JEDADULU.COM โ Dunia teknologi kembali dikejutkan oleh kehadiran model kecerdasan buatan (AI) terbaru asal Tiongkok. Bernama GLM-4.5, AI yang dikembangkan oleh perusahaan Z.ai (sebelumnya Zhipu AI) ini resmi dirilis pada 27 Agustus 2025 dan langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat teknologi.
Alasannya? Model ini tidak hanya gratis dan open-source, tetapi juga memiliki performa yang disebut-sebut mampu menyaingi bahkan mengungguli kompetitor kelas berat seperti GPT-5 dan Claude.
Apa Itu GLM-4.5?
GLM-4.5 adalah model AI generasi terbaru dari Z.ai, perusahaan rintisan yang berbasis di Beijing dan lahir dari hasil riset Universitas Tsinghua. Model ini dirancang sebagai “native agentic AI”, yang berarti ia mampu secara mandiri memecah tugas-tugas kompleks menjadi langkah-langkah kecil untuk dieksekusi dengan presisi tinggi. Ini berbeda dengan model konvensional yang hanya merespons perintah secara pasif.
CEO Z.ai, Zhang Peng, menyatakan bahwa GLM-4.5 merupakan perwujudan dari pendekatan first-principles dalam mengembangkan AGI (Artificial General Intelligence). “Kami menetapkan tolok ukur baru dengan GLM-4.5, membuktikan bahwa performa mutakhir bisa bersifat terbuka, efisien, dan terjangkau,” ujarnya dalam rilis resmi.
Keunggulan yang Bikin Heboh
Ada beberapa alasan utama mengapa GLM-4.5 menuai sorotan global:
- Performa “Gila” Ranking Tiga Dunia
Dalam evaluasi internal terhadap 12 tolok ukur representatif, GLM-4.5 dilaporkan menduduki peringkat ketiga secara global dan menjadi yang terbaik di antara model open-source serta model buatan Tiongkok lainnya. Ia berhasil mengungguli model-model ternama seperti DeepSeek-R1-0528 dan Kimi K2 dalam pengujian kemampuan penalaran, pengkodean, dan interaksi agen.
- Efisiensi Parameter yang Mencengangkan
GLM-4.5 hadir dalam dua varian. Varian flagship memiliki total parameter 355 miliar dengan 32 miliar parameter aktif, sementara varian GLM-4.5-Air lebih ringan dengan 106 miliar parameter.
Yang menarik, meskipun ukurannya hanya setengah dari DeepSeek dan sepertiga dari Kimi-K2, performanya justru unggul dalam berbagai tes standar, terutama dalam hal parameter efisiensi.
- Lebih Murah dari DeepSeek
Dalam hal biaya, Z.ai menawarkan harga yang sangat kompetitif. Layanan API GLM-4.5 dibanderol USD 0,11 per juta token untuk input dan USD 0,28 untuk output. Sebagai perbandingan, DeepSeek R1 mematok harga USD 0,14 untuk input dan USD 2,19 untuk output. Artinya, untuk output, GLM-4.5 hampir 8 kali lebih murah!
- Fitur “Think Mode” yang Canggih
GLM-4.5 dilengkapi dengan dua mode operasi: “Think Mode” untuk tugas kompleks yang memerlukan penalaran bertahap dan penggunaan alat, serta “Non-Think Mode” untuk respons cepat dalam percakapan biasa. Model ini juga dioptimalkan untuk tugas-tugas pengembangan perangkat lunak, mulai dari desain antarmuka website hingga arsitektur basis data.
Dukungan Hardware dan Ketersediaan
Menariknya, CEO Zhang Peng mengungkapkan kepada CNBC bahwa GLM-4.5 hanya membutuhkan delapan chip Nvidia H20 untuk beroperasi. Chip H20 adalah versi khusus yang dirancang Nvidia untuk pasar Tiongkok guna mematuhi pembatasan ekspor AS.
Zhang juga menyatakan bahwa perusahaannya saat ini memiliki daya komputasi yang cukup dan tidak perlu membeli chip tambahan .
Bagi pengguna yang penasaran, GLM-4.5 dapat diakses secara gratis melalui platform z.ai atau Zhipu Qingyan. Bagi pengembang, model ini telah dirilis secara open-source dan dapat diunduh melalui platform seperti Hugging Face dan ModelScope dengan lisensi MIT, yang berarti dapat digunakan secara bebas, bahkan untuk keperluan komersial.
Kekhawatiran AS dan Masa Depan AI
Kemunculan GLM-4.5 menambah daftar panjang gebrakan AI dari Tiongkok setelah kesuksesan DeepSeek. Hal ini memicu kekhawatiran di Amerika Serikat (AS).
Pada akhir Juni 2026 lalu, OpenAI secara khusus menyebut Zhipu (sekarang Z.ai) dalam sebuah peringatan tentang pesatnya kemajuan AI Tiongkok. Sebelumnya, AS juga telah memasukkan startup ini ke dalam daftar hitam (Entity List) yang membatasi perusahaan AS untuk bertransaksi dengan mereka.
Dengan segala keunggulan dan strategi open-source-nya, GLM-4.5 diprediksi akan semakin memanaskan persaingan di industri AI global. Bukan tidak mungkin, model ini akan menjadi fondasi bagi ribuan aplikasi inovatif di masa depan, sekaligus membuktikan bahwa inovasi AI tidak lagi menjadi monopoli Silicon Valley.
(Berbagai Sumber)

Komentar