JEDADULU.COM; JAKARTA โ Kabar membanggakan datang dari sektor pertahanan maritim Tanah Air. Indonesia dipastikan akan menjadi negara kelima di Asia yang memiliki kapal induk setelah Pemerintah Italia menawarkan hibah kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi kepada TNI Angkatan Laut. Kapal bersejarah ini dijadwalkan tiba sebelum peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI Brigadir Jenderal (Brigjen) Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar ini. Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi dan administrasi antara kedua negara saat ini masih berjalan.
“Giuseppe Garibaldi adalah hibah dari Pemerintah Italia. Pemerintah Indonesia akan mengalokasikan anggaran untuk retrofitting atau penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut,” kata Brigjen Rico, Senin (16/2/2026).
Artinya, meski kapal dihibahkan, pemerintah tetap menyiapkan anggaran tambahan untuk modernisasi agar kapal ini siap tempur dan sesuai standar operasional TNI AL.
Warisan Laut Italia yang Legendaris
ITS Giuseppe Garibaldi bukan kapal sembarangan. Dengan bobot 10.300 ton, kapal yang dibangun pada era 1980-an ini awalnya dirancang untuk mengoperasikan pesawat tetap (fixed-wing aircraft) dan helikopter. Kapal ini menjadi andalan Angkatan Laut Italia selama beberapa dekade sebelum akhirnya dipensiunkan dan masuk cadangan pada Oktober 2024, setelah Italia menugaskan kapal serbu amfibi LHD Trieste sebagai penggantinya .
Meski berusia lebih dari 40 tahun, kapal ini tetap memiliki nilai strategis. Dengan panjang 180 meter dan mampu membawa hingga 16 pesawat atau helikopter, Giuseppe Garibaldi bisa menjadi kekuatan penjaga kedaulatan maritim Indonesia yang efektif, terutama di kawasan timur Indonesia yang rawan gangguan keamanan.
Bergabung dengan Klub Eksklusif Asia
Jika akuisisi ini terealisasi, Indonesia akan duduk di kursi yang sama dengan negara-negara Asia yang sudah lebih dulu memiliki kapal induk. Mereka adalah:
- India dengan INS Vikrant dan INS Vikramaditya
- China dengan Liaoning, Shandong, dan Fujian
- Jepang yang secara cerdik mengubah dua kapal helikopter menjadi kapal induk untuk pesawat tempur F-35B
- Thailand dengan HMTS Chakri Naruebet
Kehadiran Indonesia di klub eksklusif ini tentu mengubah peta kekuatan maritim di kawasan Asia Tenggara yang selama ini didominasi kapal-kapal fregat dan korvet.
Bukan Sekadar Gengsi, tapi Kebutuhan Operasional
Pemerintah menekankan bahwa pengadaan kapal induk ini bukan sekadar untuk gengsi atau kebanggaan semata. Kapal ini akan memperkuat kemampuan operasional TNI AL, terutama untuk misi-misi Operasi Militer Non-Perang (OMSP) seperti:
- Penanggulangan bencana alam di wilayah kepulauan
- Bantuan kemanusiaan ke negara sahabat
- Keamanan maritim dari ancaman perompakan dan terorisme
- Evakuasi warga negara Indonesia dari zona konflik
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Modernisation of the Minimum Essential Force (MEF) yang menargetkan pengadaan sejumlah kapal patroli rudal, empat fregat, dan minimal empat kapal perang berkemampuan helikopter .
Dengan panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia dan ribuan pulau yang tersebar, Indonesia memang membutuhkan kapal berdaya jangkau luas dan mampu membawa banyak personel serta perlengkapan. Kapal induk ringan seperti Giuseppe Garibaldi bisa menjadi jawaban atas tantangan geografis tersebut.
Tentu, mengoperasikan kapal induk bukan perkara mudah. Dibutuhkan sumber daya manusia yang terlatih, anggaran perawatan yang tidak sedikit, serta infrastruktur pendukung seperti dermaga khusus dan fasilitas perbaikan. Namun, dengan komitmen pemerintah dan semangat modernisasi TNI AL, tantangan ini diyakini bisa diatasi.
Yang jelas, kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi akan menjadi tonggak sejarah baru bagi pertahanan maritim Indonesia. Selamat datang, kapal induk pertama di Nusantara!
(Sumber: Kementerian Pertahanan RI, kompas.com, eaforces.org)

Komentar