Momen
Beranda » Berita » Resmi! Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Gabung Ajax, Teken Kontrak hingga 2029

Resmi! Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Gabung Ajax, Teken Kontrak hingga 2029

maarten paes ajax
Ini menandai fase baru dalam karier Maarten Paes di level elite Eropa. Di usia 27 tahun, ia dinilai berada pada puncak kematangan sebagai penjaga gawang—kombinasi pengalaman, konsistensi, dan ketenangan yang dibutuhkan klub sekelas Ajax. (Foto: ajax.nl)

JEDADULU.COM; JAKARTA — Kabar besar datang dari bursa transfer musim dingin Eropa. Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi menjadi bagian dari klub raksasa Belanda Ajax Amsterdam setelah didatangkan dari klub MLS, FC Dallas.

Kepastian ini diumumkan langsung melalui kanal resmi Ajax, yang mengikat Paes dengan kontrak 3,5 musim hingga 30 Juni 2029. Paes akan mengenakan nomor punggung 26.

Langkah ini menandai fase baru dalam karier Paes di level elite Eropa. Di usia 27 tahun, ia dinilai berada pada puncak kematangan sebagai penjaga gawang—kombinasi pengalaman, konsistensi, dan ketenangan yang dibutuhkan klub sekelas Ajax.

Dipantau Lama, Akhirnya Berlabuh

Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, mengungkapkan bahwa Paes sudah masuk radar pemantauan klub dalam beberapa musim terakhir. Ajax, kata Beuker, memang mencari sosok kiper yang andal, berpengalaman, dan punya etos kerja tinggi.

Janice Tjen Ukir Sejarah: Petenis Indonesia Kedua yang Debut di Top 50 Dunia

“Maarten memenuhi kriteria yang kami cari. Ia pekerja keras, pemain tim, dan memiliki mentalitas kompetitif yang kuat. Bersama kiper muda berbakat yang kami miliki, ini jadi fondasi penting untuk musim-musim mendatang,” ujar Beuker di laman resmi klub, Senin (2/2/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa kedatangan Paes bukan sekadar pelapis, melainkan bagian dari rencana jangka menengah Ajax membangun lini pertahanan dari bawah.

Rekam Jejak Solid di MLS

Sebelum merapat ke Amsterdam, Paes menjalani 3,5 tahun yang konsisten bersama FC Dallas. Ia mencatat 128 penampilan, 25 clean sheet, dan menghabiskan 11.532 menit di bawah mistar. Statistik ini memperlihatkan stabilitas performa yang jarang goyah—modal penting untuk bersaing di Eredivisie dan kompetisi Eropa.

MLS dikenal kompetitif untuk kiper, dengan intensitas tembakan dan tempo permainan tinggi. Pengalaman tersebut membentuk Paes menjadi penjaga gawang yang refleksnya terasah dan pengambilan keputusannya matang.

Status Buronan Internasional! Riza Chalid Masuk Red Notice Interpol, Polri Sudah Lacak Lokasinya

Pilar Baru Skuad Garuda

Nama Paes juga tak asing bagi publik Indonesia. Sejak memilih membela Timnas Indonesia pada 2024, ia sudah mengoleksi 10 caps di berbagai ajang. Kehadirannya memberi rasa aman di lini belakang Garuda, terutama dalam laga-laga krusial.

Transfer ke Ajax diyakini akan berdampak positif bagi performanya bersama tim nasional. Bermain di liga Eropa dengan standar taktik dan intensitas tinggi akan menambah jam terbang sekaligus kepercayaan diri Paes saat kembali mengenakan seragam Merah Putih.

Momentum Tepat di Waktu yang Pas

Bagi Ajax, Paes datang di momen penting ketika klub tengah meremajakan skuad namun tetap membutuhkan figur berpengalaman. Bagi Paes, ini adalah panggung yang tepat untuk membuktikan diri di kompetisi yang membesarkan banyak kiper top Eropa.

Bahar bin Smith Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser, Dipanggil Polisi 4 Februari 2026

Jika adaptasi berjalan mulus, bukan tak mungkin Maarten Paes akan menjadi salah satu cerita sukses pemain Indonesia di pentas sepak bola Eropa.

(Sumber: Ajax.nl, FC Dallas Match Statistics MLS, PSSI)

Statistik Karier Maarten Paes

🧤
Klub Baru
Ajax Amsterdam
Kontrak 3,5 musim hingga Juni 2029 · Nomor punggung 26
🎂
Usia
27 Tahun
Puncak kematangan performa seorang penjaga gawang
📊
Rekor di FC Dallas
128 Pertandingan
Total 11.532 menit bermain selama 3,5 musim
🧱
Clean Sheets
25 Laga Tanpa Kebobolan
Konsistensi performa di kompetisi MLS
🇮🇩
Timnas Indonesia
10 Caps Sejak 2024
Langsung jadi pilar penting di bawah mistar Garuda
🧠
Alasan Dipilih Ajax
Berpengalaman & Andal
Dipantau beberapa musim, dinilai cocok dengan filosofi Ajax

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *