Selasar Pintar
Beranda ยป Berita ยป Kisah Inspiratif Lukas Norman: Putra Papua yang Menembus Kancah Internasional Berkat Beasiswa ADEM

Kisah Inspiratif Lukas Norman: Putra Papua yang Menembus Kancah Internasional Berkat Beasiswa ADEM

Lukas Norman Kbarek berharap jejak keberhasilannya dapat diikuti oleh lebih banyak anak Papua lainnya. Ia ingin melihat lahirnya sumber daya manusia unggul dari tanah kelahirannya yang mampu bersaing di forum nasional maupun internasional.
Lukas Norman Kbarek berharap jejak keberhasilannya dapat diikuti oleh lebih banyak anak Papua lainnya. Ia ingin melihat lahirnya sumber daya manusia unggul dari tanah kelahirannya yang mampu bersaing di forum nasional maupun internasional. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

JEDADULU.COM; JAKARTA โ€“ Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses pendidikan di tanah Papua, hadir sosok inspiratif yang membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat. Lukas Norman Kbarek, putra asli Kabupaten Biak Numfor, Papua, berhasil mengubah jalan hidupnya melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang digagas pemerintah.

Perjalanan Lukas dimulai ketika ia terpilih sebagai peserta program ADEM angkatan pertama dan dikirim untuk menempuh pendidikan di SMA Bhineka Tunggal Ika Yogyakarta. Jauh dari kampung halaman di usianya yang masih belia, Lukas harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru yang jauh berbeda dengan tanah kelahirannya.

“Bagi saya, ADEM merupakan life-changing experience program yang membantu anak-anak Papua untuk bisa lebih berkembang di lingkungan yang berbeda,” ujar Lukas mengenang masa-masa awalnya di tanah rantau.

Meraih Mimpi hingga ke Inggris

Setelah lulus SMA, semangat Lukas untuk terus belajar tak pernah padam. Ia kembali mendapat kesempatan melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) dan melanjutkan studi di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, mengambil jurusan Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Internasional.

Bukan Cuma Sekolah! Ini Dia Kolaborasi Besar Menyelamatkan 718 Bahasa Daerah Indonesia dari Kepunahan

Selama menjadi mahasiswa, Lukas tak hanya fokus pada akademik. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan internasional. Pada tahun 2018, ia mewakili Indonesia dalam ajang Asia Youth International Model United Nations di Thailand. Prestasi gemilang lainnya diraih pada 2019 ketika ia berhasil menjadi finalis Duta Muda ASEAN, mengalahkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

“Untuk dapat menjadi peserta finalis duta muda Asean 2019 diraihnya dengan usaha kerja keras serta memiliki motivasi besar atas talenta bakat yang diberikan Tuhan kepadanya,” ujar Lukas seperti dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Kamis (19/2/2026).

Tekadnya untuk terus belajar membawa Lukas melangkah lebih jauh. Ia berhasil meraih beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan melanjutkan studi S2 di Lancaster University, Inggris. Hanya dalam waktu satu tahun, ia berhasil meraih gelar LL.M dalam bidang Hukum Internasional.

Kini, pria kelahiran 12 September 1998 itu telah mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Luar Negeri, membawa nama harum Papua di kancah diplomasi nasional.

“Saya bertemu banyak orang baik dan orang hebat yang menginspirasi sehingga membuat saya lebih termotivasi untuk terus meraih mimpi,” jelas Lukas.

Lulusan SMA Unggul Garuda Dijamin Kuliah ke Kampus Top Dunia Pakai Dana LPDP, tak Wajib Balik Indonesia!

Program ADEM: Jembatan Menuju Masa Depan

Kesuksesan Lukas bukanlah cerita tunggal. Program ADEM yang dikelola Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen telah menjadi jembatan bagi ratusan anak Papua untuk mengenyam pendidikan berkualitas di luar daerah. Program yang berjalan sejak 2013 ini dirancang untuk menjangkau tiga kategori utama: wilayah Papua, daerah khusus seperti daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dan anak-anak pekerja migran Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan. Berdasarkan capaian ADEM tahun 2025, sebanyak 4.616 murid telah merasakan manfaat bantuan pendidikan dengan total realisasi anggaran mencapai Rp90 miliar.

“Tanpa adanya kerja sama dan koordinasi yang erat, pelaksanaan program ADEM ini tidak akan berjalan secara optimal sebagaimana yang kita harapkan,” ujar Suharti, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari dinas pendidikan hingga para orang tua.

Pada tahun 2026, pemerintah bahkan meningkatkan target penyaluran Beasiswa ADEM kepada 5.519 murid SMA/SMK dari daerah khusus, Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi.

Mau Daftar Beasiswa Garuda S1 2026? Ini Syarat Sertifikat Bahasa dan Jadwal Lengkapnya

Hasil Nyata di Lapangan

Upaya pemerintah menunjukkan hasil yang nyata. Pada Juli 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi 105 siswa ADEM asal Papua yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT 2025.

“Para siswa siswi ADEM adalah siswa luar biasa. Semangat tetap giat belajar dan melanjutkan mimpi seperti kakak-kakaknya terdahulu yang telah berkuliah di universitas hebat di Indonesia,” ujar Khofifah saat acara serah terima siswa ADEM di Kota Malang.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Adhika Ganendra, menegaskan bahwa kisah Lukas menjadi bukti nyata efektivitas program afirmasi.

“Ini bukti nyata bahwa ADEM merupakan intervensi pemerintah untuk memberikan akses yang lebih luas, merata, dan nyata bagi seluruh pelajar di setiap pelosok Indonesia termasuk daerah 3T. Bahwa setiap anak Indonesia dari berbagai latar belakang berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mencapai cita-cita,” pungkas Andhika.

Harapan untuk Generasi Mendatang

Lukas Norman Kbarek berharap jejak keberhasilannya dapat diikuti oleh lebih banyak anak Papua lainnya. Ia ingin melihat lahirnya sumber daya manusia unggul dari tanah kelahirannya yang mampu bersaing di forum nasional maupun internasional.

“Saya berharap tercipta SDM unggul dari anak asli Papua sehingga dengan kecerdasannya mampu bersaing di forum nasional bahkan internasional,” ungkap Lukas penuh harap.

Kisah Lukas membuktikan bahwa dengan akses pendidikan yang terjangkau dan dukungan yang tepat, setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meraih mimpi setinggi langit, bahkan hingga ke kancah internasional.

(Sumber: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *