk.
Dengan sistem sewa, satu produk dapat digunakan oleh banyak orang secara bergantian, sehingga dapat mengurangi produksi berlebih dan membantu menekan limbah industri fesyen.
๐ Ringkasan Tren Sewa Tas Mewah Jelang Lebaran 2026
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Brand Favorit | Dior dan Chanel |
| Profil Penyewa | Profesional usia 30 tahunan |
| Tarif Sewa | Rp300.000 โ Rp1.500.000 |
| Omzet Periode Lebaran | Rp100 โ 150 juta |
| Sistem Keamanan | Seleksi ketat & deposit |
| Dampak Lingkungan | Mengurangi limbah fesyen |
Dengan berbagai pertimbangan finansial dan lingkungan, tren sewa tas mewah ini diprediksi akan terus meningkat, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga di momen-momen spesial lainnya. Jadi, untuk urusan gaya, kini ada pilihan lebih cerdas tanpa harus menguras tabungan.
(Sumber: Antara)

Komentar