JEDADULU.COM — Kalau ngomongin cuaca dingin, pikiran kita biasanya langsung melayang ke luar negeri. Salju, beku, dan jaket tebal kayak di film-film.
Eits, jangan salah! Tanah air kita yang tropis ini juga punya segudang tempat yang suhunya bisa bikin gigi gemeretuk. Nggak percaya? Dari dataran tinggi Jawa sampai puncak pedalaman Papua, ada beberapa wilayah yang โdinginnya nendangโ dan tetap jadi tempat tinggal masyarakat lokal.
Nih, buat kamu para pecinta cuaca sedingin hati mantan, atau yang sekadar penasaran, simak daftar 7 wilayah dengan suhu terdingin di Indonesia yang masih ditinggali manusia.
- Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah: Negeri di Atas Awan
Kalau ada yang pantas dijuluki โkulkas alamiโ Jawa, itu adalah Dieng. Wilayah yang berlokasi di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terkenal dengan suhu ekstremnya.
Berdasarkan catatan Stasiun Geofisika BMKG Dieng, suhu udara minimal bisa menyentuh 0ยฐC hingga -2ยฐC di puncak musim kemarau (Juli-Agustus), lengkap dengan embun beku atau bun upas yang menyelimuti tanaman kentang. Masyarakat Dieng sudah beradaptasi dengan kehidupan di tengah kabut dan cuaca yang kerap membuat air mengeras di pagi hari.
- Ranu Pani dan Ranu Regulo, Lereng Semeru, Jawa Timur
Sebelum mendaki Gunung Semeru, pendaki biasanya berkemah di Ranu Pani (2.200 mdpl) atau Ranu Regulo. Data dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan laporan para pendaki menunjukkan, suhu malam di sini rutin berada di kisaran 5ยฐC โ 10ยฐC, dan bisa drop hingga 2ยฐC saat musim kemarau. Desa Ranu Pani dihuni oleh masyarakat Tengger yang hidup harmonis dengan dinginnya gunung suci mereka.
- Kawasan Bromo, Jawa Timur: Dinginnya Lautan Pasir
Selain panorama alamnya yang epik, kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya (Tengger) juga terkenal dengan hawa dinginnya yang menusuk tulang. Berdasarkan pengukuran BMKG di wilayah Ngadisari, suhu rata-rata harian di area ini sekitar 10ยฐC โ 15ยฐC, namun pada dini hari menjelang subuh di puncak musim kemarau, termometer acapkali menunjukkan angka 3ยฐC โ 5ยฐC. Masyarakat Tengger sudah terbiasa dengan kehidupan bertani di suhu yang bagi orang dataran rendah teramat dingin.
- Kabupaten Puncak Jaya dan Pegunungan Tengah Papua
Inilah juara bertahan suhu terdingin se-Indonesia! Wilayah pegunungan tengah Papua, terutama sekitar Puncak Jaya Wijaya, memiliki salju abadi. Menurut penelitian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan BMKG, suhu di dataran tinggi Papua (di atas 3.000 mdpl) bisa berkisar antara 5ยฐC โ 15ยฐC pada siang hari, dan jatuh drastis hingga di bawah 0ยฐC pada malam hari.
Suku-suku asli seperti Dani dan Lani telah beradaptasi secara turun-temurun dengan iklim dingin ini, menggunakan honai (rumah bundar tradisional) untuk menghangatkan diri.
- Mulia dan Pegunungan Puncak Trikora, Papua
Kota Mulia di Kabupaten Puncak, Papua, sering disebut sebagai โkota paling dinginโ yang dihuni penduduk secara permanen. Terletak di ketinggian sekitar 2.400 mdpl, data dari pos pengamatan setempat menunjukkan suhu hariannya berkisar antara 12ยฐC โ 20ยฐC, dengan malam yang bisa sangat dingin. Tidak jauh dari sini, wilayah Pegunungan Trikora juga terkenal dengan titik-titik beku yang kerap terjadi.
- Tretes dan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
Meski terkenal sebagai kota wisata dan banyak vila, kawasan Tretes dan Prigen di kaki Gunung Arjuno-Welirang punya udara yang sejuk dan kerap dingin. Pada malam dan dini hari di musim kemarau, pengamatan cuaca lokal mencatat suhu bisa mencapai 15ยฐC โ 18ยฐC. Suhu ini jauh lebih dingin dibanding kota-kata di sekitarnya, membuatnya jadi tujuan favorit warga Surabaya untuk mencari udara segar.
- Berastagi dan dataran tinggi Karo, Sumatera Utara
Kota Berastagi (sekitar 1.300 mdpl) merupakan tujuan wisata populer di Sumatera Utara yang terkenal dengan udaranya yang sejuk dan sayur-sayurannya. Menurut catatan BMKG Deli Serdang, suhu rata-rata di Berastagi adalah 17ยฐC โ 21ยฐC. Namun, pada malam-malam tertentu, terutama di area yang lebih tinggi seperti sekitar Gunung Sinabung atau Sibayak, suhu bisa turun hingga 12ยฐC โ 15ยฐC. Masyarakat Karo telah lama hidup dan bercocok tanam di iklim yang menyegarkan ini.
Fakta Menarik
Adaptasi masyarakat lokal di daerah dingin ini sungguh mengagumkan. Mulai dari pola pakaian berlapis, arsitektur rumah khusus (seperti honai di Papua atau rumah panggung dengan perapian di Dieng), hingga pola tanam yang disesuaikan dengan musim dingin.
Para warga itu membuktikan bahwa manusia bisa hidup harmonis dengan berbagai kondisi alam ekstrem, termasuk dingin yang mungkin bagi kita hanya untuk dikunjungi sesaat.
(Berbagai Sumber)

Komentar