JEDADULU.COM โ Minum kopi atau teh saat sahur dan berbuka sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Rasanya yang segar dan hangat mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Namun demikian, para ahli mengingatkan untuk lebih bijak mengonsumsi kedua minuman ini karena efek kafein yang dikandungnya.
Guru Besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS, menjelaskan bahwa kafein dalam kopi dan teh bersifat diuretik. Artinya, minuman ini merangsang ginjal untuk membuang cairan melalui urine lebih sering.
“Yang pertama kopi itu bersifat diuretik sehingga orang yang minum kopi akan lebih banyak mengeluarkan cairan via urine. Teh itu juga mengandung kafein, tetapi mungkin tidak setinggi kopi sehingga dampaknya terhadap sifat diuretik tidak sehebat kopi,” kata Ali dikutip dari Antara, Senin (23/2/2026).
Dampak pada Hidrasi dan Kualitas Tidur
Akibat sifat diuretik ini, tubuh berisiko kehilangan banyak cairan yang justru bisa menyebabkan dehidrasi ringan. Hal ini membuat tubuh lebih cepat lemas saat menjalani puasa keesokan harinya.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengingatkan bahwa teh memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga berpotensi menyebabkan dehidrasi selama puasa.
Selain itu, kafein memiliki efek stimulan yang membuat tubuh tetap terjaga. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein bisa mengganggu siklus tidur dan menyebabkan pola istirahat yang kurang ideal selama Ramadan.
Gula Tambahan Memperburuk Masalah
Kebiasaan lain yang perlu dipertimbangkan adalah menambahkan gula ke dalam kopi atau teh.
Konsumsi gula berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, tetapi juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis sehingga tubuh cepat lemas di siang hari. Batas aman konsumsi gula harian adalah 50 gram atau setara empat sendok makan.
Kopi Susu atau Teh Susu, Lebih Sehat?
Banyak orang mencampur kopi atau teh dengan susu. Menurut Prof. Ali, hal ini tidak berarti dapat mengurangi nilai gizi susu. Campuran susu pada kopi dan teh justru membuat gizi dalam susu tidak lagi dominan dan lebih berfungsi untuk memuaskan cita rasa daripada menambah nilai nutrisi.
Tips Aman Minum Kopi dan Teh Saat Puasa
Ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Fitri Hudayani, mengatakan bahwa konsumsi teh dan kopi diperbolehkan asalkan dalam batas wajar, yaitu cukup satu gelas untuk teh dan satu cangkir untuk kopi per hari. Selebihnya, dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih.
Bagi penderita asam lambung, teh dinilai lebih aman untuk membatalkan puasa dibanding kopi yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Konsumsi kopi sebaiknya dilakukan setelah perut terisi.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, Prof. Ali menyarankan untuk mengonsumsi cairan lain seperti air putih, jus buah tanpa gula, atau air kelapa saat sahur dan berbuka. Air kelapa kaya akan elektrolit alami yang membantu menjaga hidrasi tubuh.
Dengan memilih minuman yang tepat, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih bugar dan penuh energi.
(Sumber: Antara)

Komentar