Momen
Beranda ยป Berita ยป Guncangan Geopolitik Dahsyat: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

Guncangan Geopolitik Dahsyat: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

Televisi Pemerintah Iran, Ahad (1/3/2026), mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (86 tahun), tewas dalam gelombang serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Televisi Pemerintah Iran, Ahad (1/3/2026), mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (86 tahun), tewas dalam gelombang serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. (Foto: Xinhua/Shadati)

JEDADULU.COM; JAKARTA โ€“ Dunia dikejutkan oleh eskalasi dramatis di Timur Tengah. Televisi Pemerintah Iran, Ahad (1/3/2026), mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (86 tahun), tewas dalam gelombang serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Peristiwa ini menandai titik balik paling krusial di kawasan tersebut sejak Revolusi Islam 1979. Serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) itu menargetkan sejumlah lokasi strategis di Teheran, termasuk kompleks kediaman Khamenei.

Menurut laporan, serangan tersebut juga menewaskan putri, menantu, dan cucu Khamenei, serta sejumlah tokoh kunci lainnya seperti Ali Shamkhani, penasihat senior Khamenei, dan Jenderal Mohammad Pakpour, panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

AS dan Israel Umumkan Keberhasilan, Iran Tetap Lawan

Presiden AS Donald Trump mengumumkan langsung kematian Khamenei di media sosial, menyebutnya sebagai “salah satu orang paling jahat dalam Sejarah.” Trump juga mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka dan menjanjikan kelanjutan operasi militer hingga tercapai tujuan perdamaian di Timur Tengah.

Debut Manis! Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Finis Kelima di Moto3 Thailand, Sempat Bersaing di Posisi Top 3

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai peluang bagi rakyat Iran untuk “menggulingkan rezim dan mengamankan masa depan mereka.”

Meski mengalami pukulan telak, Iran bergerak cepat membalas. IRGC meluncurkan gelombang rudal dan drone balasan ke arah Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Target tersebut meliputi pangkalan Al Udeid di Qatar, markas Armada Kelima AS di Bahrain, serta fasilitas di Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dan lebih dari 700 terluka di wilayah Iran akibat serangan awal.

Masa Depan Iran dalam Ketidakpastian

Kematian Khamenei, yang telah memimpin Iran sejak 1989, meninggalkan kekosongan kekuasaan yang besar. Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang terusir, menyatakan bahwa dengan kematian Khamenei, Republik Islam secara efektif telah berakhir.

Bezzecchi Jawara GP Thailand, Marquez Gagal Finis karena Ban Kempes di Lap Kritis

Namun, para analis seperti yang dikutip media asing menilai bahwa IRGC, yang memiliki pengaruh mendalam di ekonomi dan politik Iran, kemungkinan akan menjadi poros kekuatan utama dalam menentukan arah negara selanjutnya.

Iran sendiri mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur tujuh hari. Pemerintah Iran, melalui pernyataan IRGC, menyerukan persatuan nasional dan perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “teroris” yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Di tengah ketegangan ini, Selat Hormuz, jalur vital minyak dunia, dilaporkan ditutup dan dinyatakan tidak aman oleh IRGC .

Reaksi Dunia: Seruan Gencatan Senjata vs Dukungan

Serangan ini memicu reaksi beragam di panggung dunia. Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk eskalasi militer dan menyerukan penghentian permusuhan segera. Rusia mengecam serangan “tanpa provokasi” tersebut dan mendesak solusi diplomatik. Omani, yang sebelumnya menjadi mediator, menyatakan kekecewaannya karena negosiasi yang sedang berjalan dirusak oleh aksi militer.

Setelah Ali Khamenei Syahid, Iran Tegaskan Serangan Besar-besaran dan Brutal ke Israel dan AS segera Dilancarkan!

Di sisi lain, Australia memberikan dukungannya, dengan Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan bahwa tidak akan ada yang berduka atas kematian Khamenei . Sementara itu, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi mengutuk serangan balasan Iran ke wilayah mereka.

Dengan operasi militer yang masih berlangsung dan peta kekuatan yang belum jelas, Timur Tengah kini memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian dan potensi konflik lebih luas.

(Sumber: Sputnik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *