JEDADULU.COM — Penerbit Jepang Shogakukan mengeluarkan pernyataan resmi dan permintaan maaf pada Jumat (27/2/2026) lalu terkait publikasi manga baru oleh Shōichi Yamamoto, meski ia sebelumnya pernah ditangkap dan dihukum karena kasus kejahatan seksual. Yamamoto menerbitkan manga tersebut di platform Manga ONE menggunakan nama pena.
Menurut pernyataan Shogakukan, setelah Yamamoto ditangkap, didakwa, dan didenda pada 2020, serialisasi manga Daten Sakusen yang ditulisnya dihentikan. Namun, pada 2022, Manga ONE tetap memulai serialisasi manga Jōjin Kamen, yang ditulis oleh “Hajime Ichiro” dan digambar oleh Eri Tsuruyoshi, padahal “Hajime Ichiro” ternyata adalah Yamamoto.
Shogakukan kini menghentikan distribusi digital manga tersebut dan menghentikan pengiriman volume fisiknya. Perusahaan mengakui seharusnya tidak mempekerjakan Yamamoto dengan nama pena sebagai penulis.
Shogakukan meminta maaf kepada pembaca, Tsuruyoshi, serta para kreator lain yang berkontribusi di Manga ONE, dan semua pihak terkait.
Selain kasus pidana, editorial Manga ONE juga mengomentari gugatan perdata terkait Yamamoto. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa departemen editorial tidak berniat ikut campur dalam negosiasi penyelesaian.
Namun, seorang editor manga sempat ikut dalam obrolan grup di aplikasi pesan atas permintaan kedua belah pihak. Editor tersebut menyarankan agar pihak-pihak terkait menggunakan pengacara untuk menyiapkan dokumen resmi.
Shogakukan menyatakan editor tidak sepenuhnya memahami keseriusan kasus perdata tersebut dan menanggapi situasi dengan tidak tepat, serta berjanji mencegah kejadian serupa di masa depan.
Detail terkait penangkapan Yamamoto pada 2020 dan kasus perdata yang ia hadapi tidak dijelaskan secara rinci dalam pernyataan resmi.
Pada Sabtu (29/2/2026), Shogakukan mengumumkan pembentukan komite investigasi yang melibatkan pengacara untuk mengklarifikasi fakta, termasuk bagaimana serialisasi manga dimulai dan keterlibatan editor dalam negosiasi penyelesaian. Perusahaan berjanji akan melaporkan hasil investigasi, mengambil langkah tegas, serta membuat dan menerapkan tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Shogakukan menegaskan seharusnya “mengutamakan perasaan korban” dan kembali meminta maaf kepada pembaca, Tsuruyoshi, penulis dan ilustrator lain, serta semua pihak terkait.
Menurut laporan media Jepang, korban adalah seorang wanita berusia 20-an yang mengklaim Yamamoto melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan saat ia masih bersekolah menengah secara jarak jauh di Sapporo, di mana Yamamoto merupakan gurunya. Pengadilan Distrik Sapporo pada 20 Februari memerintahkan Yamamoto membayar ganti rugi sebesar 11 juta yen (sekitar US$71.000).
Gugatan mengungkap tindakan Yamamoto terhadap korban dimulai ketika korban berusia 15 tahun dan berlanjut hingga ia lulus SMA, termasuk pelecehan fisik dan pengambilan foto dengan tulisan “slave” di tubuh korban. Korban kemudian didiagnosis mengalami PTSD parah dan dissociative identity disorder.
Pada 2020, Yamamoto juga divonis melanggar Undang-Undang Larangan Prostitusi dan Pornografi Anak, dan didenda 300.000 yen (sekitar US$1.900).
Eri Tsuruyoshi, artis Jōjin Kamen, menyatakan di X/Twitter bahwa mereka tidak diberi tahu tentang kasus Yamamoto sebelumnya dan baru mengetahuinya lewat berita dan media sosial. Tsuruyoshi berharap korban dapat pulih secara mental dan fisik, dan meminta maaf kepada pembaca.
Banyak kreator lain di Manga ONE mengecam tindakan editorial dan menghentikan publikasi karya mereka di platform tersebut. Misalnya:
Ai Minase meminta karyanya dihapus dari Manga ONE.
Minoru Takeyoshi menghentikan serialisasi manga-nya.
Konomi Wagata menunda update manga My New Life as a Cat.
Miko Mitsuki juga berencana menarik karyanya dari platform.
Yamamoto memulai serialisasi Daten Sakusen pada Februari 2015. Serial ini hiatus pada Februari 2020 karena alasan kesehatan, dan resmi berakhir pada 31 Oktober 2022. Setelah itu, Yamamoto melanjutkan publikasi digital melalui Kindle Store, dengan volume terakhir, volume 7, rilis Desember 2023.
Serialisasi Jōjin Kamen oleh “Hajime Ichiro” dan Eri Tsuruyoshi dimulai pada 2022, dengan volume pertama terbit April 2023 dan volume ke-12 pada 19 Februari 2026, sebelum akhirnya distribusinya dihentikan.
Shogakukan berkomitmen untuk meninjau prosedur internal dan memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi, sambil menghadapi reaksi keras dari komunitas manga dan publik.
(Anime News Network)

Komentar