JEDADULU.COM — Kabar menggembirakan datang dari sektor pariwisata Indonesia. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melampaui target pemerintah dan menunjukkan tren kebangkitan yang makin solid pascapandemi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 15,39 juta wisman datang ke Indonesia selama 2025. Angka ini naik 10,80 persen dibanding 2024 dan bahkan melampaui target Rencana Kerja Pemerintah yang dipatok di kisaran 14–15 juta kunjungan.
“Dengan pencapaian 15,39 juta, ini lebih baik dari proyeksi kami sebelumnya,” ujar Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Malaysia Terbesar, UEA Tertinggi Pertumbuhannya
Dari data tersebut, Malaysia tercatat sebagai negara penyumbang wisman terbesar ke Indonesia. Sementara Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara dengan pertumbuhan kunjungan paling pesat sepanjang 2025.
Tak hanya dari sisi jumlah, kualitas belanja wisatawan juga meningkat. Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai 1.267 dolar AS, melampaui target 1.220 dolar AS.
Artinya, turis asing tidak hanya datang lebih banyak, tetapi juga membelanjakan lebih banyak uang selama berada di Indonesia.
Devisa Pariwisata Tembus Rp317 Triliun
Lonjakan kunjungan ini berdampak langsung pada devisa negara. Sepanjang 2025, devisa dari sektor pariwisata diproyeksikan mencapai 18,91 miliar dolar AS atau sekitar Rp317,40 triliun. Angka ini naik 13,17 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah juga mencatat selisih positif antara jumlah turis asing yang masuk dengan warga Indonesia yang berwisata ke luar negeri. Surplus ini mencapai 6,22 juta perjalanan, meningkat dari 4,94 juta pada 2024.
“Meski bukan indikator utama, selisih ini penting sebagai gambaran surplus devisa,” jelas Widiyanti.
Wisatawan Nusantara Ikut Menggeliat
Bukan hanya turis asing, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren luar biasa. Sepanjang 2025 tercatat 1,20 miliar perjalanan wisnus, tumbuh 17,55 persen dibanding tahun sebelumnya.
Ini menjadi sinyal kuat bahwa destinasi dalam negeri semakin diminati masyarakat Indonesia sendiri.
Investasi Pariwisata Naik 56 Persen
Kabar baik lainnya datang dari sisi investasi. Realisasi investasi sektor pariwisata selama 2025 mencapai Rp73,55 triliun, melonjak 56,05 persen dibanding 2024.
Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap masa depan pariwisata Indonesia semakin tinggi, sekaligus membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Widiyanti menegaskan, capaian ini memperlihatkan bahwa pariwisata bukan sekadar sektor pendukung, tetapi telah menjadi mesin penggerak ekonomi nasional. “Sektor pariwisata memiliki peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberi dampak langsung pada masyarakat,” tutupnya.
(Sumber: Paparan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI, data Badan Pusat Statistik (BPS), 2 Februari 2026)

Komentar