10/10/2026
game anime carnival

Tokyo Game Show 2026 tidak hanya menghadirkan berbagai pengumuman untuk konsol dan PC, tetapi juga menjadi ajang untuk melihat perkembangan sejumlah game mobile yang tengah dinantikan para penggemar anime dan budaya otaku. (Foto: Anime News Network)

Astrae Oratio dan Fareidolia mencuri perhatian di Tokyo Game Show 2026 lewat nuansa retro, pertarungan dinamis, dan sistem RPG taktis.

JEDADULU.COM — Tokyo Game Show 2026 menjadi panggung bagi banyak permainan baru, termasuk game mobile dan PC yang menyasar penggemar anime. Di antara berbagai pengumuman yang muncul, dua judul yang menarik perhatian adalah Astrae Oratio dan Fareidolia. Keduanya menawarkan pendekatan berbeda, meski sama-sama mengandalkan karakter bergaya anime dan dunia cerita yang kuat.

Kehadiran dua game ini memperlihatkan bahwa pasar game anime semakin beragam. Pengembang tidak hanya bersaing lewat desain karakter atau sistem gacha, tetapi juga melalui mekanisme pertarungan, latar dunia, dan cara pemain berinteraksi dengan tokoh di dalam permainan.

Astrae Oratio membawa nuansa Tokyo era 1980-an

Astrae Oratio dikembangkan oleh Dynamis One dan diterbitkan oleh NC. Game ini banyak dibicarakan karena sejumlah anggota tim pengembangnya pernah terlibat dalam penggarapan Blue Archive. Latar belakang tersebut membuat sebagian penggemar penasaran untuk melihat bagaimana mereka mengembangkan gagasan baru di luar proyek sebelumnya.

Berbeda dari kota futuristis yang menjadi ciri Blue Archive, Astrae Oratio menampilkan suasana Tokyo yang terinspirasi awal era Heisei. Unsur visual seperti televisi tabung, monitor CRT, perangkat elektronik lawas, dan bangunan ikonik memberi permainan ini nuansa retro yang cukup menonjol.

Dari cuplikan uji coba tertutup yang beredar, sistem pertarungannya terlihat menggabungkan sejumlah elemen RPG dengan aksi yang menuntut respons pemain. Selain memilih karakter dan meningkatkan kemampuan mereka, pemain perlu memperhatikan serangan lawan serta memanfaatkan momen yang tepat untuk menghindar atau menangkis.

Perpaduan tersebut berpotensi membuat pertarungan terasa lebih aktif dibandingkan permainan yang sebagian besar berjalan otomatis. Meski begitu, tanggal peluncuran resminya masih perlu ditunggu. Perkiraan waktu rilis yang beredar belum bisa dianggap sebagai jadwal final.

Fareidolia menawarkan pertarungan taktis

Sementara itu, Fareidolia dikembangkan oleh Studio Io Division dari Nexon. Demo yang ditampilkan di Tokyo Game Show memberikan gambaran tentang sistem pertarungan berbasis giliran dengan penekanan pada posisi unit dan pergerakan di medan tempur.

Pendekatan ini berbeda dari sistem semiotomatis yang dikenal pemain Blue Archive. Dalam Fareidolia, penempatan karakter dan keputusan taktis tampaknya menjadi bagian penting untuk menentukan efektivitas serangan. Gaya tersebut dapat menarik pemain yang menyukai RPG strategi dan ingin terlibat lebih jauh dalam setiap giliran pertarungan.

Informasi mengenai bagian permainan di luar pertempuran masih terbatas. Sejumlah materi awal mengisyaratkan adanya unsur simulasi kehidupan, termasuk aktivitas bersama karakter di sebuah asrama bernama Twilight Hall. Namun, detail fitur tersebut masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pengembang.

Dunia Fareidolia juga disebut memadukan estetika era Showa dengan unsur kehidupan modern. Kombinasi teknologi masa kini dan desain retro ini bisa menjadi identitas visual yang membedakannya dari game anime lain.

Dua arah berbeda untuk penggemar game anime

Jika Astrae Oratio menonjolkan atmosfer nostalgia dan pertarungan yang lebih dinamis, Fareidolia tampak berfokus pada strategi serta kemungkinan interaksi dengan karakter di luar medan tempur. Keduanya masih menyimpan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai jadwal rilis, model monetisasi, dan kelengkapan fitur saat diluncurkan.

Bagi penggemar game anime, perkembangan dua judul ini layak dipantau. Namun, sebelum memutuskan untuk menantikannya terlalu jauh, pemain sebaiknya menunggu informasi resmi berikutnya, termasuk pengumuman platform, wilayah peluncuran, dan detail gameplay yang lebih lengkap.

Tokyo Game Show 2026 menunjukkan bahwa game bertema anime tidak berhenti pada satu formula. Persaingan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan pengembang menghadirkan pengalaman bermain yang punya ciri khas, bukan sekadar karakter yang menarik secara visual.

(Sumber: Anime News Network, diolah)