Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Fenomena Sinkhole Mengglobal: Dari Aceh hingga Shanghai, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Fenomena Sinkhole Mengglobal: Dari Aceh hingga Shanghai, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Shanghai, China, menjadi lokasi terbaru sinkhole. Pada 12 Februari 2026, lubang raksasa tiba-tiba muncul di lokasi konstruksi Stasiun Qixin Road, jalur metro Jiamin.
Shanghai, China, menjadi lokasi terbaru sinkhole. Pada 12 Februari 2026, lubang raksasa tiba-tiba muncul di lokasi konstruksi Stasiun Qixin Road, jalur metro Jiamin. (Foto: Tangkapan Layar Video)

JEDADULU.COM — Dalam beberapa pekan terakhir, dunia dikejutkan oleh kemunculan lubang raksasa atau sinkhole di sejumlah wilayah, termasuk Indonesia. Mulai dari Aceh, Bangkok, hingga Shanghai, fenomena geologi ini menyita perhatian publik sekaligus menimbulkan kekhawatiran.

Apa sebenarnya penyebabnya dan mengapa belakangan ini makin sering terjadi?

Sinkhole di Indonesia: Aceh dan Sumatera Barat Jadi Sorotan

Di Indonesia, perhatian tertuju pada Aceh Tengah. Sebuah lubang raksasa di Desa Bah, Kecamatan Ketol, dilaporkan terus membesar hingga mencapai luas lebih dari 30.000 meter persegi atau sekitar tiga hektare.

Fenomena ini bukan kejadian mendadak. Mulai terbentuk sejak awal 2000-an, lubang ini terus bergerak secara bertahap sejak 2004 dan kian meluas dalam lima tahun terakhir hingga 10.000 meter persegi.

Pemimpin Muda, Karier Gemilang: Panduan Soal AIESEC, StudentsCatalyst, StudentsxCEO, Young Leaders Indonesia, dan Novo Club

Ahli Geologi dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Dr. Bambang Setiawan, menyatakan bahwa fenomena ini berpotensi kuat sebagai sinkhole. Ia menjelaskan, secara geologi, wilayah tersebut memiliki formasi Sembuang berupa batu gamping (limestone) yang rentan larut oleh air.

“Sinkhole dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi bawah permukaan yang dihasilkan dari pelarutan batu gamping selama periode geologis,” ujar Dr Bambang, pada Februari 2025.

Sebelumnya, pada Januari 2026, sinkhole juga muncul di lahan pertanian warga Jorong Tepi, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Lubang dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman 15 meter itu terbentuk akibat kombinasi faktor geologi seperti pelarutan batu gamping dan curah hujan tinggi akibat Siklon Senyar.

Bangkok dan Shanghai: Sinkhole Perkotaan akibat Infrastruktur

Tak hanya di Indonesia, Bangkok, Thailand, juga mengalami insiden serupa. Pada 17 Januari 2026, sebuah ruas jalan di Rama II Road ambles dan menelan sebuah pikap, menyebabkan kemacetan parah. Penyebab awal diduga akibat kebocoran pipa air bawah tanah atau erosi akibat akumulasi air dalam jangka panjang yang melemahkan struktur jalan.

Kisah Virginia Giuffre: Dari Korban Jaringan Eksploitasi Anak ke Suara Pemberani yang Mengguncang Takhta dan Elite Global

Sebelumnya pada September 2025, sinkhole besar sedalam 50 meter juga muncul di depan Rumah Sakit Vajira, Bangkok.

Shanghai, China, menjadi lokasi terbaru sinkhole. Pada 12 Februari 2026, lubang raksasa tiba-tiba muncul di lokasi konstruksi Stasiun Qixin Road, jalur metro Jiamin. Rekaman CCTV memperlihatkan jalan retak sebelum akhirnya ambles, menelan pagar dan sebuah kabin mobile. Beruntung tak ada korban jiwa. Otoritas setempat menduga kebocoran air selama penggalian bawah tanah memicu insiden ini.

Apa Penyebab Utama Sinkhole?

Dosen Teknik Geologi Unsoed, Yogi Adi Prasetya, menjelaskan bahwa sinkhole adalah fenomena geologi berupa lubang besar yang tiba-tiba muncul akibat tanah runtuh ke dalam rongga bawah tanah. Penyebabnya bisa alami maupun ulah manusia.

Faktor alami terutama terjadi di kawasan karst dengan batuan gamping, dolomit, atau batu kapur. Air hujan yang meresap membawa partikel asam karbonat, melarutkan batuan, dan membentuk rongga bawah tanah. Ketika rongga membesar dan tak mampu menahan beban, tanah di atasnya runtuh.

Mau Mulai Investasi? Kenalan Dulu dengan 5 Jenis Reksadana yang Ramah Buat Anak Muda

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menambahkan bahwa kawasan karst seperti Gunungkidul, Pacitan, dan Maros sangat rentan.

Faktor manusia meliputi aktivitas penambangan, pengeboran, kebocoran pipa, konstruksi, dan eksploitasi air tanah berlebihan yang menurunkan muka air dan memperbesar rongga.

Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Meski sulit diprediksi, ada tanda-tanda awal sinkhole:

  1. Retakan tanah atau bangunan di sekitarnya
  2. Pohon atau tiang listrik miring
  3. Penurunan permukaan tanah secara perlahan
  4. Hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba yang mengindikasikan air masuk ke rongga bawah tanah.

Antisipasi dan Mitigasi

Wahyu Wilopo, dosen Teknik Geologi UGM, menegaskan pencegahan total sulit dilakukan, tetapi mitigasi dapat melalui pemetaan geologi, perbaikan drainase, pengelolaan air tanah, dan pengendalian tata guna lahan.

Adapun ahli lainnya, Adrin Tohari, menyarankan penggunaan survei geofisika seperti geolistrik dan georadar untuk mendeteksi rongga bawah tanah sebelum pembangunan. Jika sinkhole terjadi, langkah stabilisasi tanah dengan grouting (injeksi semen) dan rekayasa struktur pondasi perlu dilakukan.

Fenomena sinkhole yang muncul di berbagai belahan dunia ini mengingatkan kita akan pentingnya pemahaman geologi dan kewaspadaan terhadap lingkungan. Di balik dramanya lubang yang “menelan” daratan, ada sains dan kerja keras para ahli untuk mencegah bencana yang lebih besar.

(Berbagai Sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *