JEDADULU.COM โ Buat kamu yang masih duduk di bangku SMP dan punya mimpi besar kuliah di luar negeri, perhatikan! Pemerintah RI resmi membuka pendaftaran SMA Unggul Garuda Baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Bukan sekadar sekolah biasa, tempat ini dirancang khusus untuk mencetak talenta-talenta terbaik Indonesia yang siap terbang ke kampus-kampus bergengsi dunia.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, mengungkapkan bahwa siswa yang lolos seleksi tidak hanya akan mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis, tapi juga dijamin mendapat beasiswa kuliah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Memfasilitasi anak-anak kita untuk melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik yang ada di dunia. Tidak hanya Amerika, tetapi juga di Eropa, di Asia, Jepang, Singapura, China, dan juga di Australia,” ujar Najib dalam acara Ngopi Bareng di Graha Diktisaintek, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Sekolah Gratis, Hidup di Asrama, Fasilitas Mewah
SMA Unggul Garuda Baru hadir dengan konsep boarding school (sekolah berasrama) yang mewah dan modern. Berdiri di atas lahan seluas 20 hektare, sekolah ini dilengkapi ruang kelas, laboratorium canggih, asrama siswa, hingga rumah dinas guru. Pemerintah menggandeng tiga BUMN karya untuk memastikan pembangunan rampung tepat waktu pada Juni 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyatakan bahwa seluruh biaya pendidikan siswa ditanggung penuh oleh negara. “Akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, tetapi oleh potensi, prestasi, dan kerja keras,” tegasnya.
Empat Lokasi, Satu Tujuan: Indonesia Emas
Tahun ini, penerimaan dibuka untuk empat SMA Unggul Garuda Baru yang tersebar di penjuru Nusantara: Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara). Total kuota yang tersedia adalah 640 siswa, dengan setiap sekolah hanya menerima 160 orang yang terbagi dalam delapan rombongan belajarโmaksimal 20 siswa per kelas.
Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Christie, menegaskan bahwa Sekolah Garuda adalah wujud nyata visi Presiden RI Prabowo Subianto. “Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi dari penjuru negeri,” ucapnya.
Kurikulum Setara Internasional, Fokus STEM
Sekolah ini mengusung kurikulum nasional plus tambahan internasional dengan penguatan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Para siswa akan dibimbing oleh guru-guru pilihan yang memiliki reputasi internasional untuk mempersiapkan mereka masuk ke universitas-universitas top dunia.
Syarat Pendaftaran: Nilai Minimal 85
Pendaftaran telah dibuka mulai 5 hingga 28 Februari 2026. Berikut persyaratan utamanya:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Peserta didik kelas 9 SMP/MTs/sederajat tahun berjalan
- Usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026
- Nilai minimal 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika pada semester 1-5
- Diutamakan berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi
- Bersedia tinggal di asrama selama masa pendidikan
Bagi yang memiliki prestasi di bidang STEM dan telah dikurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), itu akan menjadi nilai tambah.
Jadwal Seleksi yang Perlu Dicatat
- Pendaftaran: 5-28 Februari 2026
- Tes Potensi Akademik & Akademik: Pekan III Maret 2026
- Wawancara: Pekan IV Maret 2026
- Tes Kesehatan: Pekan I April 2026
- Pengumuman: Pekan I Mei 2026
- Orientasi Siswa Baru: Pekan III Mei 2026
Jaminan Transparansi: Tak Ada Jalur Khusus
Menteri Brian Yuliarto menjamin seluruh proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel. “Jika ada orang-orang tertentu yang menawarkan jalur khusus, tidak ada, tidak boleh. Kami jamin pelaksanaannya transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Giving Back: Kembali ke Indonesia atau Tidak?
Terkait kewajiban penerima beasiswa setelah lulus, Ardi Findyartini, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformasi Kemdiktisaintek, menjelaskan bahwa ada skema ‘Giving Back’ selama 2 tahun. Mahasiswa akan difasilitasi untuk melakukan hilirisasi keahliannya di Indonesia.
Namun, jika penerima mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan atau penelitian, mereka diperbolehkan tinggal di negara terkait. “Bentuk giving back-nya adalah salah satu cara, bukan satu-satunya,” tegas Ardi.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Smaunggulgaruda.id atau kanal media sosial @sekolahgaruda.ri. Jangan lewatkan kesempatan emas ini, karena mimpi kuliah di luar negeri bisa dimulai dari bangku sekolah menengah!
(Sumber: Kemendiktisaintek)

Komentar