JEDADULU.COM — Pemerintah resmi menerbitkan aturan terbaru tentang pembelajaran selama Ramadan 1447 H/2026 M. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) yang diteken tiga kementerian: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.
SEB tersebut ditandatangani oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Mendagri Tito Karnavian sebagai pedoman resmi bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kemenag, dan seluruh satuan pendidikan.
Kebijakan ini banyak dicari orang tua dan siswa karena memuat jadwal belajar, skema pembelajaran, hingga rincian libur Idul Fitri 2026.
Tujuan Pengaturan Sekolah Selama Ramadan 2026
Mendikdasmen Abdul Muโti menegaskan, pengaturan ini bertujuan menjaga efektivitas pembelajaran tanpa mengabaikan penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik.
Menurut Mendikdasmen, Ramadan adalah momentum membentuk iman, takwa, serta kepedulian sosial. Karena itu, skema pembelajaran dibuat lebih adaptif dan humanis agar siswa tetap belajar secara bermakna tanpa merasa terbebani.
๐ Jadwal Lengkap Pembelajaran Ramadan 2026
Berikut rincian resmi jadwal sekolah selama Ramadan hingga pasca-Idulfitri berdasarkan SEB 3 Menteri:
๐๏ธ Tabel Skema Pembelajaran Ramadan 1447 H / 2026 M
| Periode Tanggal | Skema Pembelajaran | Keterangan Utama |
|---|---|---|
| 18โ21 Februari 2026 | Belajar mandiri di rumah/lingkungan | Penugasan sederhana, minim gawai & internet |
| 23 Februariโ14 Maret 2026 | Belajar di sekolah/madrasah | Disertai penguatan iman, akhlak, kepemimpinan |
| 16โ20 Maret 2026 | Libur Idul Fitri | Libur bersama |
| 23โ27 Maret 2026 | Libur Idul Fitri (lanjutan) | Silaturahmi & penguatan keluarga |
| 30 Maret 2026 | Masuk sekolah normal | Kegiatan belajar kembali seperti biasa |
Skema Belajar Mandiri (18โ21 Februari 2026)
Pada awal Ramadan, siswa belajar secara mandiri di rumah, tempat ibadah, atau masyarakat berdasarkan penugasan sekolah.
Penugasan diharapkan:
- Sederhana dan menyenangkan
- Tidak membebani siswa
- Meminimalkan penggunaan gawai
Langkah ini sekaligus memberi ruang adaptasi bagi siswa menjalani awal puasa.
Pembelajaran di Sekolah (23 Februariโ14 Maret 2026)
Selama periode ini, kegiatan belajar kembali berlangsung di sekolah/madrasah.
Namun, terdapat penyesuaian:
- Kegiatan fisik seperti PJOK dapat dikurangi intensitasnya
- Penguatan asesmen formatif
- Perhatian khusus bagi siswa berkebutuhan khusus
- Dukungan bagi siswa yang berpotensi tertinggal
Bagi siswa Muslim, dianjurkan mengikuti:
- Tadarus Al-Qurโan
- Pesantren kilat
- Kajian keislaman
Sementara siswa non-Muslim mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.
๐ฏ Peran Penting Orang Tua dan Sekolah
SEB ini juga menekankan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga.
Peran Pemerintah Daerah & Sekolah:
- Menyusun perencanaan pembelajaran Ramadan
- Menyediakan kanal pelaporan keselamatan siswa
- Menjaga keamanan aset sekolah saat libur
Peran Orang Tua:
- Mendampingi anak dalam penguatan literasi, numerasi, dan karakter
- Mengatur penggunaan gawai secara bijak
- Mendorong partisipasi kegiatan sosial-keagamaan
- Melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan pernikahan dini
Kenapa Informasi Ini Penting?
Setiap Ramadan, orang tua dan siswa kerap mencari informasi seperti:
- Apakah sekolah libur saat Ramadan 2026?
- Kapan libur Idul Fitri 2026 untuk sekolah?
- Apakah ada pembelajaran jarak jauh saat puasa?
SEB ini menjadi rujukan resmi yang menjawab seluruh pertanyaan tersebut.
Pemerintah berharap pembelajaran selama Ramadan tetap tertib, adaptif, dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan spiritual.
(Sumber: BKHM Setjen Kemendikdasmen, diolah redaksi)

Komentar