
Instrumen kripto bisa menjadi salah satu pilihan untuk berinvestasi seiring dengan jumlah investor aset kripto di Indonesia yang meningkat hingga mencapai 17,8 juta orang per Agustus 2023. Pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia, Yos Ginting, mengungkapkan sejumlah fakta menarik dalam dunia investasi kripto.
Namun demikian, Yos menekankan fakta menarik tersebut bukan sebagai nasihat finansial yang bisa digunakan menjadi patokan untuk melakukan transaksi investasi kripto. Ia mengaku seringkali mendapatkan pertanyaan mengenai bagus atau tidaknya kripto menjadi pilihan investasi.
"Kalau ditanya ini, jawaban saya tergantung ya karena volatilitasnya sangat tinggi," kata Yos saat menjadi pembicara dalam seminar tentang teknologi blockchain di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI Depok FEB UI yang disiarkan secara online, Kamis, 2 November 2023.
Yos mengakui pergerakan invetasi kripto sangat memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi. Ia menyebut, dalam satu hari di dunia kripto fluktuasinya bisa dua persen, 20 persen, 30 persen, atau bahkan lebih tinggi lagi!
"Fluktuasi ini tidak terjadi dalam instrumen investasi konvensional. Kalau bicara saham, bisa 0,1 bisa luar biasa. Kalau kripto, lima atau 10 persen tetap saja nyetir santai," jelas Yos.
Dengan fluktuasi yang tinggi, Yos menilai pilihan investasi kripto sangat cocok dilakukan secara jangka panjang. Selain itu, investasi kripto harus sesuai dengan risiko atau toleransi risiko setiap masing-masing pelaku investasi.
"Kalau toleransi risiko kita bagus silakan. Kalau dananya dana dingin silakan karena ini lebih kepada jangka panjang. Tapi ada juga yang katanya mengerti teknikal analisis sebagainya juga dipersilakan," jelas Yos.
Selanjutnya…
Namun demikian, Yos berpendapat, karaktetistik tersebut yang membuat investasi kripro sangat memiliki potensi tinggi dalam memperoleh keuntungan. Sebab fluktuasinya bisa sangat tinggi yang berbeda dengan bentuk investasi lainnya.
Hanya saja, Yos menegaskan, kripto hanya bisa sebagai diversifikasi dalam berinvestasi. "Jangan meletakkan telur di satu keranjang. Bolehlah risiko tinggi tapi boleh coba saja bukan menjadi investasi keseluruhan."
Yos menambahkan, investor kripto yang terdaftar di bursa kripto Indonesia melebihi investor saham atau investor konvensional. Padahal dalam praktiknya, kripto berjalan tanpa edukasi formal dari pemerintah.
Baca juga artikel terkait ini:
– Kripto Kian Bisa Jadi Pilihan Diversifikasi Investasi, Ini Alasannya
– Indodax Klaim Warga Indonesia Kian Berminat Investasi Kripto, Ini Alasannya
– Potensi Kemajuan Tren Investasi Kripto di Indonesia Kian Besar, Apa yang Masih Diperlukan?
