JEDADULU.COM — Mengapa satu angkatan disebut “Baby Boomers” sementara yang lain dijuluki “Generasi Z” atau bahkan “Sigma”? Di balik label-label populer itu, tersimpan dinamika demografi, perubahan teknologi, hingga strategi pemasaran yang membentuk cara kita memahami masyarakat modern.
Dalam sosiologi, pengelompokan generasi merujuk pada pembagian kohort berdasarkan tahun kelahiran yang mengalami peristiwa sosial-historis serupa pada fase pembentukan identitas (remaja-awal dewasa).
Konsep ini berakar pada gagasan sosiolog Jerman Karl Mannheim melalui bukunya berjudul The Problem of Generations (1928). Mannheim menekankan bahwa pengalaman sejarah kolektif membentuk kesadaran dan karakter generasi.
Seiring waktu, istilah generasi berkembang tidak hanya sebagai kategori ilmiah, tetapi juga sebagai identitas budaya dan alat segmentasi pasar.
1. Baby Boomers (1946-1964)
Istilah Baby Boomers merujuk pada lonjakan angka kelahiran pasca-Perang Dunia l. Terutama di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Fenomena “baby boom” terjadi antara 1946- 1964.
Karakter umum yang dilekatkan pada generasi ini antara lain otimisme ekonomi, loyalitas kerja, dan peran penting dalam gerakan sosial 1960-an.
Secara historis, istilah ini murni demografis sebelum menjadi label kultural.
2. Generasi X (1965-1980)
Istilah Generasi X dipopulerkan oleh novel Generation X: Tales for an Accelerated Culture (1991) karya Douglas Coupland. Huruf “X” melambangkan ketidakpastian dan identitas yang belum terdefinisi. Generasi ini tumbuh di tengah resesi ekonomi 1970-an, meningkatnya angka perceraian, dan awal revolusi digital.
Mereka sering disebut lebih skeptis terhadap institusi dan lebih adaptif terhadap perubahan teknologi.
3. Milenial/Generasi Y (1981- 1996)
Istilah Milenial atau Generasi Y diperkenalkan oleh William Strauss dan Neil Howe dalam buku Millennials Rising (2000). Mereka disebut “milenial” karena memasuki usia dewasa di sekitar pergantian milenium 2000.
Ciri utama generasi ini adalah kedekatan dengan internet, media social dan globalisasi. Peristiwa seperti serangan 11 September 2001 serta krisis finansial 2008 turut membentuk orientasi ekonomi dan politik mereka.
4. Generasi Z (1997-2010)
Generasi Z adalah generasi pertama yang sejak kecil telah akrab dengan internet dan smartphone. Mereka kerap disebut “digital nativesโ.
Secara sosial, Gen Z tumbuh dalam lanskap media sosial yang masif, ekonomi platform, serta pandemi COVID-19 yang mempengaruhi pendidikan dan kesehatan mental mereka. Identitas generasi ini banyak dibentuk oleh isu keberagaman, inklusivitas, dan perubahan iklim.
5. Generasi Alpha (2011-2025)
Istilah Generasi Alpha diperkenalkan oleh peneliti sosial Australia Mark MeCrindle. Mereka adalah anak-anak yang lahir mulai 2010-an dan tumbuh sepenuhnya dalam ekosistem digital, kecerdasan buatan, dan Internet of Things. Alpha diprediksi menjษdi generasi paling terdidik secara formal namun juga paling terpapar teknologi sejak usia dini.
Generasi Sigma: Istilah Populer, Bukan Akademik
Berbeda dari istilah sebelumnya, Generasi Sigma belum diakui dalam literatur sosiologi arus utama. Istilah ini lebih populer di media sosial sebagai metafora karakter individualis, mandiri, dan tidak mengikuti hierarki sosial konvensional.
Dalam konteks akademik, “Sigma” belum memiliki batasan tahun kelahiran yang disepakati dan lebih merupakan konstruksi budaya digital ketimbang kategori demografis.
Sejumlah akademisi menilai pengelompokan generasi berisiko menyederhanakan realitas sosial. Faktor kelas sosial, pendidikan, wilayah, dan budaya sering kali lebih menentukan dibanding sekadar tahun lahir. Meski demikian, teori generasi tetap berguna sebagai alat membaca pola besar perubahan sosial dan perilaku kolektif.
Dari Baby Boomers hingga Generasi Alpha- bahkan Sigma-label generasi mencerminkan upaya manusia memahami perubahan zaman. la bukan sekadar penanda usia, melainkan cermin relasi antara individu dan sejarah.
Memahami generasi berarti memahami bagaimana peristiwa global, teknologi, dan struktur ekonomi membentuk cara berpikir, bekerja, dan berinteraksi lintas waktu.
(Berbagai Sumber)

Komentar