Ulas Dulu
Beranda ยป Berita ยป Heboh Epstein Files: Sejumlah Nama Orang Indonesia Muncul di Dokumen AS!

Heboh Epstein Files: Sejumlah Nama Orang Indonesia Muncul di Dokumen AS!

Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen investigasi milik otoritas AS yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein, seorang finansier yang ditangkap atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan meninggal dunia di tahanan pada 2019.
Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen investigasi milik otoritas AS yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein, seorang finansier yang ditangkap atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan meninggal dunia di tahanan pada 2019. (Foto: ABC)

JEDADULU.COM — Jagat maya beberapa hari terakhir di awal Februari 2026 ramai membicarakan dokumen yang dijuluki โ€œEpstein Filesโ€ setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis jutaan berkas terkait mendiang Jeffrey Epstein. Berkas itu memuat arsip foto, video, korespondensi email, hingga catatan investigasi yang kini bisa diakses publik.

Di antara ribuan nama yang tercantum, terdapat sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ikut terseret dalam pembicaraan publik. Nama-nama ini muncul dalam konteks percakapan, catatan email, maupun laporan investigatif yang dikumpulkan aparat penegak hukum AS pada masa penyelidikan kasus Epstein.

Namun penting dicatat kemunculan nama dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana atau hubungan personal dengan Epstein. Banyak nama muncul karena konteks bisnis, korespondensi profesional, atau sekadar tercantum dalam data komunikasi.

Apa Itu Epstein Files?

Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen investigasi milik otoritas AS yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein, seorang finansier yang ditangkap atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan meninggal dunia di tahanan pada 2019.

10 PTN yang Membuka Jalur Tahfidz Qur’an 2026 Plus Jadwal Pendaftaran dan Syarat Lengkapnya

Dokumen yang dibuka ke publik ini berisi:

  • Riwayat email dan komunikasi,
  • Catatan investigasi FBI,
  • Informasi relasi bisnis dan sosial,
  • Arsip perjalanan dan properti.

Lantaran Epstein dikenal memiliki jejaring luas dengan tokoh bisnis, politik, hingga selebritas dunia, banyak nama besar dari berbagai negara ikut tercantum dalam arsip tersebut.

Salah satu nama yang muncul adalah Hary Tanoesoedibjo, pengusaha sekaligus pemilik MNC Group dan Ketua Umum Partai Perindo.

Namanya disebut dalam dokumen yang memuat percakapan antara seorang Confidential Human Source (sumber rahasia) dengan FBI. Dalam catatan itu, Hary disebut sebagai miliarder yang memiliki keterkaitan dalam pengembangan properti bermerek Trump, serta disebut membeli rumah milik Trump di Beverly Hills dengan harga di atas pasaran (inflated price).

Hubungan bisnis antara Hary Tanoe dan Donald Trump memang bukan hal baru. Pada 2017, Hary pernah menyampaikan kepada media internasional bahwa pihaknya mengembangkan proyek Trump di Bali dan Bogor. Bahkan Trump International Golf Club Lido di Bogor resmi dibuka pada Maret tahun 2025 lalu.

Kisah Virginia Giuffre: Dari Korban Jaringan Eksploitasi Anak ke Suara Pemberani yang Mengguncang Takhta dan Elite Global

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Hary Tanoesoedibjo terkait penyebutan namanya dalam dokumen tersebut.

Dokumen yang sama juga mencantumkan nama Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group yang wafat pada 2019. Dalam catatan itu, ia disebut membeli properti mewah milik Trump di Beverly Hills senilai 9,5 juta dolar AS secara tunai.

Sebagaimana kasus Hary Tanoe, penyebutan nama ini muncul dalam konteks catatan transaksi properti yang dikaitkan dengan jaringan relasi bisnis.

Nama lain yang muncul adalah Kafrawi Yuliantono. Dalam arsip email kepada Epstein, Kafrawi menyatakan minatnya untuk melamar pekerjaan di salah satu properti milik Epstein di New York atau Florida.

Dalam email tersebut, ia menyebut bekerja sebagai Banquet Operation Manager di JW Marriott Medan dan berharap bisa bergabung dalam tim pengelola properti Epstein.

Daftar PTN yang Masih Pakai Nilai TKA dalam Seleksi SNBP 2026: Panduan Lengkap untuk Siswa Kelas XII

Kepada media, Kafrawi menjelaskan bahwa lamaran itu sudah sangat lama dan dirinya tidak pernah diterima bekerja. โ€œBanyak orang melamar pekerjaan itu, saya hanya salah satunya dan tidak lolos,โ€ ujarnya.

Pihak JW Marriott Medan menyatakan Kafrawi tidak bekerja di sana saat ini, tanpa memastikan riwayat masa lalunya.

Implikasi Epstein File

Pakar hukum di berbagai negara menekankan bahwa munculnya nama dalam Epstein Files tidak berarti seseorang bersalah. Dokumen ini lebih banyak merekam jaringan relasi, komunikasi, serta data investigatif yang luas, bukan daftar pelaku kejahatan.

Karena Epstein memiliki relasi dengan tokoh global lintas bidang, banyak nama tercatat hanya karena pernah berkomunikasi, berbisnis, atau berinteraksi dalam konteks profesional.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena membuka kembali jaringan relasi Epstein yang selama ini tertutup rapat.

(Sumber: ABC Indonesia, Detik.com, Arsip pemberitaan proyek Trump di Indonesia (2017โ€“2025), dan Dokumen rilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait Jeffrey Epstein)

Nama WNI yang Tercantum dalam Dokumen โ€œEpstein Filesโ€

Catatan: Kemunculan nama dalam dokumen investigasi tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana atau hubungan personal dengan Jeffrey Epstein.

Hary Tanoesoedibjo

Disebut dalam catatan percakapan sumber rahasia FBI terkait statusnya sebagai miliarder dan relasi bisnis pengembangan properti bermerek Trump. Juga disebut membeli rumah Trump di Beverly Hills dengan harga di atas pasaran.

Eka Tjipta Widjaja

Nama pendiri Sinar Mas Group ini tercatat dalam dokumen pembelian properti mewah Trump di Beverly Hills senilai 9,5 juta dolar AS secara tunai.

Kafrawi Yuliantono

Muncul dalam arsip email kepada Epstein yang berisi permohonan lamaran pekerjaan di salah satu properti Epstein di New York atau Florida. Ia menyatakan tidak pernah diterima.

Sri Mulyani Indrawati

Namanya tercantum dalam dokumen korespondensi yang dikumpulkan dalam arsip investigasi. Tidak ada keterangan yang menunjukkan adanya relasi personal maupun keterlibatan dalam kasus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *