JEDADULU.COM; JAKARTA — Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah Jakarta berdampak langsung pada aktivitas warga, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pekerja serta Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan untuk sementara waktu.
Kebijakan ini disetujui langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi memperparah genangan dan kemacetan ibu kota.
“WFH dan PJJ sudah kami setujui. Ini untuk menjaga keselamatan warga sekaligus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026).
PJJ Kembali Diterapkan, Anak Sekolah Belajar dari Rumah
Sorotan utama tertuju pada kebijakan PJJ yang kembali diterapkan. Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 9/SE/2026 yang mewajibkan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, melaksanakan pembelajaran jarak jauh selama cuaca ekstrem berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menegaskan, keputusan ini diambil demi keselamatan peserta didik. “Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas,” jelasnya.
Dalam edaran tersebut, sekolah diminta aktif mendampingi proses PJJ, menyiapkan alternatif pembelajaran jika terjadi kendala teknis, serta menjalin komunikasi intensif dengan orang tua siswa.
Kebijakan WFH dan PJJ ini dijadwalkan berlaku hingga 27–28 Januari 2026. Namun, Gubernur Pramono menyebut kebijakan tersebut masih bisa diperpanjang jika kondisi cuaca dan banjir belum membaik.
Menurut Pramono, langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas yang seringkali lumpuh saat hujan deras mengguyur Jakarta.
Respons Warganet: Orang Tua Tarik Napas, Siswa Campur Aduk
Kebijakan PJJ ini langsung ramai dibahas warganet di media sosial, mulai dari Instagram hingga kolom komentar YouTube. Sebagian orang tua mengaku lega karena anak-anak tidak perlu menerobos banjir untuk berangkat ke sekolah.
“Lebih aman di rumah dulu, yang penting anak tetap belajar,” tulis salah satu warganet.
Namun, dari sisi siswa, responsnya tak kalah jujur. Ada yang senang karena bisa belajar dari rumah, tapi tak sedikit yang mengeluhkan kembali ke rutinitas sekolah online.
“Baru juga enak masuk sekolah, sekarang online lagi,” komentar akun lain, disambut ratusan tanda setuju.
Adapun Dinas Pendidikan DKI juga mengingatkan pihak sekolah untuk fleksibel dalam pelaksanaan PJJ, terutama bagi siswa yang terdampak banjir atau mengalami keterbatasan akses internet.
Dengan cuaca yang masih sulit diprediksi, PJJ menjadi solusi sementara agar proses belajar anak-anak Jakarta tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan.
(***)

Komentar