JEDADULU.COM โ Menjaga asupan cairan saat Ramadan bukan sekadar minum banyak air saat berbuka. Jika salah pola, tubuh justru bisa terasa kembung, lemas, bahkan berisiko dehidrasi saat berpuasa.
Lantas, sebenarnya berapa banyak air yang perlu diminum saat sahur agar kuat menahan haus sepanjang hari?
Ahli Gizi Klinis Senior di Aster Hospitals, India, Aditi Prasad Apte, membagikan panduan praktis agar tubuh tetap terhidrasi optimal dari waktu berbuka hingga sahur.
Dikutip dari laman Onlymyhealth, Kamis (19/2/2026), menurut Aditi, banyak orang keliru karena minum terlalu sedikit sepanjang malam, atau sebaliknya menenggak air dalam jumlah besar sekaligus. Kedua kebiasaan ini sama-sama tidak ideal bagi tubuh.
Kebutuhan Air Saat Puasa
Berdasarkan pedoman kesehatan, termasuk rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 8โ10 gelas air per hari, setara 2โ2,5 liter. Saat Ramadan, jumlah tersebut sebaiknya dipenuhi antara waktu berbuka hingga sahur.
Namun, kuncinya bukan hanya jumlah, melainkan cara minumnya.
โAir sebaiknya diminum secara bertahap dalam jumlah terkontrol, bukan sekaligus,โ jelas Aditi.
Minum sedikit demi sedikit membantu tubuh menyerap cairan lebih efektif, sekaligus mencegah perut kembung dan rasa tidak nyaman.
Pola Minum yang Dianjurkan
Agar tubuh tetap bertenaga sepanjang puasa, berikut pola hidrasi yang direkomendasikan:
- Awali berbuka dengan 1โ2 gelas air putih
- Lanjutkan minum sekitar 150 ml setiap 30โ60 menit
- Saat sahur, konsumsi 2โ3 gelas air
Pola bertahap ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sepanjang malam hingga siang hari berikutnya.
Cara Berbuka yang Tepat
Aditi menekankan, berbuka tidak perlu langsung minum berlebihan. Sebaiknya awali dengan air putih, kurma, dan makanan ringan yang tidak digoreng.
Kebiasaan minum berlebihan sekaligus justru dapat mengganggu pencernaan dan membuat tubuh tidak nyaman.
Hindari Minuman Ini Saat Malam Ramadan
Beberapa jenis minuman dapat mempercepat kehilangan cairan, sehingga sebaiknya dibatasi:
- Teh dan kopi (bersifat diuretik)
- Minuman bersoda
- Minuman tinggi gula
Minuman berkafein meningkatkan produksi urine, sementara minuman manis dapat memicu lonjakan gula darah yang berujung rasa lelah.
Sebagai gantinya, pilihan minuman yang lebih baik untuk hidrasi meliputi:
- Air putih
- Air kelapa secukupnya
- Air lemon tanpa gula
- Sup bening
Makanan yang Membantu Cegah Dehidrasi
Hidrasi tidak hanya berasal dari minuman. Makanan dengan kandungan air tinggi juga sangat membantu, antara lain:
- Semangka
- Jeruk
- Mentimun
- Yogurt
- Sup sayur bening
Selain menjaga cairan tubuh, makanan tersebut menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk energi dan kesehatan pencernaan.
Menu Sahur agar tidak Cepat Haus
Untuk sahur, Aditi menyarankan makanan yang mampu mempertahankan hidrasi lebih lama, seperti:
- Oat
- Telur
- Yogurt
- Buah-buahan
- Gandum utuh
- Kacang-kacangan (dalam jumlah kecil)
Kombinasi makanan bergizi dan pola minum yang tepat akan membantu tubuh tetap segar, tidak mudah lemas, serta mampu menjalani aktivitas harian selama berpuasa.
Intinya bukan soal minum sebanyak-banyaknya saat sahur, tetapi bagaimana memenuhi kebutuhan cairan secara bertahap dari berbuka hingga sahur. Dengan strategi yang tepat, risiko dehidrasi bisa dicegah dan puasa pun terasa jauh lebih nyaman.
(Sumber: Onlymyhealth)

Komentar